
BAB 50
Kevin dan Mario masih mengamati dari jarak aman, selain itu Kevin harus siap ketika media bertanya padanya, karena selama ini yang diketahui hanyalah hubungan Selena dengan Kevin bukan pria lain.
Mario mendapat pesan dari salah satu stasiun televisi kapan Kevin bersedia diwawancarai mengenai kejelasan hubungannya dengan Selena yang tertangkap basah memiliki kisah cinta gelap.
“Jangan sekarang, gue mau lihat reaksi mama. Semoga dengan kejadian ini mata hati mama terbuka dan terima Dayana apa adanya”
“Iya gue setuju, Vin. Lo kasihan sama Selena? Tolong aja Vin belum terlambat”, kelakar Mario menyenggol bahu Kevin.
“Mana ada. Bantu gue buat mama yakin, karena Daniel ambil kesempatan dari perceraian gue dan Lo tahu? Dia kemarin datang ke rumah Bunda Nayra, percaya diri bawa oleh-oleh juga bunga mawar, sialan”, geram Kevin, ingat sekali bagaimana senyum merekah di bibir calon istrinya.
“Sabar Vin, gue yakin Dayana Cuma mau sama Lo bukan yang lain, Lo juga harus merubah semua sikap Lo jangan mengulang kesalahan lagi !!!”.
Kevin pulang ke rumah Nyonya Martha mengendarai motor sportnya, ia berharap Martha melihat berita dan membuka paket yang Kevin kirim. Langkah yang ia ambil sekarang adalah bagaimana ibunya mau menerima Dayana.
“Ingat pulang juga kamu? Bagus, mama mau arisan, transfer uang ke rekening mama”, sambut Nyonya Martha di depan pintu, yang ia tahu hanya uang dan uang, setiap Kevin keluar rumah pasti mencari uang.
Dilihat dari sikap yang ditunjukan pasti belum mengetahui kabar terbaru dari Selena, buktinya Nyonya Nugraha sangat santai tidak ada basa basi sedikit pun pada Kevin.
“Kevin ngantuk ma”, dari pada berdebat dengan wanita yang telah melahirkan sekaligus membesarkannya, lebih baik menghindar dan menghadapi dalam keadaan dingin. Tepat Kevin melangkah masuk ke ruang keluarga, ia menemukan amplop berisi foto Selena.
Kedua matanya terbelalak, ini artinya kebenaran tentang Selena sudah diketahui tetapi ibunya itu masih sangat santai, tidak panik atau memaksa Kevin mengakhiri hubungan bersama Selena.
“Ma, ini?”, Kevin mengangkat tinggi amplop itu dan menatap penuh arti pada ibunya.
Nyonya Nugraha hanya mengambil amplop dari tangan Kevin lalu merobek kertas itu menjadi sangat kecil dan membuangnya ke tempat sampah.
Tidak marah atau bertanya bagaimana perasaan Kevin setelah mengetahui kenyataan bahwa Selena selingkuh atau berempati sedikit saja pada Kevin, tentu tidak.
__ADS_1
Tidak peduli lebih tepatnya, untuk apa pusing memikirkan perasaan anaknya itu, kalau memang Selena tidak baik ya tinggalkan selagi belum menikah.
“Ya mama tahu, kenapa? Ayo mana transfer uangnya?”, keluh Martha.
“Mama masih tetap ingin aku dan Selena menikah? Tidak kan? Jangan gila ma”, cegah Kevin, jika sampai ibunya memiliki pikiran seperti itu sungguh keterlaluan, dianggap apa hidupnya menikahi seorang ja****.
Jawaban tak terduga keluar dari bibir Nyonya Nugraha, tersayat hati Kevin mendengarnya, benar-benar tidak memilki perasaan.
“Model lain kan masih banyak atau artis pendatang baru yang lebih cantik dari Selena juga banyak, engga perlu patah hati berlebihan Kevin. Perempuan di dunia ini banyak, tinggalkan Selena, ck membuat malu”, cibir Nyonya Nugraha, melengos pergi dari hadapan Kevin.
“Bagaimana dengan Dayana? Dia juga perempuan lain tidak kalah cantik dari Selena, pendidikannya lebih baik dari aku dan Selena, kepribadiannya sangat bagus. Mama setuju kan?”
