
BAB 36
Satu minggu setelah diusirnya Kevin dari rumah sakit, beberapa kontrak kerja sama batal dan ia memiliki waktu senggang lebih banyak. Dirinya pun masih tetap menjadi bahan perbincangan di beberapa akun gosip.
Semua tawaran drama yang menunjuknya sebagai pemeran utama pria gagal sudah, citra buruk Kevin terlanjur melekat di mata publik, hanya membintangi beberapa iklan dari produk yang tidak terlalu terkenal.
Dayana pun pergi tidak tahu kemana, beberapa kali Kevin bertandang ke rumah sakit, istrinya tidak ada di ruang rawat, dan telah mengundurkan diri sebagai dokter umum GB Hospital. Kevin semakin bingung dan tak tentu arah, hari-harinya dihabiskan dengan melamun memandangi kaca di dalam apartemen.
“Vin”, Mario menepuk bahu aktornya yang sedang sepi job. “Dayana belum ada kabar?”.
Kevin hanya mampu menggelengkan kepala sebagai jawaban, rumah mertuanya pun sepi tidak ada siapa pun, entahlah kemana perginya Dayana sepulang dari rumah sakit.
Berkunjung ke kediaman Bradley, percuma, dia diusir kasar oleh petugas keamanan yang menjaga rumah mewah itu, mengintip ke dalam pun tidak bisa. Pagar serta beberapa pepohonan menjulang tinggi menghalangi siapa pun yang hendak memandang ke dalam.
“Gue yakin, Vin. Kalau Dayana ada di rumah Tuan Rayden. Tapi kita engga bisa tembus masuk kesana, pengamanan di sana ketat, alatnya canggih juga”, tutur Mario.
“Ya gue tahu, Mario”, Kevin menundukkan tubuh dan wajah pada meja, matanya terpejam erat mengingat kenangan bersama Dayana yang tidak seberapa lama.
“Kenapa baru sekarang, gue menyesal? Harusnya dari awal gue tegas kalau memang harus di lepas ya gue lepas tapi semua malah gue tahan dan gantung, hingga kejadian seperti ini”, sesal Kevin.
“Lo yang sabar ya Kevin, tindakan Lo sekarang benar, mengakui Dayana dan putus dari Selena. Tapi Selena masih neror Lo setiap hari, belum lagi tuntutan dari tante, ya gue paham, Vin”, iba Mario, dia tidak menyangka lika liku Kevin begitu tajam.
Lebih kasihan lagi karena Nyonya Martha selalu menuntut putranya banyak hal, dan tidak mengizinkan putus dari Selena. Padahal sangat jelas bahwa Selena tidak mencintai Kevin dengan tulus.
**
Kediaman Bradley
__ADS_1
Dayana duduk di kamarnya, memandangi taman bunga yang cantik dan berwarna warni. Semua keputusan harus dirinya terima, menurut keluarga langkah yang diambil adalah hal tepat.
Cita-citanya sebagai dokter, pupus sudah akibat masalah antara dia dan Kevin. Keluarga yang tidak ingin Dayana menjadi bahan gunjingan segera menangkap pelaku penyebar video dan menghapus jejak digital itu.
Hari-harinya saat ini hanya duduk dan tidur di kamar atau berkeliling rumah, paman Dayana tidak mengijinkan keponakannya keluar rumah karena akan mudah bagi Kevin menemui Dayana.
“Dayana? Ada kiriman surat untuk mu, tapi bunda belum lihat”, Bunda Nayra menyerahkan benda itu. Penjaga keamanan yang ditugaskan di rumah Oma Nilla mengantarkan surat dan segala kiriman apapun untuk Dayana ke rumah keluarga Bradley sesuai perintah dari bos mereka, Rayden Bradley.
“Apa ya bunda? Apa tagihan kartu kredit? Tapi dua tahun belakangan ini selalu mengirim e-billing ke email”, tutur Dayana yang juga merasa kebingungan. Jemari lentik mulai membuka penutup surat dan menampakkan amplop berlogo serta tulisan ‘Pengadilan’.
Tangan Dayana yang semua baik-baik saja kini bergetar mengeluarkan sepucuk surat dari dalam amplop, terpampang nyata surat cerai dari pengadilan. “Kevin benar-benar melakukannya”, pikir Dayana mengusap perutnya yang rata.
