
Kenapa tidak dimakan? kok malah bengong? ucap Markus kepada Barco Atalariksa membuat Barco Atalariksa langsung tersentak ketika Markus bertanya kepada Barco Atalariksa yang tak kunjung menyantap menu makanan yang ada di hadapannya.
"Maaf saya masih kenyang!" sahut Barco Atalariksa dengan singkat.
"Tidak mungkin kamu sudah kenyang. kamu saja belum makan sedari tadi." ucap Markus kepada Barco Atalariksa yang masih menunggunya mencicipi menu makanan buatan Barco.
"Saya yang membantu memasak di sini sudah otomatis saya terlebih dahulu mencicipinya daripada kamu. Jadi jangan banyak komentar. Cepat habiskan makanmu lalu langsung pergi dari tempat ini. Karena kamu sudah mengganggu waktu aku beraktifitas.
Kalau tidak karena menghargai Avena Aditama yang meminta aku untuk tetap menemanimu disini, aku akan langsung meninggalkanmu karena kamu sangat menyebalkan." ucap Barco Atalariksa kepada Markus membuat Markus mengerutkan keningnya.
"Apa?
"Aku menyebalkan?
"Bukannya malah sebaliknya, kamu yang lebih menyebalkan? disuruh menemani makan saja kamu menggerutu. Apalagi menjadi teman hidupku untuk selamanya." ucap Markus kepada Barco Atalariksa.
"Apa?
"Teman hidup untuk selamanya?
" Apa ngak salah dengar tuh? Aku masih tidak tuli loh. Aku mendengarnya semuanya." ucap Barco Atalariksa sambil menatap heran ke arah Markus yang sedang menyantap menu makanan yang ia pesan sebelumnya.
" Tidak ,Memangnya salah? kalau kamu menjadi pendamping hidupku untuk selamanya? ucap Markus tanpa merasa bersalah sama sekali.
" Ya salah lah, Siapa juga yang mau menjadi pendamping hidup lelaki yang menyebalkan seperti kamu." ucap Barco Atalariksa yang mampu membuat Markus langsung tertawa ngakak.
" Loh kok malah tertawa?
__ADS_1
" Memangnya ada yang lucu? tanya Barco Atalariksa semakin kesal mendengar suara tawa dari Markus.
"Kamu sih lucu, tidak pernah ada seorang wanita yang tidak senang kalau lelaki menyukainya." ucap Markus kepada Barco Atalariksa.
" Kamu salah!" setiap wanita pasti akan bahagia jika lelaki yang ia cintai mencintainya juga. Tetapi Lain halnya kalau lelaki itu yang hanya mencintainya, tetapi wanita itu sama sekali tidak mencintainya. Bahkan membencinya.
Termasuk seperti kamu, Aku sangat membencimu." ucap Barco Atalariksa berterus terang kepada Markus. Tanpa ada yang ditutup-tutupi.
" Memangnya Mengapa kamu membenciku? apa aku terlalu jelek bagi kamu?
"Tidak!" Siapa bilang kamu jelek. Kamu memang tampan, tetapi kamu bukan lelaki tipeku." ucap Barco Atalariksa sambil menatap Markus dengan tatapan penuh arti. Entah mengapa Barco Atalariksa sedikit ilfil melihat Markus yang terlalu percaya diri kalau saat ini Markus sok dekat dengannya.
"Kalau saya tampan, tentunya kamu pasti tertarik padaku. Tapi mengapa kamu malah membenciku?" sahut Markus membuat Barco Atalariksa langsung menatap Markus dengan tatapan sinis.
Ketampanan seseorang itu bukan menjadi patokan membuat wanita tertarik kepadanya. Tetapi sikap dan tingkah laku, Begitu juga dengan etika berbicara yang dapat menarik perhatian setiap wanita.
Karena ketampanan bisa luntur seiring berjalannya waktu. Tetapi ketampanan hati akan real sampai selamanya. Apalagi bagi Barco Atalariksa kesetiaan pasangan hidup yang paling utama, tidak perlu harta yang banyak dan tampan. Tetapi ia setia bertanggung jawab dalam rumah tangga.Itu lelaki Tipe Barco Atalariksa.
Untuk apa ketampanan, kalau di setiap kota atau tempat memiliki wanita simpanan. Untuk apa harta kekayaan kalau tidak ada kebahagiaan di dalam kehidupan rumah tangga. Bagi wanita seorang Barco, hidup seperti ini saja sudah patut disyukuri.
Karena masih banyak orang yang kurang beruntung, untuk makan saja mereka kesulitan untuk mencarinya. Aku akui memang kamu laki-laki yang tampan dan kalau bisa dipilih cocok untuk seorang model. tetapi ketampananmu bukan pesona bagiku." sahut Barco Atalariksa.
