
Happy reading.......
Berlian turun bersama dengan Zay keluar dari mobil. Sementara itu Dev sudah melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap ke arah pria tampan itu, yang akan menjadi menantunya dengan tajam.
Kakinya dihentak-hentak ke bawah dengan pelan, sambil menatap ke arah Zay yang sedang menggaruk belakang lehernya. Sebab pria itu merasa canggung, karena hampir saja kepergok akan mencium putri dari keluarga Bachtiar.
''Om,'' sapa Zay dengan nada canggung.
''Mau ngapain tadi, kamu sama Berlian?'' tanya Dev dengan nada yang dingin.
Zay terlihat bingung harus menjawab apa, dia menatap ke arah Berlian yang malah terkekeh melihat dirinya terpojokan. Bukannya membantu, tetapi Berlian malah ikut menanti jawaban apa yang akan calon suaminya itu berikan kepada sang papa.
''Kenapa diam? Kamu mau macam-macam sama putri saya? Atau kamu mau merasakan bogeman mentah saya, hah!'' geram Dev.
''Eh, en-ggak Om. I-tu, tadi ada nyamuk. Iya, nyamuk di pipi Berlian. Jadi saya hanya mengusirnya saja, tidak macam-macam kok, Om,'' jawab Zay dengan gugup sambil mengulang perkataannya.
''Awas ya! Berani kamu macam-macam sama Berlian sebelum menikah, habis otong kamu kupotong! Kujadikan sate, separuhnya aku jadikan rica-rica, mau!'' ancam Dev dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
Zay meneguk ludahnya dengan kasar saat mendengar ancaman calon mertuanya tersebut. Dia tidak bisa membayangkan, bagaimana senjata pamungkasnya harus dipotong dan dijadikan sate serta rica-rica, lalu dikasih kepada kanibal.
Satu tangan pria itu segera menutup bagian tengah paha, dan Berlian yang melihat itu pun segera tertawa terbahak-bahak. Dia tidak kuat melihat wajah panik calon suaminya, karena bagi Berlian itu sangatlah lucu. Apalagi saat melihat ketakutan di wajah Zay.
Ya ampun, dia lucu sekali saat ketakutan begitu? kekeh Berlian dalam hati.
''Saya pulang dulu, Om. Ini sudah malam,'' ucap Zay sambil masuk ke dalam mobil tanpa menunggu jawaban dari calon mertuanya.
Setelah kepergian Zayden, Berlian benar-benar tertawa lepas, begitupun dengan Dev. Dia juga terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. Pria itu tidak menyangka, mempunyai menantu yang sudah duda namun, diancam segitu saja sudah takut. Apalagi harus menjaga Berlian.
''Kenapa kamu harus mempunyai calon suami seperti dia? Masa baru diancam segitu aja sama Papa, sudah ketar-ketir? Ckckck, gimana kalau beneran Papa potong tuh senjatanya?'' kekeh Dev.
.
.
Sesampainya di apartemen, Zay langsung membersihkan diri, setelah itu dia berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi. Karena malam ini dia harus lembur, sebab ada beberapa pekerjaan yang harus diceknya.
__ADS_1
Ponselnya yang berada di atas meja berbunyi, kemudian dengan cepat pria itu pun menggeser tombol hijau ke atas, karena tahu panggilan itu dari asisten pribadinya, yaitu Max.
''Iya, kenapa Max? Kamu masih di Rumah Sakit bukan?'' tanya Zay saat telepon tersambung.
''Iya Tuan, saya masih di Rumah Sakit. Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan Tuan, ini perihal Tanisha dan juga Daffa,'' jawab Max di seberang telepon sana.
Zay yang tengah mengaduk kopinya seketika menghentikan gerakan tangannya. ''Apa yang mereka rencanakan?'' tanya Zay dengan rahang yang sudah mengeras.
Dia tidak habis pikir dengan kedua pengkhianat itu, tidak ada kapoknya sama sekali, meskipun sudah diberikan pelajaran. Padahal seharusnya, dari penyekapan kemarin mereka sudah mengambil kesimpulan, jika bermain-main dengan keluarga Bahtiar apalagi dengan dirinya, pasti tidak akan aman. Namun, sepertinya mereka itu berjiwa iblis, yang tidak pernah kapok sebelum musuhnya tumbang.
Kemudian terdengar Max menyebutkan apa rencana Tanisha dan juga Daffa. Memang sebelum mereka dibebaskan dari penyekapan itu, kedua anak buah Zay menyuntikkan obat bius kepada mereka, lalu memasangkan alat penyadap di balik telinga dua irang itu. Sehingga apapun yang mereka bicarakan, pasti akan di ketahui oleh Zay maupun Max.
Rahang pria itu mengeras, urat-uratnya bahkan tercetak jelas di kulit putihnya. Tangannya terkepal dengan sorot mata yang tajam. Zay tidak akan membiarkan mereka mencelakai Berlian untuk kedua kalinya, apalagi setelah mendengar rekaman yang diberikan oleh Max.
''Keterlaluan! Mereka rupanya belum kapok bermain-main denganku. Lihat saja! Sekarang bukan hanya keluarga mereka yang hancur, tapi akan kubuat hidup dua orang itu seperti debu!'' geram Zay dengan nada yang lirih.
BERSAMBUNG.....,
__ADS_1
kira kira apa ya rencana dua kucrut itu?π€π€