Tamu RANJANG Tuan DUDA

Tamu RANJANG Tuan DUDA
Ikan Lele masuk Sarang


__ADS_3

Happy reading.......


Setelah membersihkan diri, Berlian keluar menggunakan handuk, kemudian dia berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju tidurnya. Namun, di sana tidak ada baju untuknya sama sekali, hanya ada kain yang sangat tipis.


Mata Berlian membeliak kaget. Dia merasa ragu untuk memakai kain itu di hadapan Zay, walaupun sekarang pria duda tersebut sudah menjadi suaminya. Namun tetap saja, ada rasa canggung.


'Astaga! Apa iya aku harus memakai kain haram ini?' batin Berlian.


Zay yang sedang membuka email di ponselnya, tiba-tiba mengerutkan kening saat melihat Berlian hanya diam sambil menatap ke arah dalam lemari.


''Berlian, apa kamu tidak dingin? Cepatlah mengambil baju, dan pakai bajunya! Hari juga sudah mulai malam,'' ucap Zay mengagetkan lamunan istrinya.


''I-ya O-om,'' jawab Berlian dengan gugup.


Kemudian dia mengambil lengrie berwarna hitam, lalu masuk ke dalam kamar mandi dan memakainya. Namun seketika tubuh Berlian bergidik geli, saat melihat pantulan dirinya di cermin.


''Ya ampun! Aku benar-benar seperti wanita malam yang akan melayani kliennya? Astaga! Kalau seperti ini, ngapain juga pakai baju? Sekali tarik aja langsung robek,'' gerutu Berlian sambil membolak-balik tubuhnya.


Akan tetapi, Berlian tidak berani keluar. Dia masih berdiam diri di dalam kamar mandi, dan itu membuat Zay merasa heran, sebab istrinya tidak keluar-keluar dari bilik kamar mandi.


Berlian tersentak kaget, saat mendengar ketukan di pintu kamar mandi, dan terdengar suara Zay memanggil dirinya.


''Berlian ... kenapa kamu lama sekali di kamar mandi? Kamu tidak apa-apa 'kan?'' tanya Zay dengan ada yang cemas.


''Aduh! Aku harus gimana? Tapi menolak juga percuma, yang ada aku kena dosa?'' bingung Berlian sambil mengacak rambutnya.


''Berlian, kenapa---'' Ucapan Zay terhenti saat melihat pintu kamar mandi terbuka, apalagi saat ini Berlian keluar dengan pakaian yang begitu sangat seksi, sehingga membuat pria itu meneguk ludahnya dengan kasar, dan menatap wanita itu tanpa berkedip sedikitpun.


''Om, jangan menatapku seperti itu!'' ucap Berlian sambil menundukkan kepalanya.


''Jika tidak ingin di tatap, kenapa kau ingin menggodaku?'' tanya Zay dengan suara yang sudah tertahan serak.

__ADS_1


''Aku tidak bermaksud untuk menggoda. Hanya saja, tidak ada baju selain ini,'' jawab Berlian dengan jujur.


Zay mengerti jika ini pasti permainan mama mertuanya dan juga oma Linda. Kemudian Berlian keluar dari kamar mandi menuju meja rias untuk menyisir rambutnya yang sedikit berantakan.


Dadanya terus aja berdebar dengan kencang, karena sedari tadi suaminya terus saja memperhatikan wanita itu, sehingga membuat Berlian merasa sedikit gugup.


Setelah melakukan ritual menyisir rambut, Berlian pun berjalan ke arah Zay, tapi seketika dia teringat sesuatu. Mereka belum melaksanakan shalat sunnah.


''Om suami,'' panggil Berlian.


Namun Zay tidak menjawab. Pria itu masih diam saja, sambil memainkan ponselnya, dan itu membuat Berlian sedikit kesal.


''Om suami.'' Berlian lagi-lagi memanggil Zay, namun tetap saja pria itu seakan tuli.


''Dasar pria tuli!'' gerutu Berlian sambil menekuk wajahnya, kemudian dia beranjak dari duduknya hendak pergi masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Namun seketika Zay menarik tangannya, lalu memeluknya dari belakang. Membuat wanita itu tersentak kaget, hingga tubuhnya terpaku.


Pria itu mencium harum tubuh milik istrinya yang begitu sangat menggoda. Rasanya ingin sekali dia langsung merobek kain tipis tersebut. Namun, Zay mencoba untuk menahannya.


