Suamiku Racun Dunia

Suamiku Racun Dunia
BAB 16. PERMOHONAN BARCO


__ADS_3

Sementara Barco Atalariksa memilih berlalu dari rumah sakit setelah memastikan kondisi kesehatan Avena Aditama sudah mulai stabil. Ia ingin kembali ke warung kuliner milik Avena Aditama, untuk mengontrol segala apa yang patut mereka kerjakan di sana.


Karena untuk saat ini Avena Aditama belum dapat beraktivitas seperti biasanya. Barco Atalariksa tidak ingin warung kuliner milik Avena menjadi buruk jika pelayanan di sana tidak seperti yang diinginkan oleh para pelanggan.


Barco atalariksa memilih berpamitan kepada tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah. Barco Atalariksa juga menitipkan Avena Aditama kepada tuan Filma Orion. Ia tidak ingin sahabatnya Avena ditinggalkan oleh kedua orang tuanya sebelum Avena benar-benar sembuh.


Setelah berpamitan kepada Tuan Filma Orion, Barco Atalariksa berlalu dari rumah sakit tempat Avena dirawat. Tuan Filma Orion bersyukur Avena memiliki sahabat baik seperti Barco.


"Maaf Pak.....Bu...., saya harus segera kembali ke warung untuk melihat dan mengontrol para karyawan yang bekerja di sana. Saya takut mereka kewalahan untuk melayani para pelanggan." ucap Barco Atalariksa kepada Tuan Filma Orion.


Tuan Filma Orion pun menganggukkan kepalanya pertanda mereka setuju, sore itu Barco Atalariksa kembali ke warung kuliner milik Avena Aditama. Mereka juga tidak ingin warung kuliner yang dikelola Avena mulai dari nol, citranya akan rusak jika pelayanan yang ada di sana kurang berkenan di hati para pelanggan.


"Ya sudah nak Barco, lebih baik kamu segera kembali ke warung. Terima kasih kamu sudah membantu membawa Avena ke rumah sakit. kami tidak tahu harus berbuat apa jika tidak ada kamu."ucap Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah kepada Barco.


"Sama-sama Pak, itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai sesama umat saling membantu. Kalau boleh Barco memohon Ibu dan Bapak jangan meninggalkan Avena di saat seperti ini. Barco mohon jangan pulang sebelum Avena benar-benar sembuh." ucap Barco kepada Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah yang sangat mengkhawatirkan kondisi Avena saat ini.


Nyonya Hidayah meraih tubuh Barco Atalariksa ke pelukannya. "Terima kasih nak, mungkin kalau tidak ada kamu entah apa yang sudah terjadi kepada cucu dan putriku." kami tidak dapat membalasnya kepadamu. Tetapi Semoga Allah memberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah kepada kamu."ucap Nyonya Hidayah sambil melepas pelukannya kepada Barco Atalariksa.

__ADS_1


Barco mengembangkan senyumnya. "Sama-sama Bu, mudah-mudahan Avena segera dapat pulih kembali dan dapat beraktivitas seperti semula. Kami pasti merindukan senyuman, dan candaan dari Avena Aditama selama kami bekerja sama di warung kuliner yang kami kelola selama ini."ucap Barco Atalariksa sambil berpamitan kepada Nyonya Hidayah dan Tuan Filma Orion.


Sementara Bimolie Wijaya tampak begitu gelisah melihat tubuh Avena Aditama masih berbaring lemak di atas brangker yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit. Melihat hal itu tuan Filma Orion tak sudi rasanya melihat Bimolie berada di samping Avena Aditama. Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Barco Atalariksa kepada Tuan Filma Orion dan juga Nyonya Hidayah.


"Lebih baik dramamu tidak perlu kamu perlihatkan di sini. Kami sudah mengetahui kamu siapa. lebih baik kamu meninggalkan putriku daripada kamu memperbudaknya, untuk kepuasan hidupmu sendiri. Tak sudi kami memiliki menantu sepertimu. Kalau saja Saya mengetahui sikap aslimu seperti ini, saya tidak akan merestui hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan.


