Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 53 - Restu


__ADS_3

BAB 53


Sementara di dalam kamar Nyonya Martha merenung sembari memandang foto mendiang suaminya. Hatinya bimbang mendengar mantan menantunya sedang hamil dan beberapa bulan lagi akan melahirkan.


Membenci Dayana tanpa alasan jelas dan pasti sangat keterlaluan hanya karena perbedaan usia, lagipula Dayana juga masih muda dan tidak terlalu jauh usianya dengan Kevin.


Dirinya menyesal telah memisahkan Kevin dari istrinya, terlalu berambisi memiliki menantu cantik, muda dan dari kalangan yang sama dengan putranya.


Tapi kenyataan pahit justru hadir, calon menantu yang ia impikan tidak memiliki budi pekerti dengan baik, tidak secantik dan semulus wajahnya.


Nyonya Martha duduk di tepi ranjang, meremat piyama , ia menangis dalam cahaya lampu tidur dan kesunyian malam.


“Kevin maafkan mama, maaf mama harus merebut kebahagiaan kamu, nak”


Sampai dini hari Martha tetap memeluk foto suaminya dan meneteskan air mata.


Menjelang pagi hari barulah wanita paruh baya itu terlelap, sampai Kevin datang dan membangunkannya.


Hari ini Kevin syuting pagi sampai sore, kemungkinan ia pulang malam. Untuk itu ingin menghabiskan waktu dengan Martha.


“Pagi mah, sarapan bareng mah, sarapan sudah siap di meja makan”


“Kamu berangkat pagi ya?”


“Iya mah, ada beberapa pindah lokasi syuting, harus lebih pagi”


Kevin dan Nyonya Nugraha menikmati sarapan mereka yang sederhana ini, senyum bahagia selalu terukir pada bibir, betapa perhatiannya Kevin.


Mungkin saat anak lain enggan merawat orangtua mereka berbeda dengan Kevin, begitu telaten memberi hampir seluruh waktu untuk mamanya.


Ditemani seorang asisten rumah tangga Nyonya Nugraha mengantar putranya sampai ke garasi, semua tas perlengkapan Kevin memenuhi bagasi, dan banyaknya sepatu serta cemilan yang disiapkan oleh mamanya.


Sebelum berangkat Kevin lebih dulu pamit, mencium punggung tangan keriput dan kening hangat Martha.


“Mama baik-baik di rumah, aku berangkat”


“Kevin tunggu......ini”, menyerahkan cincin berlian sederhana dalam genggaman Kevin.


“Apa ini mah? Ini kan punya mama, lebih baik mana simpan”, mengembalikan cincin dan melangkah pergi.

__ADS_1


“Kevin, bawa calon istri kamu pulang ke sini, bawa cucu mama pulang kesini”, pinta Martha sungguh-sungguh.


Kevin menghambur memeluk mamanya, ia tidak percaya ini semua nyata, padahal tadi malam Nyonya Nugraha menolak dan memintanya mencari wanita lain, tapi sekarang menyetujui hubungannya dengan Dayana.


“Mama serius?”, mata Kevin berkaca-kaca, ia tidak bisa percaya kenyataan yang begitu indah segera dipeluknya.


“Iya Kevin. Mama mau menemani istri kamu nanti melahirkan dan cucu pertama mama”.


“Siap ma, terima kasih mah”, menciumi wajah Nyonya Martha tanpa henti.


.


.


Senyum mengembang di wajah Kevin padahal siang ini dirinya harus berakting marah tetap saja rasa senang yang membuncah tidak bisa ditutupinya. Pengambilan gambar pun beberapa kali diulang sampai memakan waktu lebih lama sedikit.


“Ada apa Vin? Senang banget sih, berbagi dong”, goda Mario yang sangat penasaran ada apa dengan aktor asuhannya ini.


“Mama setuju, gue dapat restu dari mama untuk bawa Dayana pulang. Mama terima Dayana, gue bahagia banget”


“Wih, selamat ya bro, Kapan jemput calon istri pulang? Gue bantu atur jadwal Lo”


Pernikahan yang dimulai karena keterpaksaan dan tidak adanya saling menerima dari satu sama lain, hingga Kevin yang tidak rela berkorban akhirnya menyadari semua kesalahan di masa lalu.


