
BAB 28
Nyonya Martha Nugraha membawa masuk calon menantunya, kedua wanita itu duduk di ruang keluarga. Selena tidak merasa canggung karena ini bukan pertama kali ia datang, beberapa kali ia mengikuti Kevin dan sengaja datang ke rumah ini memperkenalkan diri.
“Selena semakin cantik saja, apa dia hidup dengan uang putraku? Ck benar-benar gadis tidak tahu diri, belum menikah sudah ingin menguasai Kevin, tapi bagaimana lagi dia cocok dengan putraku”, batin Nyonya Nugraha.
“Aku bisa menggunakannya untuk menyingkirkan tante dokter, si@1an itu. Aku tidak peduli sekalipun hamil, Kevin hanya milikku ya hanya untukku”, desis Selena dalam hati.
Sebelum mulai bertanya, Nyonya Martha meminta asisten rumah tangga menjamu mereka.
Teh manis hangat dan beberapa jar cemilan pun disajikan di atas meja, semua manis dan tinggi kalori. Sengaja Nyonya Nugraha, pasti Selena hanya minum saja seperti biasa. Dara muda itu selalu menjaga bobot tubuhnya, susah payah ia jaga demi menghasilkan uang dan uang.
“Ah Selena, jadi ada apa kamu datang malam? Kevin tidak mengantar ya? Mama kangen sekali padanya”
“Hah, kangen? Apa itu artinya Kevin lama tidak pulang? Bukankah setiap satu minggu sekali dia akan pulang dan mengabaikan ku?”, batin Selena.
“Oh aku sendiri tante, ada hal yang ingin ku sampaikan ini terkait hubunganku dengan Kevin”, perempuan licik mulai memasang wajah paling tersakiti dan menangis, ah ya air mata palsu, memang pandai berakting.
Nyonya Nugraha sedikit terperanjat, dan mengerutkan dahi. Mungkin saja alasan Kevin tidak pulang minggu ini karena sedang ada masalah bersama Selena.
“Ya, ada apa Selena, cerita saja, tante akan mendengarkannya”, mencoba bersikap baik, mengelus punggung kekasih putranya.
“Walau aku terkadang tidak menyukainya, tapi dia gadis yang cocok dengan Kevin. Seorang model lagi, pasti banyak tetangga yang iri”, gumam Martha di pikirannya yang selalu saja mementingkan apa kata orang lain.
“Tante?”, tangis palsu Selena mulai memenuhi ruang kelurga. Wanita ini menatap foto besar Kevin di dinding saat meraih penghargaan.
“Tante, Kevin jahat. Dia mengkhianati ku, Kevin.......Kevin telah menikah
dengan seorang tante-tante, usianya saja jauh di atas Kevin”, menyusut air mata palsu yang keluar. “Ah iya, wanita itu jahat, menggoda Kevin lebih dulu, dan.......tante sebentar lagi akan memiliki cucu dari wanita itu”.
“APA? APA MAKSUDMU SELENA?”, terperanjat dan menatap tajam Selena, bagaimana mungkin gadis muda di depannya bisa mengatakan omong kosong. Kevin menikah tanpa memperkenalkan calon istrinya pada Nyonya Nugraha.
__ADS_1
Kevin juga mana mungkin menikahi wanita itu karena melakukan hal yang tidak seharusnya hingga membuahkan hasil.
“CUCU? Hah di usiaku masih muda memiliki cucu, TIDAK”, geram Nyonya Nugrha.
“Apa kamu memiliki bukti Selena?”
“Tante bisa datang langsung ke apartemen Kevin”, tangisnya bercucuran air mata. Ya memang Selena sakit hati, tapi dirinya pun sama mendua di belakang kekasihnya dan senang bermain dengan pria dewasa.
Kali ini Martha merasa iba pada calon menantunya, dan memeluk erat Selena, menenangkan wanita yang menangis di depannya. Menepuk pelan dan penuh kasih sayang di punggung Selena.
“Besok pagi tante akan mengunjungi apartemen Kevin, kamu tenang saja Selena. AH ya karena sekarang sudah malam sebaiknya kamu menginap di sini, besok pagi pulang bareng dengan tante. Bagaimana?”, tutup Martha Nugraha.
