Suamiku Racun Dunia

Suamiku Racun Dunia
BAB. 42 TAMPARAN NYONYA HAPPY SOYA


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi Sunco Anggraini pun bersama pria yang sudah membayarnya pun akhirnya check out dari Hotel. Ia pun menaiki taksi online yang sudah dipesan lelaki yang sudah menggunakan jasa tubuhnya untuk memuaskan hasrat pria itu. Setelah taksi online itu datang menghampiri Sunco Anggraini, Ia pun langsung meninggalkan pria itu menuju kamar kost yang mereka sewa bersama Bimolie Wijaya.


Ketika Sunco Anggraini tiba di kamar kost yang sudah beberapa hari ini mereka tempati bersama Bimolie Wijaya dan baby Alvaro, Ia merasa heran melihat kamar kost, itu terlihat sepi. Ia tidak melihat tanda-tanda ada orang yang tinggal di kamar kost itu.


Sunco Anggraini membuka kamar kost. Ia begitu terkejut ketika Sunco Anggraini masuk ke dalam, Sunco Anggraini sama sekali tidak menemukan siapa-siapa di sana. Yang Sunco ketahui kalau Bimolie dan baby Alvaro ia tinggalkan di kamar kost.


Sunco Anggraini mencari keberadaan Bimolie di kamar mandi dan di kawasan kamar kost yang mereka tempati. Tetapi ia sama sekali tidak menemukannya di sana.


"Kemana Mas Bimolie dan Alvaro kok tidak ada di kamar?" tanya Sunco Anggraini di dalam hati.


Ketika Sunco Anggraini melihat tetangga kamar kostnya keluar, Ia pun bertanya kepada tetangga


"Maaf mbak apa mbak bisa melihat suami saya? tanya Sunco Anggraini kepada tetangga kosnya.


"Maaf saya tidak melihat sama sekali." ucap wanita yang seumuran dengan Sunco Anggraini sambil berlalu dari hadapan sunco Anggraini. Hal itu membuat Sunco Anggraini merasa bingung ke mana Bimolie Wijaya saat ini.


Sunco Anggraini langsung meraih ponselnya yang ada di tas sandang miliknya. Ia menghubungi nomor ponsel Bimolie Wijaya. Tetapi ketika Sunco Anggraini menghubungi nomor ponsel Bimolie. Tetapi Bimolie sama sekali tidak mengangkat. Hal itu membuat Sunco Anggraini sangat emosi. Ketika sambungan telepon seluler kepada Bimolie tidak tersambung.


"Kemana sih manusia bodoh ini? taunya nyusahin aja." gerutu Sunco Anggraini, sambil kembali menghubungi Bimolie. Tetapi sambungan telepon seluler itu tetap tidak tersambung. Karena Bimolie langsung mematikan ponselnya.


Ketika melihat yang menghubungi dirinya nomor ponsel Sunco Anggraini. ia tidak ingin membuat Avena Aditama dan kedua orang tuanya semakin marah besar kepadanya. Jika Bimolie mengangkat telepon seluler dari Sunco Anggraini. Apalagi saat ini Bimolie ingin berusaha menghindari Sunco Anggraini.


"Apa dia kembali kepada istrinya?

__ADS_1


"Tapi tidak mungkin dia kembali kepada istrinya. Karena istrinya saja sudah ingin menceraikannya. Lagian istrinya pasti tidak akan memaafkannya lagi. Sunco Anggraini bermonolog sendiri.


Sementara di tempat lain tepatnya di rumah sakit tempat baby Alvaro dirawat, terlihat Bimolie Wijaya langsung mematikan ponselnya. Ketika ia melihat yang menghubungi dirinya adalah Sunco Anggraini.


"Siapa yang menghubungimu Kenapa tidak Kamu angkat? apa dia wanita simpananmu itu? sindir Avena Aditama di depan Tuan Fortuna Wijaya dan nyonya Happy soya.


Bimolie hanya terdiam. Ia tidak dapat menjawab pertanyaan Avena Aditama. Tuan Fortune Wijaya berlangsung meraih ponsel Bimolie Wijaya. Ia pun melihat nomor ponsel kalau yang menghubungi Bimolie memang benar nomor ponsel Sunco Anggraini.


Tuan Fortuna wijaya langsung menahan ponsel milik Bimolie Wijaya, berharap Sunco Anggraini tidak dapat menghubunginya kembali. Agar Bimolie dan Sunco Anggraini tidak dapat berkomunikasi lagi.


