
Happy reading......
Tidak terasa Berlian malah tertidur di ruang tv. Padahal tadi dia sangat antusias saat melihat film tersebut yang sedang ditayangkan di televisi, tapi kali ini wanita tersebut malah sudah tepar sambil memeluk bantal sofa.
Zay baru saja menyelesaikan pekerjaannya, kemudian dia masuk ke dalam kamar..Akan tetapi, saat pria itu masuk, dia tidak melihat istrinya.
''Berlian ke mana ya? Kok dia tidak ada di kamar?'' bingung Zay.
Kemudian dia keluar dari kamar untuk mencari istrinya, dan tujuan utamanya adalah ruang tv. Karena dia yakin, istrinya pasti berada di sana bersama dengan oma Linda dan juga Desi.
Benar saja, saat dia sampai di sana melihat tiga wanita itu sedang tertidur dengan pulas di sofa. Zay hanya bisa menggelengkan kepalanya, sedangkan TV masih menayangkan acara film walaupun sudah berakhir.
''Ya ampun, Trio wek-wek ini. TV nyala tapi ketiganya malah tertidur? Ini sih namanya bukan nonton tv, tapi tv yang nonton mereka," gerutu Zay sambil menggelengkan kepalanya.
Kemudian pria itu membangunkan ketiga wanita tersebut, dan meminta mereka untuk pindah ke kamar. Tapi tidak dengan Berlian, dia langsung menggendong istrinya menuju kamar mereka dan menidurkannya dengan perlahan.
Sejenak Zay terdiam, dia melihat bagaimana wajah cantik istrinya tanpa menggunakan make-up sama sekali. Kemudian dia membuka jilbab istrinya secara perlahan, hingga rambut indah itu pun tergerai menampilkan kecantikan yang begitu sangat mempesona.
__ADS_1
''Aku begitu sangat beruntung memilikimu, sayang. Tidak kusangka, ternyata aku akan jatuh cinta pada seorang gadis yang bahkan jauh umurnya di bawahku,'' ucap Zay sambil mengelus pipi Berlian dengan lembut.
Kemudian pria tersebut memeluk tubuh Berlian lalu menyelam ke alam mimpi.
.
.
Hari ini Dea dan juga Dev pulang, dan mereka sedang berada di jalan, sedangkan Berlian dan juga Zay sedang berada di kantor Bachtiar. Karena saat ini Zay meminta sang istri untuk menemaninya di kantor.
''Sayang, kita makan siang di luar aja ya!'' pinta Zay pada Berlian, dan wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.
Bahkan saat ini Berlian tengah bersender di bahu Zay, sambil memainkan ponselnya. Dia membalas chat dari Desi yang mengatakan, jika wanita itu sudah di terima kerja di sebuah kantor bagian keuangan.
''Kamu kenapa sih sayang? Kok senyum-senyum sendiri kayak gitu? Lagi chat-an sama siapa?'' tanya Zay sambil mengintip ponsel istrinya.
''Ini Om suami, Desi baru saja diterima kerja. Katanya mulai besok dia sudah berangkat, dan dia mendapat jabatan dari bagian keuangan,'' jelas Berlian
__ADS_1
''Sebenarnya aku ingin menawari dia untuk kerja di kantor, tapi ada yang kutakutkan,'' ujar Zay.
''Ada yang ditakutkan? Apa itu?'' tanya Berlian sambil mendongakkan wajahnya menatap ke arah suami tampannya tersebut.
CUP!
Zay mengecup kening Berlian. ''Ada yang aku takutkan, yaitu Max. Kalau mereka satu kantor, bisa-bisa bukannya kerja tapi malah pacaran? Apalagi sekarang si lampu lampion mulai bucin tuh sama sahabat kamu. Sudah pasti kerjaannya terbengkalai,'' jelas Zay..
Berlian yang mendengar itu pun hanya terkekeh saja, tak lama makanan pun datang. Mereka mulai menyantap makanan tersebut, akan tetapi di sela-sela makan mereka, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang duduk tanpa malu di hadapan keduanya.
Dan yang paling membuat Berlian geram adalah, pakaian wanita tersebut yang begitu terbuka, menampilkan setengah dadanya.
''Hai Tuan Zay, sudah lama sekali ya kita tidak bertemu? Wanita ini siapa?'' tanya wanita tersebut sambil menatap ke arah Berlian.
''Saya Berlian, istrinya Om suami. Maaf Anda ini siapa ya?'' tanya Berlian yang sama sekali tidak mengenal perempuan yang saat ini berada di hadapannya.
''Oh istrinya, tapi kok terlihat biasa aja ya,'' ucap wanita itu dengan enteng.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....