Suamiku Racun Dunia

Suamiku Racun Dunia
BAB. 15 RENCANA NYONYA HIDAYAH


__ADS_3

Karena Tuan Filma Orion tidak ingin Bimolie melihat putrinya berbaring lemah di atas Branker yang ada di rumah sakit tepatnya di ruang ICU. Tuan Filma orion tidak ingin Bimolie memandang rendah putrinya, lemah dalam menghadapi segala apapun.Ia yakin putrinya dapat melewati masa kritisnya saat ini.


"Ayah Maafkan Bimolie. Bimolie berjanji akan lebih memperhatikan Avena untuk hari-hari berikutnya." ucap Bimolie meminta maaf kepada tuan Filma Orion, sambil bersujud di kaki Tuan Filma Orion. Tetapi Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah tidak menganggap adanya Bimolie di sana.


Sehingga mereka memilih untuk meninggalkan Bimolie begitu saja dan masuk menghampiri Avena Aditama yang ada di ruang ICU mengikuti suster dan dokter memeriksa kondisi Putri mereka.


Kamu suami macam apa? Saya benci sama kamu telah memperlakukan sahabatku seperti ini. Sungguh kamu lelaki yang tidak bertanggung jawab. Lebih baik manusia seperti kamu enyah dari muka bumi ini. Kamu memang benar-benar lelaki pecundang tidak mampu melakukan apa-apa untuk membahagiakan wanita yang menjadi istri kamu. Kamu hanya pergi berleha-leha dengan selingkuhan kamu dan juga bermain judi hasil keringat dari istrimu sendiri.


"Saya memang tidak siapa-siapa bagi kalian, tetapi saya sangat menyayangi Avena,dia sahabatku sejak kecil. Untuk itu saya tidak rela sahabatku disakiti manusia seperti kamu yang tidak memiliki akhlak sedikitpun." ucap Barco Atalariksa ikut angkat bicara melihat sikap Bimolie yang semena-mena selama ini dan selalu memanfaatkan Avena Aditama menjadi tulang punggung di dalam kehidupan rumah tangga mereka.


"Jangan pernah ikut campur urusan Rumah tanggaku.Kamu siapa sehingga kamu berani berbicara seperti itu kepada saya?" ucap Bimolie tanpa ada sedikit rasa bersalah. Barco Atalariksa menggelengkan kepalanya ia menatap tajam Bimolie yang sama sekali tidak menyadari akan kesalahannya.


Sungguh benar-benar lelaki yang tidak punya akhlak. Kamu ke mana saja, ketika istrimu memerlukan kamu berada di sampingnya atau kamu memang benar-benar menginginkan Avena pergi untuk selamanya dari kehidupan kamu?" ucap Barco Atalariksa dengan emosinya.


Tuan Fortune Wijaya hanya terdiam menatap Barco yang begitu emosi kepada Bimolie Wijaya. Ia paham amarah Barco Atalariksa, karena Barco sangat menyayangi Avena sahabatnya. Tuan Fortune Wijaya dan nyonya Happy Sonya juga mengetahui kedekatan Avena Aditama dengan Barco.


Bahwa hanya Barco Atalariksa yang selama ini membantu Avena Aditama dan selalu ada ketika Avena Aditama membutuhkan sesuatu.

__ADS_1


"Mudah-mudahan sahabatku Avena tidak kenapa-kenapa. Kalau saja terjadi sesuatu kepada sahabatku, aku tidak akan memberikan kamu ampun. ucap Barco Atalariksa dengan tegas tanpa ada rasa takut sedikitpun kepada keluarga Wijaya yang ada di sana.


Setelah dokter memeriksa kondisi kesehatan Avena Aditama yang ada di ruang ICU dokter pun bernapas lega. Karena denyut jantung Avena kembali berdenyut normal. Setelah Tuan Filma Orion mendonorkan darahnya kepada avena Aditama yang membutuhkan donor darah saat itu juga. sungguh orang tua yang begitu menyayangi putrinya Apapun akan mereka lakukan demi kesembuhan Putri mereka.


Ketika tuan Filma Orion mendengar penjelasan dari dokter yang memeriksa kondisi Avena saat ini Tuan Filma Orion bernapas lega ketika dokter mengatakan kalau Avena Aditama kondisinya saat ini sudah mulai stabil dan dengan waktu yang dekat Avena Aditama sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap.


Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah pun meminta kepada suster agar mengizinkan Mereka melihat kondisi cucu mereka saat ini. Mereka ingin menamai cucu mereka bernama Alvaro yang artinya orang yang bijaksana. Suster mengembangkan senyumnya kemudian Suster itu pun membawa Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah bertemu dengan cucu mereka yang ada di ruang bayi.


Ada rona bahagia di hati nyonya Hidayah ketika melihat cucunya Alvaro begitu aktif dalam pergerakannya.


"Cucu Oma yang tampan sehat-sehat ya sayang, doain Mama kamu juga cepat sembuh." ucap Nyonya Hidayah sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan baby Alvaro.


"Mas Mama ingin Mama sendiri yang akan merawat cucu kita. lebih baik baby Alvaro dan Avena tinggal bersama kita." ucap Nyonya Hidayah kepada suaminya. " Kita tidak dapat memaksakan kehendak kita ma, lebih baik nanti kita tanya terlebih dahulu kepada Avena langkah apa yang harus kita lakukan setelah Avena sembuh nanti." ucap Tuan Filma Orion kepada istrinya.


Sementara Bimolie yang Mendengar pembicaraan Tuan Filma Orion dengan istrinya, ia begitu khawatir Kalau tuan Filma Orion benar-benar ingin memisahkannya dengan Avena Aditama. Sehingga Bimolie Wijaya kembali menghampiri Tuan Filma Orion dan merang-raung meminta maaf kepada mereka.


Tetapi Tuan Filma Orion terus bersikeras tidak ingin berbicara kepada Bimolie saat itu. bahkan selalu meninggalkan Bimolie begitu saja jika Bimolie datang menghampiri Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Avena Aditama pun dipindahkan oleh pihak rumah sakit ke ruang rawat inap. Tentunya setelah kondisi Avena sudah semakin membaik. Melihat suster dan dokter mendorong tubuh Avena Aditama di atas brangker menuju ruang rawat inap, Bimolie langsung berlari menghampiri Avena Aditama.


Ia pun menangis sesenggukan dan meminta maaf akan kesalahannya kepada Avena. Tetapi Avena yang belum sadarkan diri tidak dapat berbicara apa-apa. Bahkan apa yang dikatakan Bimolie kepadanya belum tentu ia mengetahuinya.


Setelah berada di ruang rawat inap, Bimolie terus menggenggam erat tangan Avena. Ia pun memohon-mohon kepada Avena agar Avena memaafkan dirinya. Sementara tuan Filma orion yang sudah selesai berinteraksi dengan cucu kesayangan mereka. Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah kembali ke ruang rawat inap Avena Aditama. Karena mereka tidak bisa berlama-lama di ruangan bayi tempat baby Alvaro saat ini.


Melihat kehadiran Bimolie dan keluarga Fortune Wijaya di ruang rawat inap Avena. Tuan Filma Orion hanya menatap Bimolie dengan tatapan tajam. Seolah Tuan Filma Orion ingin menelan Bimolie saat itu hidup-hidup.


Nyonya Hidayah menghampiri Avena Aditama, ia mengelus rambut indah putrinya sembari memberikan kecupan hangat di wajah cantik Avena yang saat ini terlihat pucat. "Putri Mama sadarlah sayang, mama sangat mengkawatirkan mu mama sangat menyayangimu." ucap Nyonya Hidayah sambil terus mengelus wajah cantik putrinya.


Tanpa mereka sadari air bening mengalir begitu deras dari mata Avena Aditama di bawah alam sadarnya. Hal itu membuat Nyonya Hidayah Langsung menangis sesenggukan, itu berarti putrinya mendengar apa yang ia bicarakan. Sehingga Avena Aditama sampai mengeluarkan air matanya di bawah alam sadarnya.


Sementara Barco Atalariksa memilih berlalu dari rumah sakit setelah memastikan kondisi kesehatan Avena Aditama sudah mulai stabil. Ia ingin kembali ke warung kuliner milik Avena Aditama, untuk mengontrol segala apa yang patut mereka kerjakan di sana.


Karena untuk saat ini Avena Aditama belum dapat beraktivitas seperti biasanya. Barco Atalariksa tidak ingin warung kuliner milik Avena menjadi buruk jika pelayanan di sana tidak seperti yang diinginkan oleh para pelanggan.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏


jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2