
"Kamu mau ke mana nak?" apa kamu masih sibuk? kalau kamu tidak sibuk lebih baik kamu temani saja kamu di sini makan, pasti rasanya akan semakin lezat dan kami semakin selera memakannya." ucap tuan Filma Orion sambil mengembangkan senyumnya kepada Barco Atalariksa. Berharap Barco Atalariksa mengurungkan niatnya meninggalkan Tuan Filma Orion dan Markus di sana.
Barco Atalariksa pun membalas senyuman Tuan Filma Orion dengan senyuman lebar kemudian Ia pun kembali duduk. Netra Markus tetap menatap ke arah Barco Atalariksa membuat Barco Atalariksa tidak merasa nyaman.
Kenapa kamu kelihatan gelisah nak? apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan?" tanya Tuan Filma Orion kepada Barco Atalariksa.
"Tidak Om!" hanya saja tidak biasa duduk bersama orang penting seperti Om." sahut Barco Atalariksa sambil tertawa cengengesan
Tentunya berbohong. Karena ia merasa tidak nyaman melihat tatapan Markus terus mengarah kepada Barco Atalariksa. Barco bingung Mengapa Markus terus menetapnya. seolah ada sesuatu yang ingin dibicarakan Markus kepadanya.
Markus sebenarnya ingin mengenal Barco Atalariksa lebih dekat. Tetapi ia takut Barco Atalariksa akan semakin menghindarinya, Jika ia mengetahui kalau Markus ingin mendekati dirinya. Apalagi kelainan $3ks yang dialami Markus saat ini belum sembuh total. Markus menjadi kurang percaya diri mendekati setiap wanita yang menarik perhatiannya.
Perdebatan Barco Atalariksa dengan Markus membuat Markus merasa ingin mengetahui sosok Barco Atalariksa. ia semakin tertarik ingin mengetahui jati diri Barco Atalariksa. Entah apa yang membuat Markus merasa tertarik dengan wanita yang terlihat kasar berbicara kepadanya.
Barco Atalariksa tidak menyadari kalau Markus sudah mulai tertarik ingin lebih dekat dengannya. Yang ia ketahui kalau saat ini Markus sangat membencinya. Apalagi setelah perdebatan mereka beberapa hari yang lalu.
"Siapa wanita ini mengapa dia dekat sekali dengan om Filma dan juga Avena Aditama." gumam Markus dalam hati.
"Oh ya kamu tinggal dimana? tanya Markus kepada Barco Atalariksa.
"Yang pasti di atas tanah di bawah Langit." jawab Barco Atalariksa asal. Membuat Tuan Filma Orion menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Barco Atalariksa.
"Kamu bisa serius tidak?
"Saya nanyanya serius tapi kamu malah main-main.
"Eh siapa yang main-main? kan benar yang aku katakan, kalau aku masih tinggal di atas tanah di bawah langit." sahut Barco Atalariksa tanpa merasa bersalah sedikitpun.
__ADS_1
"Maksud aku alamat tempat tinggalmu Barco Atalariksa bawel!"
"Nah gitu dong nanyanya jelas, kan baru dapat aku jawab. Markus menggelengkan kepalanya sambil menatap Barco dengan tatapan penuh tanya.
"Aku tinggal tidak jauh letaknya dari resto ini. bisa dikatakan paling beda 5 rumah dari tempat tinggal Avena Aditama dengan Bimolie Wijaya.
Markus mengangguk paham. Itu berarti Barco Atalariksa tinggal berdekatan dengan Avena Aditama.
"Kalau suami?
"Pertanyaan macam apa tuh? ucap Barco Atalariksa kepada Markus sambil menatap Markus dengan tatapan tajam.
"Nak Barco Atalariksa belum menikah nak, kalian sama-sama masih sendiri. Sepertinya kalian cocok menjadi pasangan kekasih." ucap Tuan Filma Orion Sambil tertawa cengengesan.
"Om ada-ada saja," lebih baik Barco Atalariksa hidup sendiri seperti ini. Daripada menikah dengan lelaki songong seperti dia. Tidak ada manis-manisnya kepada wanita. Maaf nih ya Om, bukan bermaksud menyinggung perasaan Om. Tetapi itulah yang ada di dalam lubuk hati Barco Atalariksa.
