
BAB 26
Beberapa jam sebelumnya
Setelah mendengar kalimat yang di ucapkan seorang kru mengenai dirinya yang bertengkar bersama Selena. Kevin memeriksa ponsel dan memperhatikan sambungan CCTV, keningnya mengernyit melihat wanita cantik dan menggoda tengah membuka lemari es dan beberapa lemari.
“Apa yang dicarinya?”, tanya Kevin dalam hati.
Sampai Kevin menyipitkan dan menajamkan kedua mata sipitnya pada layar smartphone. Dayana, wanita cantik yang sedari tadi Kevin amati dari CCTV memegangi perut dan mengusap bagian perutnya.
“Apa dia lapar? Ah sial, Mario belum belanja apapun, tidak ada bahan makanan di sana”, menghela nafas. Memanggil Mario dan meminta tolong pada manager gemulainya memesan makanan untuk Dayana.
“Tapi apa yang harus gue pesan, Vin? Takut salah gue, Lo tahu kan ibu hamil muda selera makannya kacau”, imbuh Mario yang tidak ingin salah membeli makanan.
“Ok, tunggu sebentar”, Kevin menggunakan ponsel satu lagi yang ia gunakan khusus pekerjaan, membuka sosial media, mencari nama Dokter Dayana masih tidak ketemu.
“Ummm, Dayana Bradley”, mendengus kesal, tidak juga membuahkan hasil.
“Kalau tidak salah nama belakangnya sama dengan istri Tuan Rayden”, jemari Kevin begitu lincah menelusuri mesin pencari terkenal. Miris kan? Ia tidak tahu nama belakang sang istri.
“Ok, Dayana Kei. Oh jadi namanya Aileen Dayana Kei. Benar-benar indah sesuai dengannya”, gumam Kevin, sangat senang menemukan akun sosial media istrinya.
Beberapa menit ia mencari sampai pada postingan foto dibawah dan beberapa tahun lalu, akhirnya menemukan menu makanan yang disukai istrinya, beef teriyaki, ayam goreng mentega dan capcay seafood.
Sigap Mario langsung memesan makanan itu dari restoran langganan Kevin.
“Cantik”, gumam Kevin memperhatikan sekilas beberapa swafoto milik Dayana.
Dirinya bergegas pindah lokasi syuting, dan kembali fokus menghafal naskah dengan banyaknya adegan aksi.
“Vin, makanan mendarat aman ya di apartemen”, Mario menepuk bahu aktor tampan ini dan sibuk sendiri bersama kru yang lain.
Kevin masih tetap fokus pada lembaran kertas di tangannya, menghafal percakapan satu demi satu sampai menempel di kepalanya. Ia teringat akan sesuatu, dengan cepat mengaktifkan ponsel dan masuk melihat CCTV.
Benar-benar menyita perhatian, Dayana menikmati menu makan siang yang ia kirim, beberapa kali Kevin lihat senyum manis pada layar. Lalu riak di wajahnya berubah seketika, rupanya Dayana kesal dan sedih karena makanannya habis begitu cepat.
__ADS_1
“Jadi kamu menyukainya”, gumam Kevin tetap menatap layar, istrinya menekuk wajah menahan dagu dengan tangan, ah benar-benar manis Kevin rasakan. “Kenapa dia bisa begitu manis? Tidak sesuai dengan usianya yang sudah tua”.
“Hari ini aku pulang cepat, biarkan saja Selena”, teguh hati Kevin mengurungkan niatnya untuk menemui bahkan bermalam bersama Selena.
“Vin, ayo lanjut syuting”, Mario menghampiri Kevin memberinya suplemen makanan untuk daya tahan tubuh.
.
.
Pukul 6 sore Kevin dan kru-nya bergegas pulang ke rumah masing-masing, pengambilan adegan hari ini menguras tenaga dan fokus. Tim benar-benar bangga pada Kevin yang sangat profesional, menyelesaikan aksi dengan cepat dan indah dipandang.
“Vin, ayo kita pulang”
Tiba di pelataran apartemen, Kevin tidak langsung masuk melainkan menatap sosok wanita yang baru saja keluar dari departemen store.
“Mario, Lo duluan aja, gue ada urusan”
“Eh apaan? Jangan buat onar ya bro”
Kevin mengamati Dayana yang membeli kebab dan minuman, dirinya belum turun dari mobil, ia menunggu sampai Dayana mendapat tempat duduk.
