
BAB 54
“Kamu kenapa nunggu disini? Engga dingin?”, mata sipit Kevin melirik pada langit yang baru saja turun gerimis.
“Engga, sengaja. Mungkin bawaan bayi”, jawab Dayana santai, sebenarnya dalam hati ingin menjawab ‘aku kangen banget sama kamu’, tapi demi melindungi harga diri sebagai seorang wanita, tentu kalimat lain yang keluar dari bibir pink miliknya.
“Oke, ayo masuk lihat aku bawa apa?”
“Waaaaaah, kamu yang masak ya malam ini !!!”, pinta Dayana pada mantan suaminya yang baru datang. Melihat kepiting, udang, cumi-cumi dan ikan kakap merah besar.
Kevin tertawa sembari menggelengkan kepala, ia senang melihat Dayana ceria. Wanita itu memang penggila olahan laut, makanya Kevin sengaja menyempatkan sedikit waktu singgah di pasar tradisional sebelum sampai di rumah calon istri.
Aktor tampan ini tidak sabar menunggu malam, ia akan melamar Dayana sebelum makan malam dengan cincin yang Nyonya Martha beri. Dia juga berharap mantan ibu mertuanya bisa menerima semua keputusan ini, percaya diri Kevin sangat besar untuk mempersunting wanita yang saat ini duduk di sofa mengupas buah.
“Anak kita engga rewel kan?”, Kevin duduk di sisi Dayana, menempel seperti ada lem diantara mereka.
“Ehem”, Bunda Nayra berderham melihat kedua orang di depannya.
“Sebentar bunda, kangen sama anak”, alasan Kevin selalu bicara anak dan anak padahal ingin dekat dengan ibu dari anaknya, ia pun menunduk dekat perut buncit Dayana.
Kevin tersenyum, rasanya tidak percaya dia yang egois ini bisa memiliki anak sangat cepat, dunia benar-benar lucu merubah sikap arogannya menjadi hilang.
Tangan Kevin sedikit terulur hendak menyentuh perut Dayana, tapi urung ia lakukan sebelum mendapat izin ibu dari bayinya.
“Apa kabar anak ayah? Lama ya engga dengar suara ayah. Ayah kangen, ayah ada sesuatu yang luar biasa untuk kamu, dan itu rahasia kita”, ucap Kevin berbisik padahal Dayana dan Bunda Nayra masih mendengar jelas.
“Sesuatu apa maksud kamu?”, penasaran ibu hamil ini, hatinya menjadi tidak tenang dan berpikir sesuatu. Mencoba membaca dari ekspresi wajah Kevin tapi tidak menemukan jawaban apapun.
“Rahasia, nanti kamu juga tahu”,
Kevin memerlukan waktu setidaknya satu jam untuk memulihkan tenaga sebelum masak makan malam sesuai permintaan ibu hamil.
Badannya lelah, pulang syuting pukul 10 malam dan pagi hari mangantar Nyonya Martha terapi, siangnya Kevin terbang ke Singapore, baru sekarang ia bisa merasa istirahat dan mengosongkan pikiran.
__ADS_1
Beruntung pihak PH yang menaungi drama televisi sangat baik, memberi izin ditengah padatnya jadwal syuting.
Kevin sengaja tidak menunggu libur, karena belum pasti juga kapan hari liburnya, di awal-awal syuting biasanya 7 hari full tidak ada libur, mungkin setelah satu atau dua bulan mulai bisa istirahat. Tentu mana tahan Kevin harus menunggu selama itu.
Sementara Dayana membantu Bunda Nayra membersihkan hewan laut itu dari kotoran, supaya Kevin mudah mengolahnya nanti, juga mempersingkat waktu . Kepala udang yang tajam tanpa sengaja menusuk kulit ibu jari Dayana.
“Awww”, pekiknya begitu ngilu dan berdenyut.
Seketika Kevin yang baru saja terlelap langsung terbangun dan berlari ke dapur, suara Dayana sangat jelas di kepalanya, ia khawatir ibu dari anaknya itu terluka atau mungkin..... ah sudahlah jangan memikirkan hal negatif.
“Dayana?”, Kevin memeluk, memeriksa tubuh Dayana dari atas ke bawah lalu memutar ibu hamil di depannya tidak ada yang mencurigakan, kemudian padangan Kevin jatuh pada tangan Dayana. “Ini kenapa?”, cemas Kevin.