Barco Atalariksa tidak bisa bersandiwara Dengan mengatakan menyukai orang lain tetapi sebenarnya tidak. Jujur Barco Atalariksa tidak tertarik sama sekali kepada lelaki songong seperti dia. Walaupun dia keponakan Om." ucap Barco tanpa memikirkan perasaan Tuan Filma Orion dan juga Markus. Ia hanya mengatakan apa yang ada di dalam isi hatinya tanpa ada niat bersandiwara.
"Seberapa besar rasa bencimu kepadaku sehingga kamu mengatakan tidak Sudi memiliki kasih sepertiku? pertanyaan demi pertanyaan dilayangkan oleh Markus kepada Barco Atalariksa. Karena dirinya tidak terima dan kesal Barco mengatakan dirinya lebih baik tidak memiliki pasangan hidup, daripada harus menikah dengan lelaki seperti Markus.
"Apakah aku menjijikan bagimu?
"Apakah kamu sudah sempurna sehingga kamu mengatakan seperti itu?
"Ingat di dunia ini tidak ada yang sempurna. Berpikirlah sebelum kamu berbicara. Kalau kamu tidak ingin disakiti orang lain, jangan pernah membuat orang lain sakit hati terhadapmu." ujar Markus sambil menatap Barco Atalariksa dengan tatapan tajam.
Barco atalariksa langsung terdiam ketika Markus angkat bicara. Barco akhirnya langsung berpamitan kepada tuan Filma Orion agar tidak terlalu lama berdebat dengan Markus.
__ADS_1
"Heh....kamu mau ke mana Jawab dulu pertanyaanku baru kamu bisa pergi." pekik Markus kepada Barco Atalariksa yang tiba-tiba bangkit berdiri berpamitan kepada tuan Filma Orion untuk meninggalkan Tuan Filma Orion dan Markus disana.
Tiba-tiba suara Deringan ponsel milik Tuan Filma Orion berdering. Tuan Filma Orion langsung meraih ponselnya yang ada di saku celananya. Ia melihat nomor ponsel yang menghubunginya merupakan nomor ponsel milik Nyonya Hidayah. Tuan Filma Orion langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Hidayah
"Hello Assalamualaikum Sayang!" sahut Tuan Filma Orion di dalam sambungan telepon selulernya.
"Waalaikumsalam Mas!" kamu di mana? Kenapa belum pulang sampai sekarang? tanya Nyonya Hidayah kepada Tuan Filma Orion.
"Mas sekarang masih di restoran Milik Putri kita bersama Markus sayang, Setelah Mas pulang dari dokter bersama Markus." ucap Tuan Filma Orion kepada istrinya.
"Mas bisa antar Mami tidak ke mall dekat kantor mas? soalnya ada sesuatu yang ingin mom beli." ucap Nyonya Hidayah kepada tuan Filma Orion.
"Ya sudah tunggu ya sayang Mas akan menjemput. Tapi habis jemput mas temanin belanja kan?" tanya Tuan Filma Orion.
"Ya dong, mas. Tidak mungkin suami orang lain menemani istrimu yang cantik ini shoping untuk keperluan dapur kita." ucap nyonya Hidayah sambil terkekeh.
"Ya Sayang!" tetapi sebentar Mas berpamitan dulu kepada Markus dan juga Barco Atalariksa." ucap Tuan Filma Orion kepada istrinya Hidayah. Kemudian Tuan Filma Orion pun berpamitan kepada Markus, untuk lebih dulu berlalu dari restoran itu. Karena tuan Filma Orion ingin menghantarkan Nyonya Hidayah yang letaknya tidak jauh dari kantor milik tuan Filma Orion.
"Setelah berpamitan kepada Markus Tuan Filma Orion berlalu dari sana meninggalkan Markus bersama Barco Atalariksa. Tuan Filma Orion juga sengaja meninggalkan Markus di sana agar Markus dapat berbicara dengan leluasa kepada Barco Atalariksa.
"Kenapa tidak ikut saja bersama Om Filma?
"Tidak mungkin saya mengikuti konfirma bepergian shopee bersama tante Hidayah. Yang benar saja dong bisa-bisa saya jaga nyamuk di sana.
"Ha....ha....ha." Makanya kamu cari pacar dong ingat tuh umur sudah tua tapi sampai sekarang belum melepas masa muda Mu." ujar Barco atalareksa Sambil tertawa ngakak membuat Markus kesal terhadap Barco Atalariksa yang menertawakan dirinya. Karena hingga sampai saat ini Markus belum menemukan pendamping hidupnya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