
Ketika sunco Anggraini sudah berhasil membawa baby Alvaro ke dalam mobil dan Bimolie langsung melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju tempat yang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Bimolie melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya Bimolie dan Sunco Anggraini tiba di satu tempat. Tempat yang tidak diketahui oleh siapapun orang-orang terdekat mereka.
Di tempat lain, Tuan Filma Orion sudah berusaha menyadarkan istrinya. Tetapi istrinya tak kunjung sadar, ketika berada di perjalanan menuju rumah sakit. Tuan Filma Orion Sudah menangis sesunggukkan melihat kondisi istrinya sudah lemah di dalam mobil menuju rumah sakit. Tuan Filma Orion begitu khawatir dengan kondisi istrinya.
Tuan Filma Orion bingung apa yang akan dilakukan terhadap istrinya. Hingga Tuan Filma Orion melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beberapa menit kemudian Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah sudah tiba di rumah sakit terdekat. Tuan Filma Orion langsung berteriak minta tolong berharap dokter dan suster segera membantunya dan menolong istrinya.
Dokter yang mendengar teriakan Tuan Filma Orion pun langsung berlari keluar UGD mencari tahu siapa yang berteriak minta tolong. Dokter pun langsung menghampiri mobil milik Tuan Filma Orion dan suster sudah mendorong berangkat agar tubuh Nyonya Hidayah dapat dibaringkan di sana dan dibawa langsung ke ruang UGD.
Setelah nyonya Hidayah sudah berada di ruang UGD, dokter pun langsung memeriksa kondisi kesehatan Nyonya Hidayah. Ketika dokter memeriksa kondisi kesehatan Nyonya Hidayah, dokter menggelengkan kepalanya. Pertanda ada sesuatu yang mengkhawatirkan di sana.
"Ada apa dokter Bagaimana kondisi istri saya? tanya Tuan Filma Orion kepada dokter yang bertugas menangani Nyonya Hidayah.
"Apa yang terjadi kepada Ibu ini? Mengapa sampai seperti ini?" tanya dokter itu penasaran karena ia menemukan kejanggalan di sana. Tuan Filma Orion pun menceritakan apa yang terjadi hari itu. Membuat dokter pun langsung melakukan visum kepada Nyonya Hidayah.
Dokter mengatakan kepada tuan Filma Orion kalau di bagian kepala Nyonya Hidayah terdapat gumpalan darah akibat pukulan yang dilakukan oleh Sunco Anggraini. Yang kebetulan Sunco Anggraini memukul bagian kepala, Nyonya hidayah dengan menggunakan balok yang dibawanya sebelumnya.
"Apa yang harus dilakukan kepada istri saya agar istri saya dapat pulih kembali dokter? tanya Tuan Filma Orion kepada dokter yang bertugas menangani Nyonya Hidayah.
Dokter itu pun menjelaskan kepada tuan Filma Orion, langkah-langkah apa yang akan mereka lakukan dalam pengobatan dan pemulihan Nyonya Hidayah.
"Lakukan yang terbaik untuk istri saya, bagaimana supaya istri saya dapat pulih kembali. Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada istri saya." ujar Tuan Filma Orion sambil menangis sesenggukan.Ia berharap dokter mampu mengobati istrinya.
Tuan Filma Orion sampai lupa mengabari Avena Aditama dengan kondisi ibunya saat ini, dan baby Alvaro sudah berada di tanganku Anggraini.
Sementara di tempat lain, Avena Aditama merasa kepikiran terhadap Nyonya Hidayah dan baby Alvaro. Sehingga Ia pun langsung kembali ke rumah dan mencari keberadaan Nyonya Hidayah dan baby Alvaro
__ADS_1
Tetapi ketika Avena Aditama sudah tiba di rumah, Ia begitu terkejut melihat kondisi rumah yang berantakan dan juga tampak sepi. Avena Aditama berteriak memanggil nama baby Alvaro dan juga ibunya. Tetapi tak kunjung ada jawaban.
