
...Selamat pagi, siang, sore dan malam π...
...Izinkan aku yang remahan ini promo novel terbaru....
Siapa tahu berkenan mampir dan ketagihanπ
Novel ini mengikuti event menulis Mengubah Takdir S3.
Mohon dukungannya teman-teman ππ€. Ini lomba yang aku ikut ketiga kalinya, next masih ada satu lagi sedang proses revisi πͺ.
__ADS_1
bisa dicari setelah klik avatar aku ya. Terima kasih atas segalanya π
Aduh jam berapa ini? Kenapa kamu tidak membangunkan aku?β Panik Ajeng, wanita berambut panjang serta struktur wajah nyaris sempurna seperti Dewi Venus itu langsung beranjak dari ranjang, dengan kecepatan kilat Ajeng menyambar handuk dan masuk kamar mandi.
βAKSA. AKSA KAMU DIMANA? AKSA CEPAT KE SINI!β seru seseorang, suara yang sangat Aksa hapal. Untung pendengarannya masih baik-baik saja. Bayangkan setiap pagi Aksa harus mendengar teriakan dari seluruh penghuni rumah termasuk istri yang dicintai.
Aksa pun menghampiri sumber suara itu, setelah dia sampai di meja makan betapa terkejutnya melihat tempe goreng, tahu goreng dan perkedel bertebaran di atas lantai.
__ADS_1
Sebelum mulai bertanya, Aksa menarik napas dan menghembuskan perlahan. Dia tidak habis pikir, memang apa salah tahu, dan kawan-kawannya itu? Semua makanan harus disyukuri, tapi entah berapa kali masakannya harus berakhir di lantai.
βHeh, menantu. Katanya kamu sudah selesai masak, mana? Makanan kaya gini kamu simpan di meja makan.β Sinis Maya, wanita paruh baya yang selalu membuat hati dan telinga Aksara panas setiap pagi, siang, sore bahkan malam.
Belum Aksa bertanya dan baru membuka mulutnya, Maya kembali marah membuka penutup mangkuk besar berisi balado telur. Seketika itu juga Maya membawa mangkuk ke dapur, menumpahkan semua isinya ke dalam tempat sampah.
...Lanjutkan hanya di I'm A Billionaire...
...Terima kasih πππ...
__ADS_1