
BAB 49
Kevin duduk di sofa yang bersebrangan dengan Dayana, aktor muda ingin mengepalkan tangan rasanya tidak kuasa melihat Dayana duduk berdekatan dengan Daniel seperti itu. Hah, lagipula apa haknya? Bukankah sudah berpisah dan tidak ada status apapun yang mengikat.
Senyum yang diberikan Dayana pada Daniel sangat manis, berbeda sekali apa yang diterima Kevin, calon istrinya itu hanya manja atau menangis.
“Aku keluar sebentar”, Kevin berdiri tapi seketika kembali duduk, kenapa memberi waktu pada Daniel untuk merebut hati Dayana?.
“Kenapa? Tidak jadi?”, sinis Daniel yang tidak mengerti kenapa Kevin bisa bertemu dengan Dayana dan ada rumah ini.
“Aku tidak akan pergi kemanapun meninggalkan apa yang berharga dalam hidupku”, tegas Kevin, kedua pria itu saling bersitegang dan menatap tajam satu sama lain.
Kevin resah, apa iya bisa sanggup memberi waktu pada Daniel sementara dirinya harus kembali ke jakarta esok hari. Secepatnya Kevin harus menyelesaikan masalah agar Dayana kembali dalam pelukannya dan Daniel menyingkir dari kehidupan mereka selama-lamanya.
Hari ini Kevin, Dayana dan Daniel menghabiskan waktu di rumah. Menonton film dan merangkai bunga sesuai keinginan Dayana dan duduk bersantai di belakang rumah.
Meskipun sangat ingin pergi jalan-jalan tetapi pesan dokter melarang ibu hamil ini berkeliaran untuk beberapa waktu, mengingat kandungan yang lemah.
Kevin jengah, sampai sore hari Daniel masih berada di rumah calon istrinya, pria itu tidak juga menjauh dari Dayana. Malah memberi perhatian lebih, tentu saja Kevin semakin menolak kepulangannya esok hari.
“Tidak bisa dibiarkan”, geramnya.
“Dayana, kamu terlalu banyak bergerak hari ini, sebaiknya istirahat demi anak kita”, mempertegas kata ‘anak kita’, agar Daniel paham Kevin memiliki kelebihan serta kekuatan tersendiri dengan hadirnya buah hati.
“Ck bocah kecil itu”. Daniel dibuat tidak berdaya dengan penyataan Kevin yang memang sesuai kenyataan.
Sementara dalam kamar, Kevin membantu Dayana berbaring, menyelimuti wanitanya dari angin senja yang masuk melalui jendela kamar.
“Kevin, besok kamu pulang, bisa temani aku sebentar disini?”, tatap mata jernih Dayana, sejujurnya ia sedih dalam waktu lama Kevin tidak akan mengunjunginya di Singapore. Dayana akan memanfaatkan waktu ini sangat baik, sentuhan Kevin pada bagian rambut begitu nyaman dirasakan.
“Tidurlah Dayana, aku tidak akan pergi kemanapun”, bisik Kevin.
Daniel menunggu rivalnya itu keluar kamar tapi hampir 3 jam tidak ada tanda Kevin membuka pintu, akhirnya ia putuskan kembali ke hotel dan menemui Dayana esok hari.
__ADS_1
.
.
Pagi yang masih terlalu gelap bagi kebanyakan orang, cahaya lampu pun menerangi sebagian dari rumah. Berat hati Kevin pamit pada mantan ibu mertua serta Dayana yang masih lelap dalam tidur, secepatnya setelah masalah selesai Kevin akan kembali dan menjemput wanitanya sendiri ke sini.
“Bunda, tolong jaga Dayana dan anak kami, mungkin dalam waktu satu atau dua bulan ini Kevin sibuk dan tidak bisa mengunjungi Dayana, tolong jangan berikan kesempatan pria lain merebut Dayana, aku berjanji akan membahagiakan Dayana”, pesan Kevin.
Pria bermata sipit ini bertolak ke bandara, memesan penerbangan pagi yang membawanya pulang untuk menyelesaikan segala kekacauan yang ada.
“Aku mencintaimu Dayana Kei, tunggu aku”, ucap Kevin melihat langit yang masih gelap.
Dua jam kemudian, Dayana terbangun dari tidurnya dan ia melihat matahari telah terbit, sinar pun menerobos masuk melalui kaca kamar.
