
Kekesalan Markus kepada Barco Atalariksa ia luapkan kepada Sunco Anggraini. Entah karena Markus merasa cemburu terhadap lelaki yang baru tiba di restoran itu, melihat Barco Atalariksa begitu dekat dengan lelaki itu.
Hal itu membuat Markus semakin kesal dan langsung meninggalkan restoran milik apena Aditama yang dikelola oleh Barco Atalariksa sendiri dibantu oleh bimoli Wijaya.
"Ada apa Sayang?" mengapa kamu baru datang, tiba-tiba berubah seperti ini dan mengusir ku?"ucap Sunco Anggraini ketika mendapat bentakan dari Markus dan memintanya segera berkemas keluar dari Apartemen miliknya.
"Saya sudah katakan!" jangan banyak bertanya. Cepat berkemas dan segera tinggalkan Apartemen ini. Karena sebentar lagi orang yang membeli Apartemen ini, akan datang." ucap Markus kepada Sunco Anggraini membuat Sunco Anggraini tidak dapat berkata apa-apa.
"Terus aku mau tinggal di mana sayang?
"Saya sudah katakan!" Saya tidak peduli kamu mau tinggal di mana. Yang pasti kamu harus segera meninggalkan Apartemen ini." ucap Markus kepada Sunco Anggraini.Tapi untuk saat ini aku tidak memiliki apa-apa Sayang. bagaimana mungkin kamu tega mengusirku, setelah berapa lama kita bersama." ucap Sunco Anggraini.
" Markus langsung merogoh dompet yang ada di saku celananya lalu memberikan beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu untuk Sunco Anggraini. Berharap Sunco Anggraini Akan meninggalkannya di Apartemen itu.
"Nah!" sepertinya ini cukup untuk kamu sebelum kamu mendapat lelaki yang bisa menerima kamu lagi. Jadi tolong tinggalkan tempat ini." ucap Markus langsung memberikan uang itu ke tangan Sunco Anggraini.
Sunco Anggraini yang merasa terhina atas perbuatan Markus terhadapnya, ia mengepalkan tangannya. Ia berniat suatu saat nanti Sunco Anggraini akan membalas segala apa yang dilakukan Markus terhadapnya.
"Aku akan membuat perhitungan dengan kamu. Tunggu saja nanti, kamu sekarang bisa berbuat apa kepadaku. Tapi aku tidak akan tinggal diam." gumam Sunco Anggraini sambil berlalu dari hadapan Markus membawa barang-barang miliknya dari Apartemen yang selama ini ditempati oleh Sunco Anggraini selama bersama dengan Markus.
Kehidupan Sunco Anggraini selama ini tergantung kepada Markus, yang selalu membiayai kehidupannya. Sunco Anggraini sama sekali tidak memiliki aktivitas untuk dapat menciptakan pundi-pundi rupiah untuknya. Selain hanya memuaskan nafsu birahi Markus selama ini. Setelah Bimolie meninggalkannya begitu saja di rumah kost saat baby Alvaro diculik oleh Sunco Anggraini.
Sunco Anggraini pergi meninggalkan Markus. Ia bingung hendak pergi ke mana. Tetapi ia tidak memiliki pilihan lain selain meminta bantuan kepada Royco Andalas. Tetapi Royco Andalas enggan memberikan bantuan kepada Sunco Anggraini.
__ADS_1
Karena ia tahu Markus akan marah besar kepada Royco Andalas, jika Markus mengetahui kalau Royco Andalas membantu Sunco Anggraini. Ia tahu persis sikap asli Markus. Markus tidak akan memberi ampun kepada setiap anggotanya jika berkhianat kepadanya.
Sunco Anggraini yang mendapat penolakan dari Royco Andalas pun, merasa kesal dan geram. Ia pun akhirnya melangkah dengan gontai keluar dari parkiran Apartemen berjalan dengan menyeret koper hingga sampai di pintu gerbang Apartemen.
Membuat security yang bertugas di sana merasa heran melihat Sunco Anggraini kewalahan membawa barang bawaannya.
" loh, Nona Sunco Anggraini mau ke mana? tanya security itu kepada Sunco Anggraini.
Sunco Anggraini menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin memberitahu kepada siapapun masalah pribadinya dengan Markus. Selain Royco Andalas. Ia pun langsung memesan taksi online melalui aplikasi yang ada di layar ponselnya.
