
BAB 43
Prediksi dua hari di rumah sakit ternyata meleset, Dayana harus kembali menginap selama satu hari dan ia tidak keberatan selama ini baik untuk bayinya.
Usia kandungan yang memasuki 4 bulan semakin merubah bentuk tubuhnya, pipi dan tubuh berisi serta perut mulai menunjukkan baby bump.
Hari ini Dayana pulang dijemput oleh sopir yang Daniel perintahkan, pria itu tak henti mengawasi kondisi Dayana selama di rumah sakit, Daniel sangat khawatir tapi ia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang menumpuk.
“Aku masih harus bedrest selama beberapa minggu ini Daniel, maaf Daniel”, raut wajah cemberut Dayana begitu lucu di layar ponsel.
“Iya maaf, karena aku belum sempat mengunjungi tempat yang kamu rekomendasikan”, tawanya tanpa rasa bersalah.
“Ah ya mungkin lain kali saat kamu kembali ke sini, temani aku ya Pak Pengacara”, goda Dayana.
“Dayana, mobilnya sampai”, suara Bunda Nayra yang baru menyelesaikan administrasi putrinya, segera membawa tubuh Dayana ke mobil kiriman Daniel.
Pria mapan dan tampan, juga baik itu memperhatikan Dayana sangat baik, walau jarak terpisah jauh, tidak sekalipun Daniel acuh pada wanita pujaannya.
Salah satu mengambil perhatian wanita adalah memberinya rasa nyaman dan ketergantungan, dan Daniel menerapkan ini pada Dayana. Mata-mata yang ia bayar mahal ternyata cukup berguna untuk melaporkan segala pergerakan Aileen Dayana Kei.
**
Jakarta
Hari ini Kevin tidak memiliki kegiatan apapun, proses syuting iklan telah rampung dan ia hanya memposting beberapa barang endors dari koleganya, meski berniat membantu tapi rekan-rekannya itu masih membayar Kevin dengan harga yang layak.
Kevin meluruskan kaki di kamar Mario, cukup melelahkan dalam satu hari mengerjakan beberapa video seorang diri. Lagipula mana mungkin Kevin meminta bantuan pada Mario, pria gemulai itu sibuk mengikuti artis cilik yang membintangi drama terbaru.
Drt......drt
__ADS_1
Kevin : “Ada apa Mario? Kangen Lo?”
Mario : “Heh sembarangan Lo, gue ada good news Vin, dan Lo pasti suka. Sekarang pasang kuping baik –baik gue hanya ngomong satu kali ya”
Kevin : “Ya apa Mario? Kuping gue pegel nunggu”
Mario : “Sabar Kevin. Eh Vin, film terbaru Lo dalam masa promosi hampir di semua media, dan minggu depan Lo harus pergi ke beberapa tempat untuk promosi film, Jakarta sudah pasti, Bandung dan Semarang, terus kita ke Palembang, disana masih banyak fans fanatik Lo”
Kevin : “Serius Lo? Gue harap film itu meledak di pasaran. Plot ceritanya bagus”
Panggilan telepon berakhir dan Kevin sangat bahagia mendengar kabar luar biasa dari Mario, bukan tanpa alasan ia pikir film itu akan tertunda penayangannya karena skandal yang muncul tapi tetap launching sesuai jadwal.
.
.
Dua minggu kemudian
Pria ini pun sempat mendatangi desa dimana ia pertama kali bertemu dengan Dayana, dan makan di warung nasi sederhana tempat dirinya berebut lauk bersama mantan istrinya itu. Lalu genangan air yang sengaja Kevin lindas untuk memancing amarah Dayana.
Semua masih ia ingat jelas, ternyata rasa ketertarikan pada Dayana sudah ada sejak awal. Hanya dia wanita yang tidak mau bertemu bahkan angkuh di depan Kevin.
Semua penolakan Dayana padanya ia ingat kembali, lalu sikap acuhnya sebagai suami yang tega mengabaikan istri pun membuatnya sedih luar biasa.
