
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Avena Aditama terbangun dari tidurnya. setelah satu malam menunggu suaminya yang tak kunjung pulang. Ia pun menelisik seisi ruangan kamar, yang mereka tempati yang ternyata malam itu Bimolie tak pulang.
Ia pun berniat bangkit dari pembaringannya. Tetapi entah mengapa tubuh Avena Aditama terasa lemah. Hingga dirinya tidak memiliki tenaga untuk berjalan masuk ke kamar mandi. Kepala Avena Aditama terasa pusing sehingga membuat dirinya tidak mampu untuk bangkit dari pembaringannya.
Avena merasa kamar sudah terlihat berputar.
"Ada apa ini mengapa kepalaku pusing sekali? semuanya terasa berputar-putar di sini." gumam Avena sembari berusaha bangkit dari pemberiannya.
Tetapi ia tidak mampu melakukan itu, sehingga dirinya pun kembali membaringkan tubuhnya. Ia meraba air minum yang ada di atas nakas. Berharap Setelah meneguk air minum yang ada di atas nakas itu.
Berharap rasa pusingnya akan berkurang.
Avena Aditama langsung meneguk habis air minum yang ada di dalam gelas. Tetapi bukan rasa pusingnya yang menghilang justru Avena terasa mual. Hingga Ia pun berusaha masuk ke dalam kamar mandi. Untuk memuntahkan segala isi di dalam perutnya.
Avena merasa tidak tahan hingga, Ia pun langsung terduduk di depan pintu kamar mandi. Setelah ia mengeluarkan segala isi dalam perutnya. Barco yang sudah menunggu kedatangan Avena Aditama di warung usaha kuliner milik Avena Aditama, merasa khawatir terjadi sesuatu kepada Avena.
Ia pun akhirnya Pergi mencari keberadaan Avena Aditama, ke rumah yang ditempati oleh Avena selama ini. Ketika Barco atalariksa mengetuk pintu rumah milik Avena, Ia tak kunjung mendapat jawaban. Tetapi ia merasa curiga kalau Avena masih tetap berada di rumah.
Karena rumah terkunci dari dalam. Karena tak kunjung mendapat jawaban, Barco atalariksa akhirnya memberanikan diri masuk melalui pintu belakang, hanya untuk mencari tahu apa yang terjadi kepada Avena karena ada rasa curiga di hatinya.
Ketika Barco atalariksa berhasil masuk ke dalam rumah milik Avena Aditama melalui pintu belakang, ia begitu terkejut melihat Avena yang sudah terduduk tak berdaya di depan pintu kamar mandi. Barco pun langsung membantu Avena Aditama membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Tetapi Avena Aditama sudah tidak sadarkan diri lagi. Membuat Barco semakin khawatir akan kondisi sahabatnya.
__ADS_1
Barco mencari keberadaan Bimolie Wijaya di rumah. Tetapi ia tidak melihat sosok suami sahabatnya itu berada di sana.
Barco atalariksa memutuskan membawa Avena Aditama ke rumah sakit, agar kondisi Avena dapat diperiksa oleh dokter.
Dengan menggunakan taksi online yang sudah dipesan Barco atalariksa sebelumnya, Mereka pun berlalu meninggalkan rumah yang ditempati oleh Avena menuju rumah sakit. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, Avena dan Barco antariksa tiba di rumah sakit.
Kemudian Barco pun memohon kepada dokter agar segera memeriksa kondisi kesehatan Avena saat ini. Ia pun memberitahu kalau Avena saat itu, ia temukan pingsan di depan pintu kamar mandi.
Dokter memeriksa Avena Aditama. Mereka pun menganjurkan agar Avena diperiksakan ke dokter kandungan. Karena mereka curiga kalau saat ini Avena Aditama sedang hamil. Barco atalariksa pun setuju akan anjuran dokter. Avena pun akhirnya diperiksa oleh dokter kandungan.
Yang ternyata memang benar, kalau avena Aditama saat ini sedang hamil 2 bulan. Avena Aditama tidak menyadari kehamilannya, karena dirinya sangat sibuk mengelola usaha kuliner miliknya. Berharap usahanya berjalan dengan lancar dan dapat berkembang.