“CK, tidak modal. Di minta tumpangan gratis, ish untuk apa mobil di garasi kalau tidak digunakan. Hah, tidak apalah semua juga demi kepentingan ku”, kesal Selena pada calon ibu mertuanya.
“I-iya tante, aku antar besok sampai apartemen Kevin. Tenang saja”, tersenyum tipis.
Martha membawa Selena masuk ke kamar tamu yang tersedia, ruangan yang cukup lumayan nyaman untuk tamu walau sedikit sempit. Memberi Selena pakaian ganti tentu saja kaos Kevin yang kekecilan dan lama tidak di pakai.
“Tidurlah, istirahatkan tubuhmu, pasti melelahkan sampai ke rumah ini, tante tahu jadwal pemotretan kamu padat Selena”, mengatakan hal yang sedikit bener, Selena kelelahan benar adanya tapi bukan karena pemotretan.
**
Apartemen Kevin Nugraha
Kebab yang dipesan Kevin telah habis begitu jug dengan minuman, keduanya pergi ke kamar dan tentu rasa gugup menggerayangi dua makhluk ini.
Dayana dan Kevin bersamaan menyentuh handle kamar mandi, tangan Kevin merasakan begitu lembut punggung tangan istrinya, hangat dan menjalar rasa yang tidak biasa.
“Akh apa ini”, denyut nadinya semaki cepat , detak jantung yang melebihi rata-rata dan berdesir hanya menyentuh punggung tangan saja.
“Kamu dulu yang mandi, jangan lupa gunakan air hangat”, bisik Kevin lalu pergi meninggalkan Dayana yang mematung, benar-benar aneh pikirnya.
__ADS_1
Dayana segera masuk kamar mandi membersihkan diri dari debu dan rasa lelah karena berkeliling mall sore ini.
Sementara Kevin masuk kamar Mario, mandi di ruangan itu ya tentu saja setelah perdebatan sengit antara dia dan Mario.
“Kevin, Lo engga biasanya begini. Lo gugup ya dekat sama istri, lucu banget Lo, gugup tapi istri Lo bisa hamil gitu. Ada-ada aja Lo, sekarang cepet temui Selena dan bilang putus”, seru Mario selalu mengompori Kevin.
Seketika Kevin melempar handuk kecil basah pada Mario, yap tepat sasaran mengenai wajah tampan dan cantik Mario.
“Eh, kurang ajar Lo Kevin”, berang Mario langsung mengusir aktor tampan ini keluar kamar.
Lupa tidak membawa baju ganti, Kevin masuk ke kemar hanya menggunakan handuk putih saja yang terlilit. Bagian atas tubuhnya terpampang nyata dan melambai ingin diberi sentuhan.
Klek
Dayana yang juga baru keluar kamar mandi, sangat terkejut di hadapkan situasi seperti ini. Keduanya sama-sama menggunakan handuk. Menahan saliva agar tidak jatuh, Kevin terkesima pada pahatan elok yang tertutup kain putih itu.
Rasa menyesal ada pada dirinya, kenapa saat melakukannya dulu tidak mengamati lekat tubuh indah istrinya itu. Kevin benar-benar ingin menjamah walau hanya sebentar, kakinya pun melangkah dibawah kuasa alam bawah sadar.
“Hey, berhenti mendekat. Kevin menjauh lah”, seru Dayana melangkah mundur, memegang erat handuk di bagian dada.
“Kevin menjauh!!!!!, aku bilang menjauh sana”, bentak Dayana mulai terpojok dan punggungnya menempel pada dinding dingin. Kevin semakin mendekat, jarak keduanya menempel satu sama lain, tidak ada celah.
Napas hangat dan harum mint dapat Dayana hirup tanpa sengaja.
“Apa tante gugup?”, bisik Kevin tepat di telinga sang istri dan sengaja menghembus napasnya.
“KURANG AJAR BERANI MEMANGGILKU TANTE”, geram Dayana dalam hati.
“Lepas bocah ingusan, aku mau pakai baju. Lancang sekali kau ini”, kesal Dayana mendorong tubuh Kevin.
“Aku tidak lancang, wajar kan suami istri”, bisik aktor tampan ini.
__ADS_1
...TBC...