Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 10 Medical Check Up


__ADS_3

BAB 10


Selesai melakukan praktik Dayana menunggu pasien yang akan melakukan medical check up di lantai 5 rumah sakit. ia didampingi satu orang perawat yang akan membantunya nanti, cukup lama Dayana menunggu hingga satu jam, dan ini tidak sesuai dari jadwal. “Baru kali ini aku menunggu pasien sangat lama, apa dia lupa kalau ada MCU hari ini?”, gumam Dayana.


“Dokter sabar, pasien kita hari ini orang penting dan sibuk”, ujar perawat yang telah mengetahui siapa orang itu.


“Baiklah, apa dia pejabat sampai sibuk sekali?”.


“Lebih sibuk dari pejabat dan terkenal, dokter”, perawat itu tertawa sampai wakil direktur datang bersama dua orang. Dayana dibuat terkejut melihat siapa yang datang.


“Dokter Dayana, ini Kevin Nugraha yang akan dokter dampingi, dan Kevin ini adalah dokter cantik kami yang akan membantu anda”.


Pantas saja pagi ini Dayana begitu malas dan berat untuk pergi kerja, rupanya ada hal yang tidak ia sukai telah menunggunya. Seandainya saja hari ini izin pasti Dayana tidak akan bertemu dengan Kevin. Manik jernih Dayana beralih menatap wanita yang berdiri di sisi Kevin, rasanya tidak asing tapi ia lupa dimana bertemu atau melihat perempuan berpakaian minim itu.


“Jadi dia pasienku hari ini”, batin Dayana mengeluh.


“Jadi dia dokter sungguhan”, kata hati Kevin.


Sorot mata keduanya sama-sama terkunci satu sama lain, terbelenggu dengan pikiran masing-masing.


“Dokter, ayo”, suara perawat, menyenggol lengan Dayana.


Dayana yang tersadar dari lamunan segera membimbing Kevin masuk ruangan, diikuti Selena yang mengekor di belakang Kevin.


Dayana melakukan beberapa tes pada Kevin, ia berusaha bersikap profesional meski sangat ingin menendang pria di hadapannya. Sedangkan Kevin tak henti menatap dalam sang istri yang ia kira dokter palsu, menyamar hanya untuk menarik simpatinya.


Sampai di proses paling akhir dimana pemeriksaan umum, Dayana menempelkan stetoskop pada tubuh depan Kevin, jemarinya terasa bergetar ingat kejadian hari dimana semuanya berubah.

__ADS_1


“Apa anda memiliki keluhan?”, tanya Dayana suaranya kecil dan Kevin merasa berbeda dari biasanya. Ya saat Dayana berdua dengannya pasti wanita ini akan licin dan kasar, tapi tidak sekarang, begitu lembut dan cekatan, rasa kagum muncul dari diri Kevin.


“Aku hanya kesulitan tidur saat malam hari, bisa ditangani bagaimana caranya?”, tanya Kevin sembari menatap Dayana.


“Seperti itu rupanya, ada sesuatu yang membuat anda gelisah?”, tanya Dayana bukan untuk dirinya tetapi membantu Kevin menyelesaikan masalah insomnia yang menyerang.


Setelah melakukan semua rangkaian medical check up Kevin tidak langsung keluar ruangan, melainkan duduk menunggu Dayana selesai merapikan berkas yang akan diberikannya pada bagian administrasi.


“Dokter, lihat. Kevin Nugraha selalu melihat kesini, sepertinya dia menyukai dokter eh tapi tadi itu pacarnya”, suara perawat berubah menjadi lesu mengucapkan kata ‘pacar’.


“Mungkin dia ingin tahu hasilnya dengan cepat”, sanggah Dayana. Memberi beberapa sampel milik Kevin, “Ini tolong serahkan ke bagian laboratorium”, perawat itu pun mengangguk paham, segera meninggalkan Dayana.


Hanya berdua dalam ruangan, Kevin mendekati istrinya yang tampak sibuk memilah berkas. “Kau tidak bertanya kenapa aku melakukan tes ini?”, tanya Kevin berdiri tepat di depan sang istri, memasukan satu tangan ke saku celana.


“Maaf, tapi aku hanya akan melakukan tugas sesuai perintah saja. Hasilnya akan keluar besok, jadi hari ini silahkan anda pulang”, menyunggingkan senyum kaku dan kembali berkutat dengan berkas.


