
BAB 60
Hari yang buruk bagi Kevin, sebelumnya setiap hari selalu indah dan menyenangkan, tapi diawali kabar mengerikan yang disampaikan calon ibu mertuanya membuat Kevin tidak fokus menjalani syuting hari ini.
Berulang kali salah membaca naskah dan bayang wajah Daniel yang merebut istri serta anaknya selalu terngiang di dalam kepala Kevin. Ingin ia akhiri hari ini agar cepat berlalu , sungguh tak bisa memberi peluang sekecil apapun pada orang yang telah terang-terangan menyatakan perang padanya.
“Vin, kenapa Lo? Jadi aneh kaya gini. Ada masalah apa? Pernikahan? Undangan? Resepsi atau berantem sama Dayana? Aduh Vin, sebaiknya ngobrol baik-baik sama Dayana, sebentar lagi kalian menikah. Ingat satu bulan lagi dari sekarang, kalian jadi suami istri. memang ujian ya Vin, sabar.”
Kevin sendiri bingung harus mengatakan apa dan cerita apa, karena ia pikir masalahnya dengan Daniel telah usai, tapi sore ini pengacara itu datang membawa keluarganya. Apa tujuan menjenguk hanya kamuflase belaka? Apa Daniel memiliki niat terselubung di baling kedatangannya?
Kepala Kevin ingin pecah memikirkan semua, cukup sudah naskah yang memenuhi otaknya, masalah lain jangan.
“Daniel sore ini menjenguk Dayana, untuk apa lagi pria itu mendatangi istri orang?.” Kepal kedua tangan Kevin yang mendadak murka, kalau saja ia tidak ingat memiliki kontrak yang bernilai ratusan juta serta tidak memiliki anak dan tanggungan, pasti membuang naskah ini dan membawa wanita pujaannya pergi jauh dimana tidak ada pria lain.
Tapi semua hanya keinginan belaka, langkah yang diambil tidak semudah itu dalam kenyataan. Dirinya hidup sebagai tulang punggung mama serta adiknya harus menanggung segala konsekuensi yang dihadapi dalam hidup.
Edrea Aurora pun menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang ayah, bayi mungil yang selalu ingin Kevin disentuh olehnya.
“Jangan punya pikiran buruk Vin, kendalikan diri.” Paksa Kevin pada dirinya sendirinya.
“Vin, kalau Lo engga semangat syuting ingat Aurora. Dia baru lahir dan hidupnya masih panjang butuh biaya yang engga sedikit.” Tutur Mario yang selalu menjadi pengingat bagi Kevin.
“Lo bener Mario. Memang siapa Daniel? Kenapa gue punya pikiran berlebihan, hidup gue hanya untuk keluarga dan anak gue.” Wajah yang semula kusut perlahan mulai menguraikan senyum dan aura bintang Kevin.
Demi menambah semangat dan daya juang, Kevin menghubungi calon istrinya, untuk sekarang sangat membutuhkan senyum Dayana dan suara bayi mungil nan cantik dalam dekapan calon istri.
“Halo sayang, ayah kangen, Rea lagi apa? Sudah makan siang ya? Pipi Rea semakin gembul.”
...“Kevin kamu gila ya, Aurora masih bayi kenapa makan? Dia baru selesai menyusu.”...
__ADS_1
Suara berapi-api Dayana pada layar smartphone. Mario sampai menutup kedua telinga mendengar nyaringnya suara ibu muda itu.
“Itu basa-basi Dayana. Kalian sedang apa? Ayah kangen. Hari ini ayah pulang cepat ya, Rea dan ibu mau oleh-oleh apa?.”
Mario tepat berada di samping aktor asuhannya langsung memutar bola mata malas, sejak kapan Kevin yang dingin, acuh dan datar seperti jalan tol bisa bersikap manis, lembut dan penyayang?.
Sebelumnya, ketika menjalin hubungan asmara dengan Selena tidak pernah semanis ini bahkan lebih dulu wanita penggoda itu yang menghubungi, bukan Kevin.
Dayana mampu merubah semua dunia Kevin, sikap dan perilakunya serta tidak hanya itu Nyonya Martha pun berubah 180°. Dunia Dayana yang telah sempurna sempat mengalami jungkir balik lalu membawanya pada kebahagiaan yang sesungguhnya.
...“Kevin kamu jangan terlambat makan, perhatikan asam lambung kamu.”...