Fokus Dayana teralih pada mobil di depan food court, sedangkan Kevin cepat mendaratkan bokong tepat di sisi istri cantik dan manisnya ini.
Aroma harum kebab sangat memanjakan hidung, perutnya tanpa tahu sopan santun berbunyi. “Ck tidak tahu diri kau perut”, melirik kebab di atas meja.
Tanpa permisi Kevin menyambar makanan itu hingga ludes tak bersisa sedikitpun, lalu meneguk orange juice menghilangkan dahaga yang mendera.
“Apa-apaan ini?”, suara nyaring Dayana.
Sepasangan suami istri ini saling bertatap, mengunci pandangan satu sama lain. “Kevin”, desis Dayana.
“Ah ya terima kasih tante. Memang istri yang baik menyiapkan suaminya makan dan minum, dua jempol untuk mu”, pungkas Kevin dari balik masker yang menutupi nyaris menyentuh bibir mata bagian bawah.
“Eh”
__ADS_1
Kedua manik jernih Dayana berkaca-kaca siap meledakan air mata yang terbendung. “Kau tahu tidak makanan itu baru ku gigit sedikit, bagian kulit luarnya. Kenapa? ....... kenapa dihabiskan Kevin?”, air mata mengalir membasahi pipi.
“Apa dia tidak berlebihan karena makanan?”, batin Kevin Nugraha merasa heran.
“Sudahlah, aku pesankan makanan itu lagi, kita makan di apartemen kasihan Mario menunggu”, tutur Kevin, satu tangannya terulur pada pipi Dayana menghapus jejak air mata yang menodai wajah cantik dan mulus istrinya.
“Eh?”, sontak tubuh Dayana mundur menghindari sentuhan suami mudanya ini, tapi karena terlalu sempit duduk di kursi, Dayana terpeleset dan untung saja tidak mencium lantai karena Kevin sigap menangkapnya.
“Kau memang ceroboh”, cibirnya pada Dayana yang lekat-lekat memandangi Kevin.
Kevin berinisiatif menggandeng tangan lebih dulu, ia tidak mau istri apalagi anaknya mengalami kejadian serupa. Keduanya memesan Kebab berukuran besar sebanyak 3 porsi dan orange juice.
Tidak mengantre lama, Dayana dan Kevin mendapatkan dengan cepat makanan itu. Kevin masih tetap menggenggam erat tangan Dayana.
“Lepas Kevin”, berusaha menarik tangan tapi tetap tidak berhasil, yang ada tangan Kevin semakin erat memegangnya.
Dua insan ini menunggu lift terbuka, Kevin yang kelelahan menyandarkan tubuh pada dinding, sementara Dayana berdiri di tengah, apalagi kalau bukan menjaga jarak?.
Tiba-tiba terdengar suara dua anak kecil yang berlari saling kejar, Dayana yang tidak fokus tertabrak salah satu anak hingga tubuhnya limbung dan jatuh ke belakang.
GREP
Gerak tubuh Kevin yang cepat tanggap patut diacungi jempol. Merengkuh pinggang ramping Dayana menjadi padu dan dekat menempel dengan tubuhnya saat ini.
“Harum”, batin Kevin terkena helaian rambut indah istrinya.
Posisi keduanya sangat dekat tidak berjarak, sungguh sial bibir pink dan tipis wanita ini sangat menggoda naluri pria dewasa Kevin. Ia yang mudah diperbudak pun, mendadak merasa gelenyar aneh pada dirinya.
“Hah rasa apa ini? Tidak mungkinkan? Aku terbiasa bersama Selena bukan wanita lain”, kukuh hati serta pikiran Kevin.
“Eh Kevin lepas, liftnya terbuka”, mendorong pelan dan ya tak ada pergerakan apapun.
“Kevin ayo sebelum tertutup lagi”, ajak Dayana dengan intonasi suara yang cukup tinggi.
“Eh, ya ya ayo”, tak melepas satu tangan dari pinggul istrinya, begitu menjaga tak ingin terluka sedikitpun.
__ADS_1
“Kalian harus hati-hati, ini bukan area bermain tapi tempat umum”, peringatan Kevin pada kedua anak kecil sebelum ia dan Dayana masuk kotak besi yang akan membawa ke peraduan.
...TBC...