
BAB 20
“Berapa kali aku katakan padamu Dayana, jangan ceroboh”, tegas Dewa. Ia tidak tega melihat juniornya menangis tersedu-sedu.
Setelah USG Dayana nampak lemas dan tidak banyak kata, tidak bisa menerima kehadiran calon bayi di kandungannya. Tidak percaya mengandung anak dari Kevin, pria arogan itu.
Dewa segera menghubungi mertuanya serta Daniel, mau tidak mau pria itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Sebentar lagi papa sampai, tunggulah disini, aku keluar”, Dewa meninggalkan Dayana seorang diri, ia juga tidak mau rumah tangganya terlibat salah paham apalagi istrinya sangat pencemburu.
Selang 15 menit Papa Ray dan Daniel tiba di ruangan Dokter Dewa, keduanya begitu bingung kenapa harus masuk ke dalam ruangan dan apa hubungannya dengan Dayana.
“Dayana, hey.... kamu kenapa?”, cemas Daniel, wajah pucat Dayana ditambah air mata yang mengering semakin memprihatinkan. Daniel duduk di sisi calon istrinya, mengusap punggung Dayana menanti jawaban atas apa yang terjadi.
“Siapa diantara kita yang akan menjelaskan?”, tanya Dewa seraya melirik tajam pada Dayana.
“Biar aku saja, semua ini tidak ada kaitannya dengan Dokter Dewa dan Daniel”, cicit Dayana, air matanya kembali membasahi pipi.
“Kalau begitu aku permisi”, ucap Dewa memberi privasi pada Dayana, begitupun dengan Daniel.
“Pah, aku.......aku hamil”, cicit Dayana sangat pelan dan lemah.
“APA? APA MAKSUDNYA?”
“SIAPA PRIA ITU?”
Dayana mulai menjelaskan secara rinci kejadian yang menimpa dirinya di Semarang, awal pertemuan dengan Kevin sampai pada pernikahan mendadak dan menghilangnya Kevin selama beberapa minggu. Lalu kejadian di hari itu, saat Kevin merenggut secara paksa miliknya. Dayana pikir pernikahan ini akan berakhir begitu saja tapi Kevin urung menceraikannya.
“Kalian keterlaluan, menyembunyikan hal besar ini di belakang keluarga. Kenapa tidak memberitahu dari awal Dayana? Kalau seperti ini pasti papa tidak akan menjodohkanmu dengan Daniel, keluarganya sangat berharap dan Daniel telah meminta orang tuanya melamarmu pada papa”, pusing Rayden dengan kelakuan keponakannya ini.
“Maaf Pah, ini...... ini diluar kemauan Dayana, maaf”, bersimpuh di bawah kaki pria yang telah membesarkannya dan memberi kasih sayang layaknya seorang ayah.
“Bangunlah, ini bukan sepenuhnya salah mu. Papa akan menyeret pria itu untuk bertanggung jawab sebagai suami. Seenaknya saja dia menyakiti hati anak papa”, menggenggam tangan Dayana dan memeluk erat, mengelus punggungnya untuk menyalurkan rasa tenang.
“Tapi Pah, Kevin memiliki kekasih dan......dan kami....kami tidak saling mencintai”
__ADS_1
“Tidak peduli dengan itu semua, kalian juga sudah menikah jadi kamu lebih berhak dari pada kekasihnya itu”, geram Rayden langsung membawa Dayana untuk pulang ke kediaman Bradley. “Untuk sementara tinggallah di rumah papa”.
Semua memperhatikan Dayana yang berada dalam rangkulan pemilik rumah sakit, Papa Rayden memerintahkan anak buahnya untuk membawa Kevin ke rumahnya siang ini juga.
**
Di sisi lain Kevin sedang menemani Selena menghabiskan uang di mall, ia menjaga jarak dengan kekasihnya takut orang curiga dan mengganggu waktunya. Kevin masih tetap menyamar menggunakan topi, masker dan kacamata.
Tiba-tiba ia merasa risih dari tatapan para pria bertubuh kekar, yang semakin mendekat padanya.
“Kalian siapa?”
“Tuan Besar menginginkan anda datang ke rumahnya, ini tentang istri anda Nona Dayana”
Mendengar kata-kata itu saja Kevin paham pasti yang dimaksud ialah paman Dayana, Rayden Bradley yang juga pemilik mall tempatnya berdiri saat ini.