Seketika langkah kaki wanita paruh baya itu terhenti di ambang pintu masuk, menarik napas dan mengepalkan kedua tangan. Susah payah dia memisahkan Kevin dari Dayana, lalu kenapa sekarang harus merestui wanita tua itu menjadi menantunya, sangat tidak masuk akal.
“Jangan harap, lebih baik tidak perlu menikah seumur hidup kamu dari pada kembali mengemis pada mantan istri yang tidak jelas itu”
“Sudahlah, mama sibuk”
Kevin menatap marah punggung ibunya yang semakin menjauh. Ia pikir rencananya berhasil tapi tidak sama sekali, Nyonya Nugraha malah berharap Kevin mecari perempuan lain bukan Dayana atau lebih baik hidup tanpa pasangan.?
Keputusannya pulang hari ini salah besar, sebagai anak sulung Kevin memiliki kewajiban menjaga ibunya dan memberi kebahagiaan pada wanita itu, tapi apa balasannya? Untuk bahagia bersama Dayana dan calon anaknya, masih membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit.
“Ada atau tidak restu dari mama, aku pasti membawa pulang Dayana ke Jakarta dan menikahinya, sekalipun harus menentang mama”, tekad Kevin sudah bulat, ia akan melamar istrinya. Mengulang semua yang terlewati, ingin memberi kenangan istimewa pada Dayana.
Untuk kedepannya tidak ada hal apapun yang disembunyikan Kevin dari orang lain, media serta penggemarnya harus tahu Kevin hanya mencintai Dayana, dan hanya Dayana istrinya.
“Dayana”, lirihnya langsung mengambil ponsel dan menghubungi ibu dari anaknya.
“Apa yang kamu pikirkan? Apa di rumah ada tamu?”
__ADS_1
“Bukan, maksudku, apa Daniel datang lagi?”
“Oh, syukurlah...... jaga kesehatan baik-baik Dayana, mungkin aku satu bulan ini tidak ke sana. Tapi kita harus saling bertukar kabar, aku tidak mau kamu menghilang lagi”
“Aku.......aku merindukanmu Dayana Kei”
Kevin merasa lega telah mendengar suara dan kabar dari istrinya, hal yang membuatnya senang adalah Daniel tidak datang hari ini, tapi yang jelas pria itu tidak akan menyerah begitu saja apalagi memiliki dukungan dari kelurga besar Dayana.
Sementara dirinya, tidak ada seorang pun yang mendukung ya kecuali Mario.
Kevin putuskan hari ini bermalam di rumah keluarganya dan esok pagi ia kembali ke rumah Mario, menebalkan kulit wajah sampai menemukan sewa rumah yang harganya sesuai dengan penghasilannya saat ini. Sekarang Kevin mulai terpikir menyisihkan sebagian penghasilannya kelak untuk anaknya. Ia harus pastikan sendiri darah dagingnya tidak kekurangan apapun ,walau yakin karena Dayana bukan juga berasal dari keluarga sembarangan.
“Ayah akan menjagamu dan membuat hidupmu nyaman, tumbuhlah dengan baik di perut bunda”, harapan Kevin sampai meneteskan kristal bening.
“Maafkan sikap ayah sebelumnya tapi ayah janji kedepannya kita akan hidup bahagia, kamu tidak kekurangan kasih sayang ayah dan bunda”, pesan Kevin pada calon anaknya yang masih berusia 4 bulan dalam kandungan Dayana.
Menatap haru pada foto hasil USG, yang diketahui berjenis kelamin perempuan. Bahagianya Kevin akan memiliki seorang putri yang cantik, tidak hanya wajah tetapi sifat dan semuanya. Walaupun gambar itu belum jelas menampakkan wajah, Kevin menjadikannya wallpaper layar depan.
Tapi satu panggilan langsung menghilangkan moodnya dan emosi dalam diri kembali membara.
“Untuk apa lagi menelepon, masih peduli pada anak miskin ini”, cela Kevin menunjuk dirinya sendiri dihadapan cermin.
Selalu saja tidak bisa bersikap tegas pada Nyonya Martha Nugraha, serba salah mungkin itu kata palin cocok untuk Kevin.
“Halo ma, ada apa?”
“APA? BAGAIMANA BISA?”
...TBC...
__ADS_1