“Sudah Vin, sekarang fokus sama promosi film, siang ini kita ke Palembang. engga menyesal juga gue ikut Lo kesini, ternyata tempat Lo pertama ketemu Dokter Dayana. Wah untung gue rekam, bisa jadi cerita film bagus Vin, tinggal siapa yang mau tulis naskahnya”, ide gila Mario yang akan memberikan rekam suara Kevin pada produser kelas kakap.
“Itu sekedar pengalaman hidup Mario, pelajaran bagi Lo suatu saat punya istri jangan pernah disia-siakan. Lo lihat apa yang terjadi, menyesal itu belakangan Mario”, papar Kevin suara sangat lemah terdengar.
“Iya, Vin gue tahu kehidupan para artis memang bukan hal gampang. Banyak contoh dari beberapa yang gue kenal, dan pengalaman hidup itu sangat berharga. Gue harap Lo engga mengulangi kesalahan yang sama nantinya”, petuah Mario yang sangat bijak.
Dua pria muda ini bertolak ke Palembang, hanya mengunjungi tiga mal, tidak memerlukan waktu sampai satu minggu. Pemutaran film pun akan berlangsung beberapa hari lagi, untuk itu Kevin harus cepat melakukan promosi ini.
__ADS_1
Kevin dan Mario tiba di bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II, tidak ada fasilitas mobil yang menjemput keduanya, dibiayai tiket pesawat dan hotel pun sudah untung.
Sampai di hotel Kevin dan Mario istirahat sebentar sebelum malam hari mengunjungi salah satu mall terbesar di kota ini, ada beberapa tim yang akan membantu.
“Sejauh ini pergi masih belum menemukannya, sebenarnya dimana kamu Dayana? Sangat mudah melupakan kebersamaan singkat kita? Aku tidak, aku akan tetap mencarimu Dayana”, batin Kevin yang menggulir layar ponsel menatap beberapa potret Dayana sedang cemberut dan marah.
“Vin, Tante Martha telepon gue. Pasti mau tanya tentang Lo, terima dulu, Vin!!!, gemana juga ini ibu kandung Lo”, Paksa Mario pada Kevin yang memutar bola mata malas.
“Ada apa ma?”
“Ck, mana ada ma, untuk biaya transportasi disini aku meminjam uang Mario, mama pakai saja uang yang ada atau jual mobil dan perhiasan mama”, Kevin kesal lalu menekan kasar ikon merah pada layar datar.
“Lain waktu terima teleponnya dan bilang gue engga ada, disaat seperti ini masih sempat minta kirim uang”, kesal Kevin.
“Sabar Vin”
Rupanya penggemar Kevin di kota ini membludak dan diluar dugaan, semua histeris menyambut idola mereka yang namanya telah meredup.
Kevin terharu begitupun Mario ikut menangis di balik panggung, pesona Kevin masih sangat kuat di benak para penggemar.
“Luar biasa Lo, Vin. Gue yakin karir Lo akan kembali ke puncak”, ujar Mario yang sesenggukan. Dari sekian banyak aktris dan aktor yang ia handel, hanya Kevin lah yang memiliki fans fanatik dan paling setia.
Acara promosi berjalan lancar, Kevin dan Mario istirahat tepat di belakang panggung. Sebelum pulang ke hotel dan kembali promosi di mall berbeda esok hari, Kevin menemui salah satu kru.
“Ya Pak ada yang bisa dibantu?”
“Mas Kevin, minggu depan pemutaran film, dan Mas Kevin diminta produser untuk datang ke Singapore ikut dalam gala premiere, mau ya Mas Kevin. Penggemar disana juga tidak kalah banyak, tiket pesawat jadi urusan kami”.
Kevin menyanggupi permintaan kru dan produser asal Singapore, selama hal yang dijalaninya positif kenapa tidak? Lagipula jika karirnya melesat ke atas akan banyak cara bagi Kevin untuk menemukan Dayana.
...TBC...
__ADS_1