“Aku akan pergi ke Korea selama 3 hari”, suara Kevin datar.


“Dengar ya, Tuan Kevin Nugraha, anda tidak diperkenankan untuk ikut campur masalah pribadiku”, Dayana berdiri memegang berkas, hendak keluar ruangan. Seketika lengannya tertarik dan menabrak dada pria yang dibencinya. “Aw”, mengusap kening.


“Apa yang anda lakukan?”, berang Dayana karena Kevin kelewatan, ini di rumah sakit dan Dayana tak ingin orang lain tahu status keduanya.


“Dimana kau tinggal? Katakan !”, perintah Kevin begtu tegas dan datar.


“Bukan urusanmu, silahkan keluar dari ruangan ini dan jangan ganggu aku, mengerti?”, Dayana mendongak dan menatap tajam pada Kevin.


Getaran aneh Kevin rasakan melihat kedua mata hitam jernih Dayana, tak buang waktu tanpa permisi Kevin menyesap singkat bibir tipis Dayana yang begitu menggoda.

__ADS_1


PLAK


Dayana refleks memukul keras pipi kiri suaminya hingga merah, ia kesal dan lagi Kevin tidak menghargainya. Pria ini tidak bersikap profesional, Dayana semakin benci pada Kevin. “Berani sekali, anda sangat lancang”, sentak Dayana melepaskan diri dari Kevin.


“Apa salah aku mencium istriku sendiri?”, suara Kevin menghentikan langkah kaki Dayana yang hendak membuka pintu.


“Aku bukan istrimu, sebaiknya ceraikan aku sekarang juga”, suara tinggi Dayana begitu menukik tajam menusuk dada Kevin.


“Tidak, kau tidak bisa mengaturku”, Kevin maju mendekat, mengeluarkan dompet dan memberi Dayana kartu debit. “Pakailah ini untuk kebutuhan pribadimu, setidaknya aku harus bertanggung jawab terhadap istri”, celoteh Kevin membuat Dayana tertawa sinis.


“Istri?  kau bahkan menghilang berminggu-minggu, maaf dan terima kasih Kevin, aku tidak membutuhkan kartu ini, aku bukan pengemis, simpan saja ini milikmu”, Dayana menyerahkan kembali kartu debit pada suaminya.


Kevin yang tidak pernah mendapat penolakan merasa sakit hati, bagaimana bisa wanita seperti Dayana menolaknya, apalagi mereka telah melakukan hal lebih yang mungkin saja pasukan Kevin telah tumbuh dalam rahim istrinya.


“Kenapa kau ingin bercerai?”, tanya Kevin.


“Karena aku tidak mencintaimu dan kamu juga terlalu muda menjadi seorang suami, pernikahan ini karena kesalahan bukan keinginan”, Dayana menolak sentuhan Kevin dan menghempas tangannya.


“Aku juga tidak mencintaimu. Memangnya beda berapa tahun usia kita? Apa kau membenciku? Di luar sana para wanita mengantri hanya untuk kencan 1 hari denganku”, angkuh Kevin dan memang benar adanya.


“Ck, kau itu bocah tidak tahu diri, sekarang minggir aku mau keluar, tugas ku masih banyak. Tidak bisa bermain dengan anak kecil seperti mu”.


“Dan sayangnya anak kecil ini suamimu, dan kau harus patuh padanya, Dokter Dayana”, Kevin memasukan kartu atm di saku jas Dayana kemudian keluar ruangan, meninggalkan sang istri yang mengumpat dalam hati.


Dayana pun keluar, betapa menjijikkannya pemandangan yang ia lihat. Sungguh pasangan tidak tahu malu, Kevin dan Selena berpelukan berjalan bersama. Ada perasaan tidak suka dari Dayana yang melihat kebersamaan Kevin dengan kekasihnya.


“Dasar anak kecil pacaran tidak tahu tempat”, gumam Dayana, mengekor sepasang kekasih itu. Lebih parahnya lagi Dayana harus satu lift bersama keduanya, “Sungguh sial hariku”, batin Dayana yang kesal bukan main.

__ADS_1


Suara manja Selena bisa didengar Dayana, dan ya ampun menjijikan sekali perempuan yang jauh lebih muda itu merangkul Kevin dan menyentuh tubuh pria yang bukan haknya. Sungguh Dayana ingin membuka paksa pintu besi ini, namun apa daya ia hanya menunggu hingga sampai tujuan.


...TBC...


__ADS_2