Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 61 - Kesepakatan


__ADS_3

BAB 61


Bayi Aurora menangis dalam gendongan Kevin, tampak mencari sumber minuman bergizinya, mulutnya sedikit terbuka, kepalanya bergerak ke kiri dan kanan, tangan dan kaki seakan berusaha menemukan dimana dua sumber nutrisi itu.


“Sayang, Rea lapar, sebaiknya kita ke dalam.” Kevin berdiri membantu wanitanya, “Om, Tante, Nenek, Bunda, Daniel kami permisi. Mungkin Rea mengantuk.”


Kevin merangkul Dayana masuk ke dalam, sedangkan Daniel menatap sendu kemesraan Dayana dan Kevin. Pupus dan hancur harapannya, semula ia jelas menabuh genderang perang pada Kevin untuk merebut hati Dayana, tapi sekarang terjawab sudah siapa yang dipilih oleh ibu muda itu.


Daniel membesarkan hatinya, sejak awal Dayana memang tidak pernah memiliki perasaan selayaknya wanita pada pria, melainkan menganggap Daniel sebagai seorang kakak, tidak lebih.


“Baby Rea memang lebih membutuhkan ayahnya dari pada orang lain, tapi ada yang harus aku sampaikan pada Kevin.” Batin Daniel ingin sesuatu yang mengganjal dalam hatinya terlepas bersamaan dengan ia melepaskan perasaannya untuk Dayana.


Kunjungan Keluarga Matthew cukup lama dan sekarang semua pamit setelah menjenguk bayi bernama Edrea Aurora itu, namun Daniel minta waktu sebentar untuk ke toilet, yang hanya ia jadikan alasan. Daniel menunggu Kevin, tak kunjung keluar juga aktor terkenal itu.


Sengaja Daniel naik ke lantai 2 dan menghampiri Kevin yang tengah memandangi Dayana menyusui Aurora.


“Ehem.”


Menyadari kehadiran Daniel sigap Kevin menutup pelan pintu kamar Dayana, ia tidak akan berbagi pemandangan hangat itu bersama orang lain.


“Tuan Daniel ada yang bisa dibantu? Kenapa tidak menunggu di bawah?.”


“Ada yang harus aku sampaikan padamu Kevin, bisa kita keluar sebentar?.” Mata hazel Daniel mengarah pada balkon dengan kursi rotan. Merasa lebih leluasa mengatakannya di ruang terbuka, bukan di depan pintu kamar Dayana.


Menepuk bahu kanan Kevin dengan cukup kuat dan menarik napas dalam sebelum mengucapkan kata-kata menyerah, berat bagi Daniel karena ia tidak pernah kalah ataupun mengalah pada pria lain, tapi sekarang detik ini juga harus mengakui kekalahannya.


“Jaga Dayana dan Rea dengan baik, kamu seorang ayah sekaligus suami, utamakan tanggung jawabmu. Jangan ragu mengambil keputusan, singkirkan egomu itu Kevin, kalau sampai aku mendengar atau melihat kamu menyakiti Dayana dan Rea, disaat itu mereka ku bawa pergi dan aku pastikan tidak akan pernah lagi kembali ke Jakarta, ingat kata-kata ku ini Kevin.” Tegas Daniel, wibawanya sebagai pengacara handal yang selalu memenangkan kasus meja hijau terlihat menakutkan.


“Deal.” Kevin mengulurkan tangan, tanda ia siap dan tidak main-main.

__ADS_1


“Dan aku ingatkan pada Tuan Daniel, anda harus menghilang dari kehidupan kami ya karena Dayana juga Rea pasti bahagia.” Tantang Kevin tidak mau kalah, enak saja Tuan Pengacara itu membuat kesepakatan dengannya tapi Kevin pun dengan cerdik memanfaatkan situasi.


“Deal. Kita mulai dari malam ini. Ingat Kevin ketika kamu melanggar sedikit saja, aku pastikan kamu menyesal selamanya.” Daniel memilih tidak berpamitan pada Dayana, semakin lama bertemu dan memandang wajah Dayana, semakin banyak juga rasa sakit dan berat menghilang dari wanita pujaannya itu.


Sebagai seorang pria, Daniel tidak ingin lemah dan mengingkari kalimat yang telah keluar dari bibirnya.


