
BAB 32
Menatap tawa wanita cantik begitu jelas di atas sana, dada aktor terkenal ini kembang kempis, dan bergemuruh di dalamnya. Seandainya bisa terlihat, tubuh Kevin dipenuhi api, ya api karena melihat Dayana. Apalagi pengacara terkenal itu membantu menghapus noda makanan di sudut bibir Dayana.
“KURANG AJAR DANIEL”, umpat Kevin dalam hati.
BRAK
Menggebrak kecil meja menggunakan kedua kepalan tangannya, perhatian ketiga orang yang sedang makan terpusat pada Kevin.
“Kamu kenapa Bee?”, suara mesra Selena, memegang pipi kekasihnya.
“Ada apa Kevin? Kamu sakit?”, Nyonya Martha memeriksa dahi anaknya.
“Bukan”, jawab Kevin singkat, netra sipitnya teralih dan fokus pada piring di atas meja. Tapi beberapa detik kemudian kembali melihat Dayana, sialnya Daniel membantu wanita itu berdiri dan memapahnya berjalan.
Selena mengikuti arah pandang Kevin, dan sangat senang ternyata tante saingannya tengah berjalan bersama seorang pria.
Kevin berdiri, ia sungguh tidak tahan melihat istrinya disentuh pria lain yang jelas pernah di jodohkan dengan Dayana. Tepat Kevin akan melangkah, tangannya ditahan dan digenggam oleh Selena. Wanita picik ini turut berdiri, membisikkan kalimat pada telinga kekasihnya.
“Kamu mau karir kamu hancur, Bee?”, nada pedas Selena.
"Ingat mama dan adikmu"
Bagaimanapun Kevin belum siap apa yang ia bangun dari 0 hancur dan hilang tak berbekas, akhirnya hanya duduk sembari melirik Dayana yang berjalan dalam rangkulan Daniel.
Daniel Matthew tidak sengaja melihat Kevin, dan menyadari riak wajah pria muda itu sangat ingin memburu dan menerkamnya layaknya mangsa. “Anak kecil itu tidak bisa berbuat apapun”, kata hati Daniel semakin mengeratkan Dayana.
“Bee, ayo makan lagi. Kamu harus makan yang banyak, jadwal syuting padatkan? Aku engga sabar nonton film terbaru kamu”, senyum Selena pada kekasihnya.
“Iya jadwal syuting Kevin padat, jangan ganggu dia Selena, waktu senggangnya untuk istirahat bukan pacaran”, timpal Mario yang jijik pada sikap Selena, serta Kevin tidak tegas. Dimana sikapnya sebagai seorang suami, rela disentuh oleh wanita lain.
.
.
Daniel mengantar Dayana pulang ke apartemen dan pria itu menatap nanar punggung wanita yang seharusnya menjadi istrinya. Daniel memperhatikan Dayana sampai masuk lift, padahal ia ingin sekali mengantar dokter cantik sampai masuk unit apartemen dan memastikan keadaanya baik-baik saja, tapi tegas Dayana menolak.
“Aileen Dayana Kei, seandainya waktu bisa berputar aku pastikan akan langsung menikahimu, argh....... kenapa Tuan Rayden baru mempertemukan kita”, keluh Daniel Matthew.
Drt....Drt
__ADS_1
Dayana : “Halo Daniel, aku sudah masuk apartemen, kamu bisa pulang. Terima kasih Daniel”
Daniel : “Aku harap kamu baik-baik saja, besok pagi aku jemput”
Dayana : “Jangan Daniel, aku bisa berangkat sendiri”
Daniel : “Dayana, tidak ada penolakan. Aku tidak mau kamu mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari siapapun, mengerti? Aku pulang, kabari aku jika membutuhkan apapun"
Daniel mengakhiri panggilan suara dengan Dayana, bergegas pulang ke rumah. Dirinya berani jamin bahwa Kevin akan pulang larut malam atau mungkin tidak pulang malam ini.
“Aku perlu merebut Dayana secara terbuka”, desis Daniel membuka pintu mobilnya.
**
Sementara di tempat lain, Kevin mengantar pulang ibunya ke rumah dan singgah beberapa menit sebelum kembali pulang ke ibu kota.
“Kevin, kamu menginap di sini saja, besok berangkat dari rumah mama”
“Makasih ma, tapi Selena harus pulang, lagipula aku akan mengambil materi untuk syuting iklan”
“Ah mama mengerti, bagaimana kalau kamu dan Selena bertunangan Kevin? Hubungan kalian harus di resmikan setidaknya sampai tunangan, kalau menikah kalian masih terlalu muda”, ide konyol Nyonya Nugraha, mendapat jawaban gelengan kepala dari putranya.