Ia akan membuka lembaran baru bersama Dayana, kisah manis yang berisi tentang kebahagian mereka. Dirinya pastikan jika Dayana akan menerima permintaannya, menerima lamarannya untuk menjalin hubungan cinta kembali.


Detik ini juga Kevin sampaikan kedatangannya pada Dayana. Ibu hamil itu menyambut bahagia, jujur ia pun rindu kehadiran Kevin dan dimanja olehnya, tapi tidak berani meminta mantan suaminya untuk datang lebih dulu karena selain malu, kegiatan Kevin pun padat.


Dayana selalu bertanya pada Mario, ya ia senang mendengar informasi dari Mario tentang Kevin yang sekarang berubah menjadi lebih baik.


.


.


Satu minggu sudah, akhirnya Kevin bertolak ke Singapore, waktu liburnya hanya dua hari jadi ia manfaatkan sebaik mungkin untuk membujuk calon istrinya pulang.


Bibir Kevin tak henti tersenyum sejak landing di bandara, cincin pemberian Nyonya Martha ia simpan dalam kotak bludru berbentuk hati.


Dada Kevin kali ini berdetak cepat, padahal bukan kali pertama bertemu Dayana, tapi hari ini berbeda, seperti seorang remaja yang baru jatuh cinta dan berusaha menyatakan isi hatinya pada perempuan impiannya.

__ADS_1


Sebelum taksi mengantarnya ke rumah calon istri, Kevin membeli sesuatu untuk istrinya, bukan bunga seperti yang Daniel berikan pada Dayana.


Tidak hanya itu Kevin mengambil gambar tangannya yang memegang kotak cincin dan mengunggahnya di sosial media, sengaja ia lakukan agar para wanita yang mengejarnya berhenti.


“Menjemput calon istri”


Tulis Kevin sebagai keterangan foto itu.


Lima menit berselang, banyak telepon dan pesan chat masuk, cukup bising sampai telinganya sakit. Untuk keamanan dunia dan indra pendengaran, ia menonaktifkan aplikasi chat itu dan merubah ponselnya menjadi mode tenang.


Kecuali Dayana, Nyoya Martha dan Mario yang bisa menghubunginya.


Kevin hanya tertawa membaca pesan yang Mario kirim, manager gemulai itu pun di serang awak media yang ingin tahu kebenarannya, siapa perempuan beruntung yang akan menjadi istri dari aktor terkenal dan berbakat, juga memiliki penggemar nomor satu di Asia itu.


Sepengetahuan fans dan media, hubungan terakhir Kevin bersama Selena tapi sampai sekarang tidak terendus siapa wanita yang telah merebut perhatian sang aktor tampan.


“Kevin, Lo harus tanggung jawab. Lihat gue di serang akun gosip, wartawan dan ketua fansclub, biayanya mahal ini”


Isi pesan Mario sukses membuat Kevin tertawa terpingkal-pingkal dalam taksi.


“Mr lagi bahagia ya? Saya ikut senang”, tutur sopir taksi.


“Betul Pa, saya mau melamar calon istri, minta doanya ya semoga diterima dan naik pelaminan”, ucap Kevin menggebu.


Rupanya Dayana menunggu kedatangan ayah dari anaknya, sembari mengelus perut buncit bersandar pada pilar besar di teras rumah. Senyum semanis madu merekah pada bibir ranum Dayana.


“Mr itu calon istrinya hamil?” tanya sopir yang heran pada sepasang sejoli itu.


Kevin tertawa menanggapi pertanyaan sopir taksi, kisah cintanya memang unik dan aneh lebih mirip drama televisi tapi ini kenyataan. Ya mau tidak mau harus dijalani.


“Itu mantan istri Pak, tapi sekarang berubah jadi calon istri, jangan lupa doanya ya Pak”, gurau Kevin langsung turun dari dalam taksi.


Tidak ada reaksi apapun dari keduanya, saling diam dan menatap satu sama lain.


Jujur


Sekarang Kevin sangat ingin memeluk Dayana dengan erat dan memberinya kecupan bertubi-tubi tapi ingat sekali lagi status diantara keduanya terpisah dan membentang menghalangi.


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2