“Silahkan sekarang anda pergi.” Usir Kevin seraya menunjuk ke arah tangga dengan tangannya.


“Pria macam apa yang bisa menyukai istri dari pria lain, ah salah Dayana dan aku belum menikah, tapi mereka saling kenal sebelum aku bercerai. Jadi memang Daniel memiliki perasaan khusus itu dan akhirnya aku yang jadi pemenang. Tapi dia juga cukup berjasa dalam hidup Dayana, terima kasih Daniel telah menjaga anak dan calon istriku, semoga kamu diberi kebahagiaan lain.” Kata hati Kevin.


.


.


Hari ke hari, Kevin menjalani kegiatan padatnya, sehari-hari ia habiskan di lokasi syuting. Sekarang aktivitasnya semakin padat, selain menjalani syuting Kevin juga menjajal dunia presenter, ia membawakan acara talk show di pagi hari.


Melelahkan memang tapi inilah konsekuensi yang harus dijalaninya. Setelah menikah nanti pun Kevin akan ikut tinggal bersama ibu mertuanya, Dayana ingin Aurora sedikit lebih besar sebelum pindah rumah.


Dayan pun ingin kembali berkarir sebagai dokter, ya dokter umum sementara ini ia belum terpikir untuk melangkah pada jenjang spesialis.


...“Kevin jangan lupa hari ini kita fitting baju di butik Tante Kezia”...


Isi pesan Dayana yang dibaca Kevin. Sekilas aktor tampan yang semakin dewasa setiap harinya ini sangat senang.  Dua minggu lagi Dayana resmi menjadi miliknya , seutuhnya, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan keduanya.


Kebahagiaan Kevin bertambah, kesehatan Nyonya Martha perlahan membaik ,mulai bisa berjalan meskipun masih menggunakan penyangga khusus.


Izin dan cuti menikah telah Kevin dapatkan dari jauh hari, selama satu minggu ia akan menikmati waktunya sebagai pengantin baru, bersama Dayana.


“Iya tante bawel”

__ADS_1


Balas Kevin pada pesan chat Dayana.


Proses syuting Kevin telah selesai, performanya kembali seperti sedia kala, menyelesaikan setiap pengambilan gambar dengan sangat cepat dan tidak ada kesalahan fatal atau banyak dalam dialog bersama lawan main.


“Mario, gue pulang duluan. Hari ini ada fitting baju, jaraknya lumayan jauh dari sini, Lo bisa pulang sendiri kan?.”


“Tenang Vin, gue engga akan nyasar.”


Keberuntungan Kevin juga memiliki teman seperti Mario yang selalu mengerti dan membantunya kala mendapat kesulitan.


Sebelum tiba di butik, Kevin membeli sesuatu untuk calon istri. Bukan bunga, karena Dayana tipe wanita berbeda, ia lebih senang dengan hal-hal yang memiliki manfaat lebih dari pada bunga yang harus berakhir dalam pot air dan layu.


“Dayana pasti suka.” Bangga Kevin, ia kembali mendapat pesan dari calon istrinya.


“Kevin kamu dimana? Jangan terlambat, aku dan Aurora sudah sampai.”


Satu jam lebih perjalanan  menuju butik, akhirnya Kevin tiba melewati padatnya lalu lintas, wajahnya pun nampak sekali kesal pengaruh rumitnya perjalanan.


Langkahnya gontai memasuki butik yang sepi, tanda akan tutup bahkan beberapa pegawainya telah pulang lebih dulu. Ia pun siap mendengar calon istrinya mengomel , tapi untungnya Kevin membawa penawar untuk menghindar dari kemarahan Dayana.


“Silahkan mas naik, ibu dan Nona Dayana ada di lantai 2.”


Tak ingin buang waktu lagi Kevin melangkahkan masuk ke lantai 2, senyumnya sedikit mengembang melihat Rea dalam pangkuan calon mertua lalu pandangan Kevin teralih pada wanita yang lbaru saja keluar dari fitting room.


Kebaya putih modern pengantin dengan aksen sedikit gold di bagian depan membentuk rangkaian bunga, serta bagian belakang yang panjang. Mata Kevin tidak berkedip beberapa saat, Dayana benar-benar cantik seperti bidadari yang diimpikan para pria.


...TBC...


 

__ADS_1


__ADS_2