
Ditempat lain Avena Aditama berniat untuk mengunjungi Bimolie. Tetapi Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah melarang Avena Aditama. Kaena rasa sakit yang sudah di perbuat Bimolie terhadap keluarga Avena.
"Pa....mom...., Avena ingin menjenguk Mas Bimolie." Avena Aditama kepada Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah.
"Apa?
"Menjenguk Bimolie?
"Untuk apa?
"Apa rasa sakit yang dilakukan Bimolie belum cukup? tanya Tuan Filma Orion kepada Avena, Kaena Tuan Filma Orion tidak habis pikir dengan jalan pikiran Avena Aditama, yang masih saja menaruh empati kepada Bimolie.
Padahal Bimolie, sudah berulang kali menyakiti dan menghianati cinta Avena Aditama. Tuan Filma Orian belum terima apa yang dilakukan Bimolie terhadap Avena Aditama dengan sang cucu Baby Alvaro.
Visual baby Alvaro
__ADS_1
"Tapi bagaimana pun ,mas Bimolie ayah kandung putraku baby Alvaro pa." ucap Avena Aditama kepada Tuan Filma Orion.
Tuan Filma Orion terdiam dan tidak dapat berkata apa apa. Karna apa yang dikatakan oleh Avena Aditama benar adanya..
"Terserah kamu saja, Papa hanya ingin mengingatkan kamu, agar kamu lebih memikirkan kehidupan masa depan kamu dan masa depan putra mu Baby Prasetya. Papa hanya tidak ingin kamu kecewa lagi." ucap Tuan Filma Orion kepada Avena Aditama.
Avena Aditama berpamitan kepada Tuan Filma Orion dan nyonya Hidayah. Avena Aditama berlalu bersama baby Alvaro menuju Kantor polisi, tempat Bimolie ditahan.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Avena Aditama Tiba di kantor Polisi dengan baby Alvaro.
Avena meminta ijin kepada pihak kepolisian, agar Avena diberi ijin mengunjungi Bimolie. Pihak kepolisian akhirnya memberikan Avena. Ketika Avena melihat keadaan Bimolie saat ini, hati Avena merasa tidak tega melihat Bimolie, lelaki yang masih sah menjadi suaminya di mata hukum dan agama.
"Mas!" ucap Avena sambil menatap Bimolie dengan tatapan iba.
"Sayang maafkan aku." ucap Bimolie sambil bersujud di kaki Avena
"Mas jangan seperti ini, lebih baik mas Duduk dulu dan kita bicara." ujar Avena
__ADS_1
Bimolie meraih tubuh putranya.
Tetapi terlihat Baby Alvaro tidak ingin bersama Bimolie. Terlihat ketika Bimolie ingin menggendongnya, Baby Alvaro menangis histeris. Membuat Bimolie tidak dapat memaksakan kehendaknya.
"Sudah mas, tidak apa apa. Nanti kalau baby Alvaro sudah terbiasa, pasti Putra kita akan mau sama mas." ucap Avena Aditama untuk menenangkan hati Bimolie Wijaya.
Avena Aditama memberikan makanan yang sudah dia bawa sebelumnya, kepada Bimolie. Berharap Bimolie dapat menyantap makanan itu dengan lahap. Avena tau persis kalau Bimolie selama berada di dalam penjara, ia tidak dapat menikmati makanan yang layak di sana.
Hal itulah yang membuat tubuh Bimolie Wijaya sudah tampak kurus dan tak terurus. Padahal baru 10 hari berada di balik jeruji besi. Avena Aditama berniat untuk membujuk Tuan Fortuna Wijaya dan nyonya Happy soya, agar mencabut laporannya kepada pihak kepolisian agar Bimolie dapat bebas dari penjara
Avena Aditama tidak ingin melihat Bimolie menderita.
"Mas tenang saja," kalau mas benar benar ingin berubah, Avena akan mencoba berbicara kepada papa dan mama agar mereka mencabut laporan terhadap mas agar emas dapat bebas dari sini." ucap Avena Aditama kepada Bimolie Wijaya.
"Kamu tidak perlu melakukan itu Sayang, Kaena mas pantas untuk mendapatkan hukuman ini. Karna kesalahan mas sudah cukup fatal terhadap kamu dan putra kita. Biarkan mas menjalani hukuman ini." ucap Bimolie kepada Avena Aditama.
Bimolie sepertinya sudah mulai menyadari segala kesalahannya terhadap Isti dan anaknya. Sehingga dia sendiri yang ingin menjalani hukuman atas kesalahan yang Bimolie lakukan sendiri.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.🙏🙏🙏🙏