''Sudah kubilang bukan, jangan memanggilku Om suami! Aku ini suamimux bukan Om-mu. Bisa tidak, kau menghargaiku!'' tegas Zay dengan nada penekanan.


Berlian menganggukkan kepalanya, dia memang bersalah, karena memanggil suaminya dengan sebutan om.


''Baiklah, aku minta maaf, tapi bisa tidak lepaskan pelukannya! Kita harus menunaikan shalat Sunnah dulu,'' jelas Berlian.


Mendengar itu, Zay kemudian melepaskan pelukan di tubuh istrinya, lalu dia berjalan lebih dulu ke arah kamar mandi tanpa mengucapkan apapun pada Berlian. Sedangkan wanita itu hanya mengusap dadanya saja dengan lega.


Entah kenapa, setiap kali Zay memeluknya, dia seperti merasakan sesak. Apalagi saat pria itu bernafas di dekat tengkuk lehernya, membuatnya seketika meremang merasakan sesuatu yang aneh menjalar ke seluruh sel tubuh.


Selesai menunaikan shalat sunnah, Zay menaruh tangannya di kepala Berlian, kemudian dia pun mengucapkan doa.

__ADS_1


Wanita itu memejamkan matanya. Dia tidak menyangka, jika Zay ternyata hafal dengan doa tersebut. Padahal tadinya Berlian pikir, Zay sangat abai terhadap Agama.


Saat Berlian melipat mukenanya, Zay pun bertanya kepada wanita itu, ''Apakah boleh, jika malam ini aku melakukannya?'' tanyanya dengan ragu.


Berlian terdiam sejenak, tidak langsung menjawab ucapan suaminya. Dan itu membuat Zay menyimpulkan, jika Berlian masih berat untuk disentuh olehnya.


''Tidak apa-apa jika kamu belum siap. Aku mengerti kok, lagi pula---''


''Saya sudah siap. Tidak baik menolak ajakan suami, bukan?'' jawab Berlian memotong ucapan Zay.


''Apa kau yakin?'' Zay bertanya untuk memastikan, dan Berlian langsung menganggukkan kepalanya dengan mantap.


Pria itu pun tersenyum sumringah, kemudian dia mulai menggendong tubuh Berlian dan menidurkannya di atas ranjang dengan perlahan, seperti sedang menaruh selendang sutra yang begitu lembut.


Mata keduanya terkunci satu sama lain. Apalagi saat ini Zay berada di atas tubuh Berlian, membuat jantung keduanya berdetak dengan sangat kencang. Kemudian dengan perlahan, Zay mencium kening Berlian, lalu turun ke kedua mata, hidung, pipi, dagu dan yang terakhir adalah bibirnya.


Akan tetapi, pria itu tidak langsung melakukan pergerakan saat bibir mereka menyatu. Hingga setelah beberapa saat, Zay mulai mempermainkan bibir manis nan ranum milik istrinya.


Sentuhan demi sentuhan lembut dari tangan kekar pria itu, menyusuri setiap jengkal tubuh indah, mulus nan sintal milik Berlian. Dia tidak ingin menyakiti wanita tersebut, sehingga Zay melakukannya secara perlahan namun pasti.


Sehingga saat pria itu akan menjebol gawang Berlian untuk kedua kalinya. Dia masih sedikit kesusahan, hingga saat dorongan ketiga, ikan lele itu berhasil masuk ke dalam lubang belut. Membuat Berlian memekik sakit dan meremas lengan kekar milik suaminya.


Malam itu pun, mereka lewati dengan olahraga panas hingga tiga ronde. Berlian juga sudah kelelahan, jadi Zay tidak ingin memaksa istrinya. Dia sangat bahagia, karena Berlian mau untuk melayaninya malam ini.


''Terima kasih sayang, aku tidak akan pernah melupakan malam ini. Dan mulai sekarang, kamu hanya akan jadi milikku. Dan aku, akan menjadi milikmu!'' ucap Zay dengan lembut sambil mengecup kening Berlian.


Setelah itu, Berlian tidur dalam dekapan hangat suaminya.


BERSAMBUNG.....


Cieeee... yg baru belah semangk0****k🤣🤣🤣Jaga** pikiran ya, jangan traveling🤣🤣**

__ADS_1


__ADS_2