Membuat Markus langsung membulatkan matanya dan sejenak menghentikan makannya."Baru ini wanita yang menolakku mentah-mentah. Padahal banyak wanita yang lebih cantik yang sudah aku tiduri, tetapi Mengapa wanita ini menjadi menarik perhatianku?" gumam Markus dalam hati sambil menatap Barco Atalariksa dengan tatapan penuh arti.
"Hello.... makan tuh makanannya. Kok malah bengong?" ucap Barco Atalariksa sambil menggoyangkan telapak tangannya, tepat di wajah Markus. Membuat Markus langsung terhenyak ketika tangan Barco Atalariksa menyadarkan lamunan Markus.
Cepat habiskan makananmu. Kamu tidak lihat apa seluruh karyawan di sini begitu repot. Aku ingin membantu mereka." ucap Barco Atalariksa. Tetapi Markus seolah tidak peduli. Bahkan Bimolie Wijaya pun tidak berniat untuk mengganggu Markus dengan Barco Atalariksa.
__ADS_1
Seolah Bimolie Wijaya dengan Avena Aditama memiliki rencana yang sama ingin menjodohkan Barco Atalariksa dengan Hemart Markus. "Aku sudah tak berselera makan lagi mendengar ocehanmu sedari tadi, memintaku untuk menyelesaikan makanku. tanpa harus menikmatinya pelan-pelan.
Kalau kamu tidak menyukaiku bisa nggak kamu tidak berbicara kasar kepadaku?
"Memangnya kenapa? inilah aku yang sebenarnya. Tanpa harus bersikap manis di hadapan setiap orang, tetapi di hatinya malah busuk. Aku lebih baik menunjukkan jati diriku yang sebenarnya kepada setiap orang daripada aku berpura-pura baik. Tetapi hatinya jahat.
Kalau kamu tidak suka dengan sikap Ku tidak perlu menemuiku. Gampang kan?" ucap Barco Atalariksa membuat Markus menggelengkan kepalanya. "Mengapa sih wanita ini tidak ada manis-manisnya kepadaku? seburuk apa Aku di matanya? mengapa dia terlalu membenciku? pertanyaan demi pertanyaan timbul dihati Markus.
Tiba-tiba salah satu pelanggan yang sering datang untuk menikmati menu makanan yang ada di restoran itu, datang dan duduk di dekat meja yang ditempati oleh Markus dan Barco Atalariksa. Barco Atalariksa langsung berdiri dan menghampiri lelaki yang letaknya tidak jauh dari mereka.
"Hallo selamat siang Mas, ada yang bisa Barco bantu?" ucap Barco Atalariksa kepada pelanggan itu. "Kamu Ternyata!" sahut lelaki tampan itu. Ya ini Barco mas, mau pesan apa Mas?
"Seperti biasa!" sahut lelaki itu sambil mengembangkan senyumnya.
Barco mengembangkan senyumnya kepada lelaki yang baru tiba di restoran itu. Mas Kok sendiri biasanya sama temannya?" Tanya Barco Atalariksa. "Ya memang tidak ada temanku hari ini. Kamu bisa nggak menemaniku makan siang bareng?" ucap lelaki itu sambil mengembangkan senyumnya ke arah Barco.
" Mas ada-ada saja!" tidak mungkin seorang pelayan bekerja di restoran ini duduk bersama pelanggan makan di sini.ucap Barco Atalariksa sembari mengembangkan senyumnya, membuat lelaki itu pun langsung tertawa cengengesan. "Tidak apa-apa dong kalau kamu bersedia kan lebih berselera makanya." ucap lelaki itu berharap kalau Barco Atalariksa bersedia menemaninya.
Barco Atalariksa langsung tertawa ngakak mendengar apa candaan dari pengunjungnya itu. Ya lelaki itu sering bercanda dengannya karena lelaki itu sering sekali makan di restoran itu. "Ih....sama laki-laki lain saja senyumnya mengembang. Tetapi kalau bersamaku terus menggerutu." gumam Markus dalam hati sembari menatap Barco Atalariksa dengan lelaki yang baru tiba itu, dengan tatapan tajam.
"Siapa sih dia?
" Kok mereka dekat seperti itu? sepertinya ada sesuatu di antara mereka." gumam Markus tetapi ia tidak dapat melakukan apa-apa kali ini. Karena ia tahu Barco Atalariksa pasti akan semakin membencinya, jika Markus bertindak sesuatu yang dapat merugikan restoran dan merugikan Barco Atalariksa.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