Ngapain Papa tahan ponsel Mas Bimoli? kasih saja Pa. Karena bagaimanapun kita buat untuk memisahkan mereka, pasti kita tidak akan bisa memisahkannya. Karena rasa cinta mas Bimolie kepada Sunco Anggraini besar. dan Avena sudah pasrah, merelakan mas Bimolie kepada Sunco Anggraini. sudah cukup rasa sakit yang diberikan Mas Bimolie kepada Avena.


Papa dan Mama tidak perlu khawatir, baby Alvaro tetap menjadi cucu kalian. Jika Avena Aditama harus berpisah dengan mas Bimolie tetapi Avena tidak bisa memisahkan kalau Papa dan Mama , tetap Oma dan Opa Putraku Alvaro." ucap Avena Aditama membuat Tuan Fortuna Wijaya langsung meraih tubuh Avena Aditama.


"Plak...


"Plak


2 tamparan pipi kiri dan pipi kanan Bimolie Wijaya dilayangkan oleh Nyonya Happy soya. karena nyonya Happy soya tidak bisa terima kesalahan putranya kali ini yang membuat cucunya menderita sampai mengalami trauma dan harus dirawat di rumah sakit.


Tuan Fortuna jaya langsung menghubungi pihak kepolisian untuk memberitahu keberadaan Bimolie saat ini. Karena tuan Fortuna wijaya sudah bersumpah di dalam hati jika dirinya bertemu dengan Bimolie ia akan tetap menjebloskan Bimolie Wijaya ke dalam penjara sekalipun itu Putra kandungnya sendiri.


Tetapi karena kesalahan yang dilakukan Bimolie sudah cukup fatal membuat Tuan Fortune Wijaya tidak dapat memakluminya.

__ADS_1


"Pa, tolong jangan penjarakan Bimolie. Bimolie janji akan berubah." mohon Bimolie kepada tuan Fortune Wijaya. Tetapi Tuan Fortune Wijaya sama sekali tidak bergeming Ia tetap ingin menjebloskan Bimolie ke dalam penjara atas kesalahan yang mereka lakukan.


Tuan Fortune Wijaya juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mencari tahu keberadaan Sunco Anggraini. Karena otak dibalik penculikan ini adalah Sunco Anggraini. Tuan Fortuna wijaya dan nyonya Happy soya sudah benar-benar tidak dapat mengampuni kesalahan Bimolie saat ini.


Avena Aditama hanya terdiam ia tidak ingin ikut campur antara urusan ayah dan anak itu.


"Pak Apa Bapak serius untuk menjebloskan Mas Bimolie ke penjara?" tanya Barco Atalariksa. Seolah Barco Atalariksa tidak percaya akan apa yang dilakukan Tuan Fortune Wijaya kepada putranya.


"Dari awal saya sudah peringatkan lelaki bodoh ini. Tetapi dia tetap melakukan kesalahan demi kesalahan. Sehingga saya tidak bisa mengampuninya walaupun dia Putra kandungku sendiri.


Kalau kesalahan yang lain dilakukan, mungkin bisa aku ampuni. Tetapi untuk saat ini selain Dia sudah menghianati menantuku, dia juga sudah menyakiti cucu kesayanganku." ucap Tuan Fortune Wijaya kepada Barco Atalariksa menegaskan Kalau tuan Fortuna jaya benar-benar ingin menjebloskan Bimolie ke dalam penjara.


Barco Atalariksa menggelengkan kepalanya. Ia bingung akan tindakan yang dilakukan oleh Tuan Fortuna jaya."Kamu beneran tidak apa-apa kalau Bimolie dijebloskan Tuan Fortune ke penjara?" bisik Barco Atalariksa tepat di telinga Avena Aditama.


Avena Aditama menggelengkan kepalanya karena ia benar-benar bingung apa yang akan ia lakukan saat ini. Di satu sisi Ia juga merasa tidak tega melihat Bimolie Wijaya harus mendekam di penjara. Tetapi di sisi lain Avena Aditama tidak terima perlakuan Bimolie terhadapnya dan juga terhadap putranya. Avena Aditama benar-benar dilema ia tidak tahu harus melakukan apa saat ini.


Ia memilih menyerahkan segalanya kepada Tuan Fortuna Wijaya. Yang ia inginkan sekarang agar putranya cepat pulih kembali. dan juga Nyonya Hidayah kembali pulih seperti semula agar dapat beraktivitas seperti biasanya.


Bimolie Wijaya memohon kepada Nyonya Happy soya agar membujuk Tuan Fortune Wijaya untuk tidak mencobloskannya ke dalam penjara. Tetapi untuk saat ini nyonya Happy soya sependapat dengan suaminya ia sudah tidak bisa memaafkan putranya begitu saja.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2