Setelah menunggu Kurang lebih 15 menit kemudian, taksi online pesanan Sunco Anggraini pun datang menghampirinya. "Permisi!" dengan Nona Sunco Anggraini?" ucap driver taksi online itu yang melihat Sunco Anggraini berdiri di dekat pos satpam.
" Ya, Saya Sunco Anggraini. Tolong antarkan saya ke alamat yang sudah tertera." ucap Sunco Anggraini kepada driver taksi online itu. Driver taksi online itu pun langsung turun dan memasukkan koper dan barang bawaan Sunco Anggraini ke dalam taksi. Diikuti Sunco Anggraini duduk di bangku samping kemudian. Driver taksi online itu pun, langsung melajukan taksinya ke arah jalan raya menuju alamat yang sudah tertera di dalam aplikasi.
Lalu driver taksi online itu pun berlalu meninggalkan Sunco Anggraini. Sementara di tempat lain, Markus bernapas dapat mengusir wanita jadi jadian itu. Dari Apartemen miliknya. Setidaknya ia sudah tidak mendapat gangguan lagi dari Sunco Anggraini.
Ia ingin melepaskan Sunco Anggraini begitu saja. Karena Markus ingin menata hidupnya supaya lebih baik. Setelah ia menjalani pengobatan terapi akibat penyakit kelainan $3ks yang dialaminya beberapa tahun belakangan ini.
Tetapi setelah ia melakukan pengobatan terapi, akhirnya penyakit yang dialami Markus pun dapat disembuhkan. Markus bersyukur setelah berkonsultasi dengan dokter, atas anjuran dari tuan Filma Orion, akhirnya penyakitnya dapat sembuh. Dan ia pun ingin menjalani hidupnya layaknya seperti lelaki lainnya.
Markus ingin segera menjalin hubungan rumah tangga dengan wanita yang dapat menerimanya apa adanya. Entah mengapa akhir-akhir ini Markus begitu ingin dekat dengan Barco Atalariksa. Padahal jelas jelas Barco Atalariksa sangat kesal dan ilfil terhadapnya.
Entah pesona apa yang di miliki Barco Atalariksa hingga membuat pikiran Markus dibayangi bayangi wajah Barco Atalariksa.
__ADS_1
"Ada apa dengan Ku mengapa wajah wanita yang jelas jelas membenciku selalu menari-nari di pikiran ini?" gumam Markus sambil menghempaskan barang yang ada di hadapannya.
Ia seolah tidak terima Barco Atalariksa cuek terhadapnya. "Apa aku tidak layak bahagia?
"Apa semua orang membenciku?" pertanyaan demi pertanyaan timbul di benak Markus. Ia langsung bergegas keluar dari apartemen miliknya setelah membersihkan diri.
Markus langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju restoran milik adik sepupunya Avena Aditama. Dengan kecepatan tinggi, hingga tidak menunggu lama Markus tidak di restoran itu.
Terlihat suasana sudah mulai sepi. Para pelayan yang bekerja di restoran itu pun sudah mulai membersihkan restoran. Pertanda restoran itu akan tutup.
"Maaf tuan, restoran sudah mau tutup." ucap salah satu pelayang yang melihat kedatangan Markus masuk ke dalam restoran itu.
Markus hanya diam dan berlalu meninggalkan pelayan itu begitu saja. Markus langsung mencari tahu keberadaan Barco Atalariksa. Yang ternyata Barco sudah bersiap untuk segera kembali ke rumah.
Tetapi ketika Markus melihat Barco Atalariksa sudah bersiap ingin kembali, ia langsung menarik tangan Barco Atalariksa. Barco Atalariksa terkejut melihat kehadiran Markus disana.
"Kamu apa-apaan sih?main tarik-tarik tangan saya saja. Kamu pikir tidak sakit apa?" gerutu Barco Atalariksa sambil terus mengikuti langkah Markus. Markus seolah tidak peduli ocehan Barco Atalariksa. Yang ia inginkan saat ini, Barco mengikutinya masuk ke dalam mobilnya.
Markus ingin berbicara empat mata dengan Barco Atalariksa. Sementara Avena Aditama dan Bimolie Wijaya yang melihat Markus menarik tangan Barco Atalariksa membiarkan begitu saja, sahabat sekaligus asisten nya mengikuti Markus. Karena ia tahu betul kalau Markus tertarik dengan Barco Atalariksa.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