“Eh Kevin”, teringat ayah dari bayinya kembali pagi ini dan sialnya Dayan tidak bangun untuk melepas kepergian Kevin.
Wanita ini hanya bisa menahan kecewa, mengetahui sofa yang biasa menjadi alas tidur mantan suami telah kosong dan ya rapi tak berjejak. Tetesan air mata pun membasahi pipi Dayana, sungguh ia masih ingin bersama Kevin, paling tidak sampai anaknya lahir.
Jakarta
“Akhirnya Lo pulang, bro. Gue punya info bagus tentang Selena”, bangga Mario menemukan sesuatu yang bisa melepaskan Selena dari Kevin.
“Apa?”
“Lihat aja Vin ada dalam laptop. Jangan kaget Lo”, teriak Mario dari dapur.
Perlahan Kevin mulai membaca sesuatu yang tertulis pada layar, terlihat sekali dibuat beberapa bulan yang lalu, dan Kevin tidak terkejut mendapat informasi seperti ini.
“Ternyata dia dan mama sama-sama meneror Dayana”, lalu pandangan Kevin teralih pada beberapa foto dan mata sipitnya melebar melihat hal tidak sepantasnya.
Selena keluar masuk hotel, apartemen dengan beberapa pria berbeda dan Kevin yakini salah satu diantaranya adalah fotografer terkenal dengan model papan atas selalu menjadi bintang utamanya.
__ADS_1
Kevin dan Mario berdiskusi untuk rencana berikutnya, dan diputuskan mengirim beberapa foto pada Nyonya Nugraha agar wanita itu tidak lagi mengharapkan Selena sebagai menantunya, sedangkan hal lain, memberi informasi pada istri sah para pria hidung belang itu.
“Ok, kita mulai beraksi hari ini Vin, jangan ditunda”
“Lo benar Mario”
Kedua pria yang sangat sibuk ini melancarkan rencananya, dan menguntit Selena kemana pun untuk memastikan hasilnya sesuai keinginan.
“Gila Lo, kalau masih mau nikah sama Selena perempuan itu kotor Vin, Lo engga berhubungan lagi sama dia kan?”, selidik Mario yang juga khawatir.
“Engga setelah menikah gue engga tidur di apartemen dia lagi, gue jijik Mario”, Kevin bergidik ngeri, mantan kekasihnya itu cukup lihai di atas ranjang dan rupanya kembali menjerat pria kaya untuk memberinya uang jajan.
“Eh Mario lihat, itu dia”, Selena menggandeng masuk pria berambut putih yang berprofesi sebagai fotografer terkenal.
“Kita tunggu apa istri dari bapak tua itu datang sekarang atau nanti terlambat”, Kevin dan Mario keluar dari mobil dan masuk ke dalam hotel, bahkan keduanya sengaja memesan kamar yang bersebrangan dengan kamar Selena.
“Eh Vin, tutup pintu. Nyonya besar datang”, ujar Mario segera menutup rapat dan mengintip.
BRAK
Tidak sampai satu menit, pintu di kamar sebrang hancur dan lepas dari engselnya, rupanya istri sah pria hidung belang itu datang ditemani anak-anaknya, membabat habis Selena, menarik rambut panjangnya dan membawa ke lobby hotel.
Sebenarnya Kevin tidak tega tapi mau bagaimana lagi? Ini semua karena kesalahan Selena sendiri.
“Sadis banget Vin”, gumam Mario yang melihat betapa kejamnya , Nyonya Sah dari sang fotografer memukul habis Selena dan menjatuhkan hukuman hingga beberapa orang mengambil video dan foto memalukan Selena.
Sampai pada petugas kepolisian datang mengamankan lobby hotel, berita tentang Selena merebak ke mana-mana, banyak orang mencibir model yang baru menikmati indahnya popularitas.
Semua orang ramai menyerang akun sosial media Selena dan apartemen Selena pun tidak luput dari serangan para awak media.
Kontrak kerjasama Selena otomatis batal demi hukum setelah kliennya dalam kekuasaan polisi.
Kevin cukup puas dengan kinerja Mario, tidak sia-sia mereka membayar mahal tenaga hacker untuk mengambil semua foto Selena dan para pria hidung belang dari CCTV hotel.
__ADS_1
Detik ini juga karir Selena yang berada di puncak terjatuh menukik tajam ke dasar.
...TBC...