Setelah dokter memastikan kalau Avena Aditama memang hamil 2 bulan, Barco atalariksa pun merasa bahagia mendengar kabar sahabatnya Yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
Avena begitu bahagia mendengar kabar yang diberitahu dokter kepadanya. Bahwa dirinya saat ini sedang hamil benih cintanya dengan Bimolie Wijaya. Ia berharap Bimolie Wijaya juga akan bahagia mendengar kabar kehamilannya.
Tetapi untuk saat ini, ada rasa kecewa di hati Avena Aditama. Karena malam itu suaminya tak kunjung pulang. Padahal sebelum pergi Bimolie mengatakan kepada Avena kalau dirinya pergi hanya sebentar saja.
Avena pun berusaha menghubungi nomor ponsel milik Bimolie.
Tetapi ketika Avena menghubungi nomor ponsel Bimolie. Justru nomor ponsel milik Bimolie tak bisa dihubungi. Rasa khawatir terbesit di hati Avena. Ia khawatir terjadi sesuatu kepada suaminya.
Ia tidak mengetahui kalau saat ini Bimolie sedang bahagia bersama Sunco Anggraini menginap di salah satu Hotel bersama kekasih gelapnya. Sunco Anggraini yang sudah mendapat hadiah mewah dari Bimolie pun merasa bahagia.
__ADS_1
Sunco Anggraini merasa dirinya sangat beruntung mendapat cinta dan kasih sayang dari Bimolie Wijaya. Padahal Ia tidak mengetahui ada wanita yang tersakiti di antara hubungan mereka.
***
Setelah dokter memastikan kondisi kesehatan Avena Aditama baik-baik saja, asalkan avena mengatur pola makan dan rajin meminum vitamin, dan susu ibu hamil. Maka kondisi kesehatan Avena pasti akan baik-baik saja. Dokter pun memperbolehkan Avena Aditama untuk kembali ke rumah tanpa harus melakukan perawatan rawat inap di Rumah Sakit.
Setelah menyelesaikan segala administrasi di rumah sakit, Barco atalariksa dan Avena Aditama pun akhirnya kembali ke rumah. Ada rasa kecewa di hati Avena Aditama. Sejujurnya ia ingin memberitahu kepada suaminya. Kalau saat ini dirinya sedang hamil buah cinta mereka. Tetapi ketika Avena dan Barco tiba di rumah, ternyata suaminya tak kunjung pulang.
Untuk menghilangkan beban pikiran Avena Aditama, ia memilih mengikuti Barco atalariksa ke warung usaha kuliner miliknya. Untuk mengalihkan pikirannya dari perbuatan Bimolie terhadapnya yang saat ini acuh kepadanya.
Padahal baru beberapa hari yang lalu Bimolie begitu baik dan romantis kepadanya. Tetapi untuk saat ini entah ke mana Bimolie pergi Avena Aditama tidak mengetahuinya.
Avena Aditama berniat untuk mencari tahu keberadaan suaminya saat ini.
Karena nomor ponsel milik suaminya tak dapat dihubungi. Karena Avena merasa khawatir, Ia pun menghubungi Tuan Fortune Wijaya dan nyonya Happy soya. Setelah sambungan telepon seluler Avena tersambung ke nomor ponsel Tuan Fortune Wijaya, Avena pun langsung menanyakan keberadaan bimoli di sana.
Yang ternyata di kediaman Tuan Fortune Wijaya Bimolie juga tidak ada di sana. Membuat Avena semakin khawatir. Ia pun menangis sesungguhkan. Pikirannya Entah sudah kemana-mana. Tetapi Barco atalariksa meyakinkan Avena kalau saat ini Bimolie pasti baik-baik saja. Sehingga hati Avena sedikit lega.
Ketika Avena dan Barco dan juga beberapa karyawan yang bekerja di usaha kuliner milik Avena sedang sibuk melayani pelanggan, Bimolie tiba di sana. Tanpa mampir ke rumah terlebih dahulu. Bimolie meminta maaf kepada Avena Kalau Bimolie tidak dapat pulang malam itu. Karena ada pekerjaan yang harus ia kerjakan. Kebohongan kembali dilakukan oleh Bimolie Wijaya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1