Bunda Nayra yang melihat surat itu pun hanya menggelengkan kepala, menantu kecilnya memang tidak pernah berpikir panjang. Memang benar seharusnya Dayana berpisah bukan bertahan, lihat saja semua tingkah laku Kevin tidak layak di sebut sebagai suami.
“Tidak apa sayang, bunda dan oma akan selalu di sampingmu, kamu jangan cemas kita pasti bisa melewati semua ini”, menggenggam erat tangan putrinya.
Dayana menggeleng lemah sebagai jawaban, hatinya sakit mendapat perlakuan buruk dari Kevin dan surat cerai dari suaminya ini semakin membuktikan bahwa Kevin tidak menginginkan pernikahan dan terikatnya hubungan mereka.
Lebih baik Dayana pergi dari kehidupan aktor itu, cukup sudah dirinya terluka belum lagi kekasih Kevin yang tak pernah berhenti mendekati suaminya, tidak menjaga sikap sama sekali dan menjauh.
Mungkin hal ini yang ingin Kevin sampaikan satu minggu lalu saat menerobos masuk ke ruang rawatnya. Dayana akui Kevin sedikit berubah beberapa hari terkahir tapi sakit dihatinya begitu dalam.
Setelah ini Dayana akan hidup menjadi dirinya sendiri, tidak lagi harus sembunyi dan menjadi orang lain. Ia akan meminta bantuan dari pamannya untuk membantu menyelesaikan masalah perceraian.
Dokter cantik berwajah manis ini tidak ingin terlarut lama dalam statusnya yang menggantung begitu saja, ingin ia akhiri secepat mungkin dan menghapus tentang Kevin.
“Dayana minta tolong Papa Ray, cari pengacara bun”, suara lemah Dayana yang masih pemulihan dari pendarahan. Menghubungi pamannya dan mengatakan apa yang diterimanya dari Kevin.
__ADS_1
Tertampar kenyataan begitu menyakitkan, seolah penderitaan dan ujian belum berkahir ditujukan untuknya. Tidak cukupkah, dirinya saja yang mengalami perpisahan orang tua dan kehilangan kasih sayang ayah.
Kristal bening yang tak bisa terbendung, turun sudah mengalir bebas melewati pipi mulus Dayana.
Tok....tok
“Permisi, Non. Ada Tuan Daniel menunggu di ruang tamu”
“Oh ya, tunggu sebentar”, menghapus air mata.
Dayana merias sedikit wajahnya agar jejak air mata tidak terlihat oleh siapapun, ia malu pada Daniel yang harus mengetahui keadaan rumah tangga dadakannya.
Mencoba tegar menghadapi semua, Dayana tersenyum manis pada Daniel yang sedang duduk menyesap kopi.
“Apa kabar?”, tanya Daniel ramah.
“Baik, kamu sendiri? Sepertinya sekarang semakin sibuk”, goda Dayana, pria di depannya ini setelah satu minggu baru berkunjung, tentu saja Daniel pengacara terkenal, jam terbang tinggi serta klien dengan kasusnya menanti mendapat bantuan.
“Dan ini untukmu, perempuan cantik selain mamaku”, kelakar Daniel menyerahkan buket coklat serta bunga yang dibentuk seperti hati tepat di bagian tengahnya.
“Menurut penelitian, kandungan dalam coklat bisa memperbaiki mood dan ya cukup membantu kita melepas penat. Tentu Bu Dokter di depanku sangat tahu dibanding aku yang hanya bisa bicara ini”, lanjut Daniel tanpa meredakan tawanya.
“Terima kasih Daniel, kamu selalu aku repotkan, makasih Daniel”, Dayana tersenyum haru, pria yang seharusnya menjadi suaminya ini sangat dewasa dan bisa diandalkan, mungkinkah Daniel adalah pelabuhan terakhir yang tepat dan Kevin hanya daratan kecil yang pernah ia singgahi untuk mencapai tujuan akhir?.
Bunda Nayra mengamati gerak gerik Daniel, pria dewasa yang sangat cocok untuk putrinya, tapi Bunda Nayra tidak berharap lebih karena bagaimana pun saat ini Dayana berbeda dari sebelumnya, ia bukanlah Dayana yang dulu.
...TBC...
__ADS_1