“Pasti, terima kasih istriku, ayah sayang ibu dan Rea.”
...“Kevin?”...
Tanpa sadar pria itu membuat wanita yang berada dalam layar ponsel merona, dadanya berteriak hal serupa pada Kevin hanya bibir begitu terkunci rapat enggan berkata.
Tidak sanggup terus melihat wajah Dayana hanya dalam layar, Kevin memilih mengakhiri panggilan video. Kalau boleh ia ingin pulang sekarang juga dan memeluk Dayana erat, menguncinya dalam kamar menyalurkan rasa sayang Kevin.
Memeluk erat wanita itu dan tidak akan dilepaskan begitu saja.
“Vin, jangan bengong, lanjut syuting. Semangat Vin, ingat anak dan istri di rumah.” Teriak Mario, seketika para kru menoleh padanya penuh pertanyaan.
“Maksudnya calon istri, tapi kan sebentar lagi mereka menikah.” Jawab Mario sebelum mendapat serangan pertanyaan dari kru pecinta Kevin.
.
.
__ADS_1
Mendapat suntikan semangat dari Dayana dan Rea mampu bagi Kevin menyelesaikan semua proses syuting hari ini tepat waktu. Setelah mengantar Mario pulang, Civic Turbonya membelah jalanan ibu kota untuk segera menemui wanita pujaan.
Begitu banyak cara yang ditempuh dan jalan berliku seseorang untuk mencapai kebahagiaan. Sama seperti Kevin, ia merasa masih ada satu hal lagi yang perlu di hadapi, dan sore ini saatnya. Daniel Matthew bukan sembarang pria yang menjadi saingan cinta.
Tak pernah Kevin bayangkan akan jatuh pada pelukan seorang Dokter Dayana yang cantik, memiliki luka masa lalu hingga sebuah kesalahan mempertemukan mereka dan menjadi pasangan saling menyayangi serta mencintai satu sama lain.
Kevin tersentak di depan pagar rumah calon mertuanya, mobil mercy keluaran terbaru terparkir rapi dan sempurna di garasi, ya tempat yang biasanya ia gunakan untuk meninggalkan kendaraannya.
“Cepat sekali, bisa-bisanya menemui wanitaku.” Geram Kevin.
Demi menjaga harga diri dan menjaga Dayana serta anaknya, Kevin melangkah mantap memasuki rumah minimalis ini. Sebisa mungkin ia tersenyum lebar, tidak ingin Daniel melihat kekesalan di wajahnya.
“Ayah pulang.” Suara Kevin dan sambut rengekan pelan Aurora.
“Sabar Rea, ayah mandi dulu ya, Rea tunggu disini.” Kevin memberi salam hormat pada Nyonya, Tuan Matthew serta Daniel yang duduk di samping neneknya.
“Ternyata benar Kevin tinggal bersama dengan Dayana, hubungan mereka sudah terlalu jauh dan tidak bisa dipisahkan lagi. Apalagi kehadiran anak itu, anak yang memperkuat hubungan Dayana dan Kevin.” Batin Daniel yang merasa patah hati untuk pertama kalinya, kenapa dari sekian banyak wanita ia harus mencintai seorang Dayana Kei.
Sedangkan dalam kamar mandi, Kevin tersenyum puas , ia sempatkan melirik wajah masam Daniel. Pria dewasa itu tampak terpukul dan mungkin menyerah merebut Dayana dari pelukannya. “Aku tidak akan menyerahkan wanitaku padamu, kau harus tahu itu Daniel.” Mengepal dan melayangkan tinju pelan pada dinding.
Tidak ingin memberi peluang pada Daniel, setelah bersih dan rapi Kevin turut bergabung bercengkrama. Memilih duduk tepat di samping Dayana dan menggendong Aurora dari tangan calon istrinya.
Pemandangan ini terlihat membahagiakan, keluarga utuh yang diimpikan semua orang, Daniel memandang kecewa, seharusnya ia yang berada di posisi Kevin, ia yang menggendong bayi itu bukan Kevin.
Tapi sejauh apapun Daniel mencoba dan berusaha Dayana tetap bergeming, tetap terpaut pada Kevin. Pria yang kini jauh lebih baik dari sebelumnya tidak tempramen seperti terkahir Daniel temui.
“Apa ini saatnya melepasmu Dayana?.”
...TBC...
__ADS_1