“Aku setuju Tante Martha”, sahut Selena sangat bangga, akhirnya ia akan terikat bersama Kevin dan tidak ada wanita lain yang bisa mendekat, sisanya hanya perlu menendang jauh-jauh Tante Dokter istri Kevin Nugraha.
“Ih, kenapa Bee?”, Selena merajuk.
“Aku.....aku belum siap dan masih banyak kontrak yang perlu diselesaikan”, alasan Kevin, sebenarnya dia berbohong. Lidahnya terasa kaku mengatakan bahwa telah menikah bersama seorang wanita yaitu Dayana.
“SIAL, kamu Kevin. Aku tidak akan menyerah”, Selena meneguhkan hatinya.
Ketiga orang itu pun pamit pulang dari kediaman Martha Nugraha. Sepanjang perjalanan Kevin hanya menatap ke arah luar, tidak menoleh sedikitpun pada Selena. Pikirannya hanya tertuju pada Dayana dan ia ingin segera pulang ke apartemen.
“Bee? Kamu kenapa? Apa karena Tante tadi?”, celetuk Selena sontak mengalihkan perhatian Kevin, tapi sayang aktor muda ini enggan melihat wajah kekasihnya.
“Lupakan saja bee, toh dia juga tadi makan sama pria lain, lebih cocok, mereka pasangan dewasa”, ketus Selena.
“Hah, apa? Jadi tadi di restoran ada Dayana? Kenapa gue engga lihat?”, heran Mario sembari menyetir mobil.
“YA”, nada keras Kevin, ingatannya kembali mengulang rekaman Daniel yang merangkul wanita milik aktor ini.
“Kenapa engga Lo ajak makan bareng kita, Vin? Sekalian ketemu Tante Martha”, sahut Mario.
__ADS_1
“Heh, Mario sebaiknya kamu diam, kamu secara terang-terangan melawanku ya? Aku ini pacarnya Kevin dan aku yang harus menjadi istrinya bukan perempuan genit itu”.
“MARIO BERHENTI”, lantang Kevin, api dalam dirinya semakin berkobar.
Selena dan Mario terdiam mendengar suara marah Kevin, mobil yang ditumpangi mereka menepi di sisi jalan. Dengan sekali gerakan Kevin keluar dari dalam mobil, membuka pintu sisi lainnya.
“TURUN KAMU SELENA”
“Eh Bee apa maksudnya? Ini pinggir jalan Bee, jangan”
“Ini sudah di Jakarta, kamu bisa pesan taksi online atau apapun, ini ongkosnya. Aku ada keperluan penting tentang iklan”, datar Kevin.
Tidak kunjung keluar dari mobil, Kevin terpaksa menghentak kasar tangan Selena hingga keluar dari kuda besi miliknya.
“Bee jangan begini, aku itu pacar kamu”
“CK, hanya pacar bukan istri”, sinis Kevin, bibir tipisnya mengeluarkan kalimat begitu saja.
Segera Kevin masuk dan duduk di samping pengemudi, “MARIO JALAN SEKARANG”.
“KEVIN NUGRAHA, BR3N9S3K”, teriakan Selena tertahan. Benar-benar memalukan, model cantik sepertinya diturunkan di tengah jalan.
“Awas kamu Kevin”.
.
.
Selesai dengan segala urusannya di perusahaan periklanan, Kevin dan Mario langsung pulang tanpa singgah di suatu tempat. Mario yang ingin bertanya pun, mengurungkan niatnya, karena wajah Kevin sangat tidak bersahabat.
Tiba di basemen apartemen, Kevin melangkah mantap lebih dulu masuk ke apartemen ia ingin meninta penjelasan pada istrinya.
BRAK
Pintu terbuka sangat keras, Dayana yang sedang makan pun terperanjat nyaris terjatuh dari atas kursi.
“KEVIN, kamu mau merusak apartemenmu sendiri hah?”, sentak Dayana tidak suka tingkah suami brondongnya.
“IKUT AKU SEKARANG”, menarik keras dan kasar lengan istrinya.
“Tidak mau !!!!!”, bantah Dayana tidak mau kalah dari pria arogan ini.
__ADS_1
“JANGAN MELAWANKU DAYANA. AKU SUAMIMU, MENURUT PADAKU”.
...TBC...