“Lepas”, sentak Kevin tapi masih sangat lembut karena menjaga jangan sampai menjadi perhatian pengunjung lain.
“Sebaiknya tuan ikut kami, jika tidak...... tuan akan menanggung akibatnya sekarang juga”, ancam seorang pria bertubuh besar.
“Bee, aku mau ini juga ya?”, pinta Selena, membawa beberapa dress dan jaket. “Bee, kamu dimana?”, gadis muda ini mencari sosok pria yang tadi menunggunya di kursi tapi saat ini menghilang tanpa jejak. Tidak hilang akal, Selena menghubungi Kevin tapi bukannya tersambung malah operator yang menjawabnya.
“Kamu dimana bee?”, Selena celingukan mencari Kevin, siapa yang akan membayar semua pakaian yang ia beli?.
“Ah, bee”, geram Selena.
.
.
Mobil yang membawa Kevin tiba di depan pagar hitam, kokoh dan kuat. Dalam hati pria ini yakin pasti hubungannya dengan Dayana diketahui oleh keluarga istrinya itu.
Pandangan Kevin terarah lurus melihat ke depan, dimana banyak penjaga, “Semakin rumit”, gumamnya.
__ADS_1
“Silahkan tuan turun, Tuan Rayden menunggu anda di ruang tamu”, seorang pengawal menemani Kevin masuk, sampai di ruangan besar dengan nuansa kental khas keluarga. Ya walaupun menegangkan tapi setidaknya di sini Kevin masih merasa nyaman.
“Akhirnya kau datang”, suara dingin Rayden.
“Tuan Rayden”
“Aku tidak ingin basa basi. Dayana, maksudku istrimu saat ini sedang mengandung. Aku tidak menyangka aktor sepertimu memiliki perilaku yang buruk. Kau bukan suami yang baik, untuk itu tanda tangan disini”.
"Hamil?", Kevin terkejut dalam hati.
Rayden Bradley menyerahkan selembar kertas berisi perjanjian dimana Kevin akan selalu menjaga Dayana dan anaknya dengan baik sampai melahirkan, dan setelah itu Kevin akan menceraikan Dayana baik-baik.
Tidak ada tuntutan pemberian nafkah atau pembagian harta, seketika Kevin terbelalak karena bagian dari hatinya masih befungsi dengan baik, walaupun anak itu hadir tanpa keinginan tetap saja Kevin menyayanginya.
“Bagaimana kalau aku tidak mau menandatangani perjanjian ini?”
“Lakukan apapun sesuka hatimu, tapi ingat setelah meninggalkan rumah ini karirmu akan hancur. Kau tidak kasihan pada ibu dan adikmu yang masih sekolah?”.
Sontak Kevin mengeram marah, tanpa banyak berpikir lagi ia menandatangani perjanjian dihadapannya.
“Ku harap sikapmu berubah Kevin, menjadi lebih dewasa, memikirkan anak dan istrimu”, kata hati Rayden Bradley.
“Selamat datang di keluarga kami, Kevin Nugraha. Kau harus tahu keluarga kami sangat solid, pasti kau tahu bukan anak kembarku dan sepupunya yang lain?”, intimidasi raja bisnis hotel ini pada Kevin agar tidak berbuat macam-macam terhadap Dayana.
“SIAL. Seandainya aku tahu tante ini dari keluarga Bradley tidak akan aku biarkan pernikahan itu terjadi”, gerutu Kevin dalam hati.
“Dilarang mengumpat, aku tahu apa yang kau katakan. Cepat temui Dayana, dia ada di kamar tamu”.
Kevin diantar oleh seorang pelayan masuk ke kamar tamu, ia melirik kagum pada interior rumah mewah ini, dirinya pun menutupi kekagumannya pada bangunan mewah yang kini menculiknya. Semakin masuk ke dalam semakin terasa suasana hangat dan asri, dari sini Kevin dapat simpulkan jika pemilik rumah bukanlah pria kejam seperti mafia di film.
“Silahkan tuan, nona di dalam”
“Hem”
__ADS_1
Mata sipit Kevin menatap Dayana tengah meringkuk di tengah ranjang tanpa selimut, istrinya ini sedang tidur, Kevin menghapus sisa air mata di pipi dan sudut mata Dayana. “Apa yang aku takutkan terjadi”
...TBC...