Tamu RANJANG Tuan DUDA

Tamu RANJANG Tuan DUDA
Hancurkan Mereka


__ADS_3

Happy reading....


''Ma, aku dan Daffa sudah putus. Dia dan juga Tanisha berselingkuh di belakang aku Ma. Mereka berdua juga berniat menghancurkan aku,'' jelas Berlian.


Dia tidak sanggup untuk mengatakan jika mereka bertiga menjebak dirinya hingga membuat sesuatu yang berharga hilang dalam tubuh Berlian.


Mendengar ucapan Berlian, Dea sangat kaget. Kemudian dia menarik Berlian dalam dekapan nya. Dia tahu, pasti saat ini putrinya tengah terluka. Sebab di khianati itu sangatlah sakit.


''Sabar ya sayang, Mama sangat yakin jika Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kamu.'' Dea mencoba memberi suport pada putrinya. Karena dia tahu, saat ini itulah yang Berlian butuhkan.


Maafkan aku Ma, aku tak bisa cerita yang sebenarnya pada Mama. Bukan aku tak mau, hanya saja aku takut Mama akan syok. Aku akan menceritakannya nanti, saat waktunya tiba.


Mereka tidak sadar, jika ada satu pasang mata yang mengawasi dan mendengarkan ucapan mereka di pintu kamar yang tidak tertutup rapat.


Orang itu adalah Dev. Diq sengaja tidak masuk kedalam kamar, sebab ia ingin mendengar sendiri apa yang di bicarakan oleh anaknya pada Dea. Dia tahu, jika dia ikut bertanya maka Berlian tidak mau bercerita.

__ADS_1


Karena selama ini Berlian lebih dekat pada Mamanya.


Tangan Dev terkepal kuat dengan rahang mengeras. Dia benar - benar tidak terima jika putrinya di sakiti oleh orang lain. 'Lihat saja! Kamu akan ku buat menderita. Berani - beraninya bocah itu bermain - main dengan keluarga Arganendra!' batin Dev dengan geram.


Kemudian dia melangkahkan kakinya menuruni anak tangga. Dia akan pergi ke kantor sekaligus memerintahkan anak buahanya untuk memberi pelajaran pada Daffa, karena sudah membuat putrinya menangis.


***********


''Napa sih, kau ini kebiasaan suka nya manggil dadakan?'' gerutu Al yang baru saja masuk kedalam ruangan Dev.


Al memang masih bekerja dengan Dev, tapi bukan berarti Al tak memiliki usaha. Dia juga punya perusahaan tapi di kelola oleh sekretarisnya, dan Al hanya 2 hari sekali kesana untuk menengok.


Pria itu mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Dev. ''Tunggu! Daffa? Bukannya dia itu pacaran ya Berlian?'' tanya Al dan langsung di jawab anggukan oleh Dev.


''Lalu ... Dev, kau jangan membuat ulah ok. Nanti Berlian bisa marah,'' ucap Al.mengingatkan.

__ADS_1


''Aku tidak mungkin menyuruhmu melakukan itu, jika bukan karena sebab yang kuat, Alvin.'' kesal Dev sambil menatap sahabatnya dengan wajah datar.


Al menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. Dia benar-benar bodoh karena menanyakan pertanyaan yang tidak penting. Tentu saja dia sudah mengenal Dev seperti apa, dan harusnya dia juga tahu Dev tidak mungkin melakukan hal yang membuatnya rugi.


Kemudian Dev pun menceritakan tentang apa yang dia dengar dari Berlian, dan Al yang mendengar itu tentu saja ikutan emosi. Walau bagaimanapun Al juga sudah menganggap Berlian sebagai putrinya sendiri, karena persahabatan antara Alvin dan juga Dev langgeng sampai saat ini, dan mereka masih suka berkumpul keluarga.


''Kenapa hanya satu restoran saja yang kau hancurkan? Kenapa tidak membuatnya bangkrut sampai harus mengemis di jalanan!'' geram Alvin yang ikut emosi.


Dev terkekeh melihat amarah sahabatnya itu, dia benar-benar bahagia karena banyak yang menyayangi Berlian, termasuk sahabat-sahabat nya. ''Jangan terlalu dipikirkan. Kita kasih dia peringatan dulu, tapi jika dia masih mengganggu putriku dan dia masih menyakiti putriku. Maka kita akan buat mereka hancur dan tidak akan pernah bisa bangkit.'' Dev berucap dengan wajah dinginnya.


Walau dia sudah mau berkepala lima, tetapi wajah tampan Dev masih sangat terlihat muda. Bahkan, sampai sekarang pun banyak wanita yang ingin menjadi simpanan Dev dan mengejar-ngejar pria itu. Begitu juga dengan Alvin, bukannya semakin tua semakin keriput dan jelek, tetapi mereka berdua malah semakin tampan di mata kamu wanita.


''Baiklah, kalau tunggu kabarnya saja hari ini. Akan kupastikan restoran itu akan hancur,'' ujar Alvin sambil berdiri dan melangkah pergi keluar dari ruangan Dev.


''Berani menyentuh keluargaku, maka kamu akan tanggung sendiri akibatnya,'' gumam Dev sambil tertawa sinis.

__ADS_1


Mengetahui putrinya di selingkuhi saja membuat Dev menghancurkan keluarga Daffa. Bagaimana jika Dev tahu yang sebenarnya, jika Daffa, Tanisha dan juga Desi menjebak Berlian hingga kesucian Berlian di renggut paksa oleh pria yang tidak dikenal. Mungkin amarah Dev sudah tidak akan pernah bisa di kontrol lagi, karena Berlian adalah anak satu satunya.


BERSAMBUNG


__ADS_2