
BAB 34
Kevin yang panik seakan lupa apa yang harus dilakukannya. Seketika pria ini bodoh dan bergeming, apalagi celana istrinya basah, cairan merah terlihat mengalir.
“Mas.... Mas Kevin ayo kita bawa mba ini ke rumah sakit”, driver online terus bicara menyadarkan00 Kevin yang tetap diam. Mobil yang menabrak pun sama, pemilik kendaraan mewah turun dan ingin bertanggung jawab, tapi melihat Kevin menopang kepala serta memeluk wanitanya, mereka pun tidak bisa memaksa.
“DAYANA?”, teriak seorang pria.
“Minggir brengsek”, menarik kerah kemeja Kevin hingga melepaskan Dayana. Sigap menggendong tubuh wanita yang mengeluarkan darah dari pangkal pahanya.
“Eh Tuan, mba ini mau di bawa kemana?”, tanya driver.
“Rumah sakit”
Daniel melaju cepat menuju GB Hospital, ia khawatir terjadi sesuatu pada wanita yang dicintainya. “Dayana bertahanlah, aku mohon”, gumam Daniel.
Tiba di rumah sakit, semua tercengang melihat salah satu dokternya terluka dan mengeluarkan darah segar dari paha. Dapat dipastikan wanita ini tengah mengandung, dan dalam keadaan rawan keguguran.
“Tuan Daniel”, ucap seorang Dokter Umum.
“Selamatkan Dayana, dan........dan anaknya”, pungkas Daniel, meski berat hati mengatakan itu semua, tapi ia menghargai kehidupan yang hadir pada rahim Dayana.
Daniel masih memiliki setitik rasa kemanusiaan, menginginkan calon anak yang tidak bersalah itu tetap hidup, tumbuh dan berkembang.
Tidak diam saja, Daniel segera menghubungi pihak keluarga Dayana. Merasa perlu mengetahui apa yang dilakukan oleh suami brondong dokter cantik ini.
Sedetik pun tidak Daniel tinggalkan Dayana, ia selalu setia menunggu dibalik tirai yang menutupi, dokter kandungan pun telah menangani Dayana.
.
__ADS_1
.
Dua jam lamanya, proses tindakan yang diambil dokter. Dayana telah siuman dari pingsan dan sedang duduk menangis dalam pelukan Bunda Nayra. Daniel tidak kuasa melihatnya gegas keluar ruangan, memberi ruang bagi ibu dan anak itu.
Apalagi Dayana tampak tertampar kenyataan pahit, hidupnya tidak mulus, kerikil tajam terlalu rapat untuk dihindari hingga akhirnya ia tertusuk benda itu.
Daniel berdiri tegak dan menghalangi pintu masuk, ia tersenyum sinis melihat Kevin datang dengan kemeja berlumur darah.
Pria ini tidak mengganti pakaian, ia hanya menggunakan topi dan maskernya saja. Di saat seperti ini masih sempat memikirkan karir, benar-benar pikiran bodoh seorang anak kecil. Dimana hal lain lebih berharga dibanding keluarga, terutama anak dan istri.
“Minggir”, kesal Kevin.
“Minggir? Tidak salah dengar? Sebaiknya pulang dan hapalkan naskah atau ganti bajumu”, usir Daniel bernada sangat sarkas. Ia tidak habis pikir pada sikap Kevin , hanya diam saja memeluk Dayana. Entah apa jadinya kalau Daniel tidak datang, mungkin wanita pujaan hatinya akan melayang dan meninggalkan dunia sangat cepat.
“Anda tidak berhak melarangku”, sergah Kevin sangat ingin mengetahui kondisi Dayana yang mengalami pendarahan.
“Aku berhak”, sahut Daniel.
Daniel tertawa miring mendengar pengakuan Kevin, memasukkan satu tangan pada saku celana, berdiri tegak di pintu menghalangi jalan dan jarak pandang pria kecil di depannya. “Lebih baik kau berkaca, apa itu yang dinamakan suami? Bukankah hanya status, tapi sikapmu tidak pernah seperti seorang suami yang melindungi istrinya”, tegas Daniel.
Kejadian ini semakin menambah rasa percaya diri Daniel, ia yakin Dayana akan menerimanya sebagai pengganti Kevin. Ya, suami tidak memiliki tanggung jawab apapun.