Sungguh tak kusangka dan tak kuduga kamu mempunyai perilaku yang buruk seperti ini. Saya tidak akan tinggal diam, kamu memperlakukan putriku layaknya tidak seperti istrinya. Kamu memang tidak melakukan kekerasan di dalam rumah tangga.


Tetapi kamu lebih melakukan hal itu, yang mampu mentelantarkan istrimu sendiri dan memilih jalan dengan wanita lain."ucap Tuan Filma Orion kepada Bimolie. Membuat Bimolie sangat terkejut akan apa yang dikatakan Tuan Filma Orion terhadapnya.


Tanpa mereka sadari ternyata Tuan Filma Orion mendengar segala apa yang dibicarakan Tuan Fortune Wijaya kepada Bimolie Setelah tiba di rumah sakit. Tuan Fortuna menasehati putranya agar segera meninggalkan wanita yang jalan bersamanya ketika Avena bertaruh nyawa untuk melahirkan darah daging Bimoli Wijaya. Yang ternyata Ketika tuan Fortune Wijaya berbicara kepada putranya, Tuan Filma Orion mendengarnya dengan jelas. Tanpa diketahui oleh Tuan Fortune Wijaya dan juga Bimolie.


"Tidak perlu berpura-pura tidak tahu, jangan kamu kira kami tidak mengetahui apa yang kamu lakukan selama ini kepada putri saya Avena Aditama.


Diam kami, bukan karena bodoh. Tetapi kami berharap kamu mengalami perubahan sebelum kami benar-benar marah dan emosi menatap wajah kamu yang tidak seberapa itu. Kami memang bukan orang kaya dan juga bukan keluarga terpandang. Tetapi Kami punya akhlak yang baik." ucap Tuan Filma Orion dengan emosi


Nyonya Hidayah berusaha menenangkan hati suaminya. Agar tidak memancing keributan di sana. Ia tidak ingin putrinya terbangun dari tidur panjangnya, mendengar segala permasalahan yang terjadi di antara rumah tangganya.

__ADS_1


"Pa.... , sudahlah. Lebih baik nanti saja lagi dibicarakan. Tidak bagus ribut-ribut di rumah sakit. Papa tidak kasihan melihat putri kita berjuang menahan rasa sakitnya sekarang? lebih baik kita sholat berjamaah agar Putri kita disembuhkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.


Daripada saling menyalahkan seperti ini. Biarkan dia melakukan apa yang ingin ia lakukan. Dia sendiri yang akan menanggung akibatnya kelak. Apa yang dia tanam itu yang akan dia tuai nantinya. lebih baik kita meminta pengampunan dan memohon kesembuhan untuk Putri kita. Tolong tahan emosi mu mas." ujar Nyonya Hidayah sambil menarik tangan suaminya meninggalkan Bimolie di sana.


Nyonya Hidayah dan Tuan Filma Orion pun beristighfar." astaghfirullahaladzim


Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah berlalu ke mushola yang ada di rumah sakit. Untuk sekedar sholat berjamaah dengan istrinya memohon kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar Avena sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula. Mengingat baby Alvaro pasti membutuhkan sosok ibu yang akan membesarkan dan merawat baby Alvaro. cucu pertama Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah.


Setelah selesai sholat berjamaah dengan istrinya, Tuan Filma Orion pun kembali ke ruang rawat inap Avena Aditama. Berharap putrinya segera sadar kembali agar dapat berkomunikasi dengan mereka.


Nyonya Hidayah kembali menghampiri Avena


"Nak... bangunlah ini mama, Mama sangat mengkhawatirkan kamu. Apa kamu tidak sayang kepada mama dan Putra kamu baby Alvaro? baby Alvaro Pasti sangat membutuhkan belaian kasih sayang mu nak, kamu ibunya.


Sudah sepantasnya kamu yang memberikan kasih sayang kepada baby Alvaro. Bukan siapapun, bukan mama atau papa. Baby Alvaro lebih membutuhkanmu daripada Mama dan Papa." ucap Nyonya Hidayah sambil terus mengelus wajah pucat putrinya.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏


jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2