Tiba-tiba sang asisten rumah tangga yang begitu trauma dan gemetaran datang menghampiri Avena Aditama. Bi, dimana Papa sama Mama dan Putraku? tanya Avena Aditama kepada asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Filma Orion.
Asisten rumah tangga itu pun memberitahu apa yang terjadi hari itu. Ia pun sampai gugup menceritakannya, karena masih trauma akan apa yang terjadi.
Avena Aditama Langsung menangis histeris mendengar apa yang dikatakan oleh asisten rumah tangga itu. Lalu avena Aditama pun menghubungi Barco Atalariksa dan kuasa hukumnya, agar membantu dirinya mencari tahu keberadaan putranya.
Avena Aditama langsung berlari keluar dengan menggunakan mobil miliknya Avena Aditama bertolak, menuju Rumah Sakit tempat Nyonya Hidayah dirawat. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, Avena Aditama tiba di rumah sakit.
Avena langsung menanyakan kepada resepsionis yang bertugas di rumah sakit, di mana Nyonya Hidayah saat ini dirawat. Yang ternyata Nyonya Hidayah saat ini berada di ruang UGD masih diperiksa oleh dokter.
Avena Aditama langsung masuk ke ruang UGD dan melihat ibunya sedang berbaring lemah di atas tempat tidur, yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Dokter berusaha melakukan pengobatan yang terbaik kepada Nyonya Hidayah.
"Apa yang terjadi? Mengapa ibu sampai seperti ini Pa?" tanya Avena Aditama sambil menangis sesunggukan.
Papa berusaha mengejar mereka, tetapi kecepatan mereka jauh lebih cepat dibandingkan Papa hingga Papa kehilangan jejak mereka. Papa memutuskan untuk kembali ke rumah ingin meminta bantuan kepada seseorang yang ternyata Papa melihat ibu kamu tergeletak di lantai.
Papa memutuskan untuk membawa ibu kamu ke rumah sakit. Berharap setelah kondisi ibu kamu membaik papa akan kembali mencari keberadaan baby Alvaro." ucap Tuan Filma Orion kepada Avena Aditama
Sementara di tempat lain, Sunco Anggraini merasa sangat bahagia. karena Sunco Anggraini sudah berhasil menculik baby Alvaro.
"Ini Putra kamu Putra yang selama ini kamu rindukan, iya bukan? ucap Sunco Anggraini kepada Bimolie Wijaya.
Sementara baby Alvaro hanya menangis. Bimolie Wijaya berusaha menenangkan putranya. Tetapi putranya tak kunjung diam membuat Bimolie sedikit khawatir kepada putranya. Bimolie pun meminta kepada Sunco Anggraini agar membeli susu formula untuk Putranya.
__ADS_1
Tetapi ketika Sunco Anggraini sudah memberikan susu formula kepada baby Alvaro tak kunjung tenang dan diam membuat Sunco Anggraini merasa kesal. Kamu diamkan anak kamu. Sebelum aku akan bertindak yang lebih sadis lagi." ucap Sunco Anggraini mengancam Bimolie agar segera menenangkan baby Alvaro.
Kemudian Sunco Anggraini mengambil ponselnya yang ada di Sunco celananya Ia pun langsung mencari nomor ponsel Avena Aditama.
Kring.....
kring....
kring....
Suara deringan ponsel milik Avena Aditama terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya tidak terdapat list kontaknya.
Tetapi Tuan Filma Orion juga menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung.
Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung, Sunco Anggraini langsung tertawa ngakak di ujung telepon.
Membuat Avena Aditama merasa geram.
"Bagaimana Apa kamu sudah merasakan sakitnya kehilangan orang yang paling kamu sayangi? dan melihat orang tuamu berbaring di rumah sakit?"ucap Sunco Anggraini di ujung telepon Sambil tertawa ngakak.
Avena Aditama sudah sangat emosi mendengar suara tawa Sunco Anggraini.
"Apa yang kamu inginkan kembalikan putraku!"pekik Avena.
"Saya akan kembalikan putramu, tetapi ada syaratnya." ucap Sunco Anggraini sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Membuat Avena Aditama semakin kesal dan emosi.
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