“Ketusuk kepala udang, kamu istirahat Kevin, aku baik-baik saja”, Dayana melepas tangannya dari genggaman Kevin.
“Aku obati, ayo.... lain kali kamu hati-hati dan biarkan aku yang melakukannya, kamu cukup duduk santai jangan bekerja apapun Dayana”, bawel Kevin sangat khawatir pada calon istrinya ini. Tentu Kevin takut, ia pernah melihat Dayana bersimbah darah dan tidak sadarkan diri lalu menghilang berbulan-bulan.
Kesalahan itu akan ia ingat sebagai pembelajaran ke depannya.
Dengan cekatan Kevin membersihkan luka dan mengobati ibu jari Dayana, meniup luka itu supaya tidak perih niatnya, tapi segera ditepis oleh Dayana.
Menutup pintu kamar dan menguncinya, kenapa Kevin begitu perhatian padanya? Apa benar pria itu memiliki rasa yang sama?
“Tidak, bukan. Jangan senang dulu Dayana, kalaupun Kevin memiliki dan membalas perasaanku tapi ingat mamanya tidak menyukai kamu Dayana, ingat itu”, tegas Dayana, untuk kedua kalinya tidak ingin terluka karena seorang pria.
Wanita cantik ini selalu menganggap perhatian yang diberikan Kevin karena anak dalam kandungannya, ya tidak lebih pada anak mereka. Menyenangkan ibu hamil akan berpengaruh pada pertumbuhan janin.
.
.
Tugas utama sebagai koki diambil alih oleh Kevin selama bertamu, memanjakan Dayana hal utama. Kevin lihai memasak walaupun tidak sehebat chef di luar sana, hanya bumbu sederhana yang digunakannya tapi lihatlah Dayana selalu puas.
Ibu hamil di sisinya menghirup aroma makanan, tidak sabar menunggu kepiting itu tersaji di atas meja.
__ADS_1
“Kapan matangnya? Aku lapar, eh anakku lapar”, ralat Dayana setelah melihat senyum manis di bibir Kevin.
“Sabar Nyonya Nugraha, kamu engga pegal berdiri terus disini? Tenang aja ini cukup untuk kita semua, jangan takut kehabisan”.
Mendengar mantan suaminya memanggil ‘Nyonya Nugraha’ degup jantung Dayana menjadi tidak menentu, sungguh ia saat ini berharap.
“Ummm Dayana, apa menyenangkan masak dengan ku ? bagaimana kalau setiap hari kita begini?”, pancing Kevin, ingin tahu reaksi apa yang diberikan calon istrinya.
“Ya tentu, sejak kita bertemu lagi bulan lalu, aku suka makanan yang kamu masak, mungkin karena dia”, pandangan Dayana beralih pada perutnya dan mengusap lembut janin yang sedang bertumbuh di dalamnya.
Jawaban yang bukan ingin Kevin dengar pastinya, lagi-lagi karena anak bukan perasaan Dayana yang sebenarnya. Kali ini Kevin kecewa, tapi tidak, ia tidak akan menyerah.
Restu telah ia kantongi dari mamanya, dan meyakinkan Dayana menggunakan anak akan Kevin lakukan.
Cinta datang karena terbiasa dan apa yang pasangan kita lakukan, Kevin yakin Dayana akan luluh dengan semua yang ia berikan baik itu perhatian, kasih sayang dan rasa cintanya.
Makan malam bertema seafood terhidang rapi di atas meja makan, Bunda Nayra benar-benar kagum seorang aktor terkenal bisa merangkap koki.
“Bunda, Dayana ada yang ingin aku sampaikan, penting”
“Apa?” sahut Bunda Nayra dan Dayana.
Kevin mengeluarkan kotak kecil dari saku celana dan membukanya tepat di hadapan Dayana, aktor tampan ini bahkan memegang erat tangan calon istrinya.
“Aileen Dayana Kei maukah kamu menerima aku Kevin Nugraha sebagai suamimu? Kita kembali menikah setelah anak kita lahir, mau kah?”
Ketulusan terpancar dari mata dan suara Kevin, ia menjadi Kevin baru selalu apa adanya bukan si pria arogan yang menindas orang lain lagi.
“Kevin?”
“Aku jatuh cinta padamu Dayana, jadilah istriku selamanya menjadi pendamping hidup dari pria egois ini”
“Terimalah Dayana, apapun aku lakukan asal kita kembali bersama”
__ADS_1
...TBC ...