“Minggir Tuan Daniel, anak dan istriku membutuhkanku di dalam”, tangan Kevin terulur hendak menyingkirkan tubuh kekar di depannya.
“Apa? Anak? Anak yang mana?”, balas Daniel tersenyum sinis mendengar kalimat pengakuan bernada cemas itu.
“Tanpa aku katakan sudah jelas kan, anak dalam kandungan Dayana adalah milikku. Jadi Tuan Daniel harap sadar diri”, beraninya Kevin, ia tidak peduli siapa yang dihadapinya, saat ini pikiran hanya tertuju pada Dayana dan calon buah hatinya.
“Anakmu sudah meninggal, Dayana keguguran, darah yang dikeluarkan sangat banyak sampai kandungannya tidak bisa tertolong lagi”, tatap sengit Daniel, tanpa bergeser sedikit pun. Sesaat dilihat bahwa riak wajah Kevin menjadi sedih dan kecewa.
__ADS_1
“Seandainya lebih cepat di bawa ke rumah sakit mungkin anakmu masih ada, tapi kasihan dia mempunyai ayah yang lamban seperti ini”, telak Daniel.
“Anda berbohong”, sergah Kevin tidak terima apa yang ungkapkan Daniel.
Aktor tampan ini meninggalkan rivalnya dan menuju bagian informasi, ia ingin memastikannya sendiri apa yang dikatakan Daniel adalah kesalahan. Kevin ingin konfirmasi pada dokter yang menangani istrinya, dia tidak bodoh menerima begitu saja. Pasti Daniel hanya ingin memanas-manasi Kevin tidak lebih.
“Maaf, apa anda pihak keluarga? Karena informasi ini tidak bisa kami berikan pada sembarang orang”, ucap dokter yang akan menjaga kondisi medis pasiennya.
“Sa-saya......saya, saya suami dari Dokter Dayana”, lirih Kevin terdengar seperti berbisik.
Dokter di hadapannya cukup terkejut mendengat kalimat aktor tampan ini, bagaimana bisa Kevin yang terkenal berbakat dan meraih banyak penghargaan memiliki istri dan kapan pernikahan berlangsung.
“Apa benar istriku, umm......Dokter Dayana keguguran?”, suara Kevin bergetar.
“Iya itu benar. Maaf kami tidak bisa mempertahankan janinnya, pendarahannya terlalu hebat dan sulit untuk menyelamatkan kandungan Dokter Dayana”, jelas Dokter kandungan yang akhirnya membuat Kevin percaya.
Langkah kakinya terasa lemas, ia tidak menyangka kehilangan buah hati secepat ini bahkan belum sempat di peluknya. Buah hati yang hadir tanpa disengaja, semua bermula dari kesalahan hingga menyebabkan kesalahan lain muncul berturut-turut.
Kevin meremat rambut hitam dengan kedua tangannya, ia menyesal kenapa harus bertengkar di tengah jalan dan menyeret sang istri pulang. Seandainya waktu bisa terulang, Kevin akan mengakui bahwa ia telah menikah dan akan segera memiliki anak.
Tiba-tiba dirinya bangkit dari rasa bersalah itu, ya Kevin akan mengumumkan pada dunia bahwa ia memiliki seorang istri dan kini tengah berduka karena kehilangan calon anak mereka.
“Aku harap ini langkah yang tepat Dayana”, lirih Kevin dalam hati.
Tentu saja Kevin mengambil langkah berisiko ini agar istrinya memaafkan semua sikapnya dan keluarga besar Dayana menerima serta menerima maafnya.
Tapi lebih dulu ia akan menyampaikan kejadian sebenarnya pada Nyonya Martha Nugraha, bagaimana pun ibunya itu harus tahu apa yang dialami olehnya. Kevin harap wanita paruh baya yang mengandung serta melahirkannya bisa menerima kenyataan yang ada, menerima Dayana sebagai menantu dan menyayangi sang istri.
Untuk Selena sendiri Kevin akan mengambil langkah tegas, mengakhiri hubungan dengan kekasih yang telah hadir dalam hari-harinya selama satu tahun lebih. Ia akui kasihan pada kekasihnya itu tapi Dayana jauh lebih membutuhkannya dibanding Selena, karena kehilangan buah hati bukanlah perkara mudah.
__ADS_1
...TBC...