
BAB 7
Satu bulan pasca kejadian di rumah sakit, Dayana terbiasa dengan ritme kehidupan lamanya, sore hari ketika selesai bekerja, ia habiskan waktu berkumpul bersama teman di cafe atau hanya sekadar menonton bioskop. Lupa pada Kevin, ya tentu saja ia lupa. Untuk apa mengingat pria yang tak memiliki tanggung jawab seperti Kevin.
Begitupun dengan Kevin, semakin sibuk menambah pundi-pundi keuangannya, namun beberapa kali Kevin melihat sosok sang istri berjalan di mall bersama rekan wanita. Tapi ia tak yakin sebab melihat penampilan Dayana yang berubah drastis menjadi lebih modis dan cantik, kulitnya seputih susu juga riasan natural. Kevin sempat terpana melihat wanita yang mirip Dayana, ingin ia hampiri namun kakinya begitu berat terasa apalagi Selena menguntitnya sepanjang waktu.
“Bee, kamu lihat apa sih, serius banget?”, Selena yang sedari tadi bertanya tak didengar oleh Kevin.
“Ih Kevin, bee kamu sakit?”, kesal Selena.
“Ah ya, ya apa bee?”, Kevin membenarkan kerah bajunya yang masih tampak rapi, menetralkan suasana hati yang dipenuhi bayang-bayang Dayana. “Kamu mau beli yang mana?”, Kevin menajamkan pandangan ke arah cafe dan sayangnya sosok wanita itu tidak ia temukan lagi. “Argh”, geramnya. Seandainya ia bukan artis dan tidak ada Selena disampingnya mungkin Kevin akan langsung menghampiri Dayana.
Sementara di restoran, Dayana sedang tertawa bersama rekan dokter satu angkatannya, saling berbagi cerita masa magang dan pengalaman apa yang diterima, sampai pada sekelompok remaja duduk di samping meja Dayana dan temannya. Sangat bising menceritakan aktor pendatang baru, Dayana menelan kuat saliva mendengar nama suami dadakannya disebut, dan banyak dari mereka menginginkan menjadi istri dari Kevin.
“CK, bahkan mereka tidak tahu kalau dia itu bukanlah pria yang baik, malang sekali”, gumam Dayana.
“Hey Dayana kamu kenapa? Aku tidak mendengar jelas tadi”
“Oh tidak ada, lupakan saja”.
Setelah selesai berkumpul dan menghilangkan beban bersama teman-temannya, Dayana bergegas pulang sebelum pukul 9 malam sesuai peraturan yang ditetapkan Bunda Nayra.
“Wah Oma kapan ya punya menantu artis”, sialnya Dayana mendengar semua itu, ia mengintip Oma Nilla dan Bunda Nayra yang sedang menonton drama televisi dengan bintang utamanya Kevin Nugraha, seketika Dayana terbelalak melihat adegan pelukan Kevin. “CK, cari kesempatan”.
“Eh sayang kamu udah pulang, bunda engga denger suara mobil”.
“Oh iya bun. Mungkin bunda lagi serius nonton”, Dayana menyengir kuda kemudian seribu langkah meninggalkan kedua wanita yang ia cintai.
__ADS_1
.
.
Siang ini Dayana telah selesai praktik tapi ia akan menemui adik sepupunya di G&B Farmasi, memiliki janji temu bersama Dariel. Melangkahkan kaki mantap menuju ruang CMO, penampilan Dayana hari ini sangat cantik dan berbeda. Untung saja para pegawai mengetahui siapa itu Dayana, jika tidak, pasti menganggap dia sebagai wanita spesial milik Dariel.
“Hi Om Indra”, sapa Dayana pada asisten pribadi Dariel.
“Hi, princess. Kamu mau ketemu Dariel? Bos muda masih meeting, sabar ya. Keliling aja dulu, di bawah ada shooting iklan, biar engga bosen”, Asisten Indra yang sudah termakan usia tetap tidak menghilangkan selera humornya.
“Iya om makasih, tolong sampaikan ke Dariel aku menunggu di lobby”, Dayana berjalan keluar ruangan CMO, manik hitamnya sempat melirik foto yang terpajang, ia pun tersenyum kecut, “Lupakan Dayana”.
Benar apa kata Asisten Indra, proses shooting iklan suplemen makanan, Dayana pun ikut berbaur bersama staf, beberapa ada yang mengenalnya. Tiba-tiba jantungnya berdetak cepat tak karuan ketika pandangannya beradu dengan netra sipit Kevin. Pria itu pun sama dengan Dayana, terkejut luar biasa.
“Ternyata benar, perempuan kampung itu nekat menyusul ke sini. Menyusahkan”. Kevin merasa harus membuat perhitungan dengan Dayana dan menyingkirkan wanita itu.
“Diam”, bisiknya tegas.
Dirasa suasana aman Kevin membawa Dayana keluar gedung G&B Farmasi, memacu pedal gas mobil sangat cepat menuju apartemen Kevin.
“Kamu gila, kamu mau bunuh diri?”, panik Dayana memegang seerat mungkin. Pria di sampingnya ini sangat gila.
“DIAM berisik”, sergah Kevin kesal.
Tiba di basemen area parkir apartemen, tanpa perasaan Kevin menyeret Dayana memasuki apartemen dan mengunci pintu, mengintimidasi Dayana melalu tatapannya. “Untuk apa kamu datang kesini? Kamu minta uang iya kan? Dasar kampungan”, bentak Kevin.
“Heh, bocah ingusan dengar ya. Untuk apa aku mencari pria tidak bertanggung jawab seperti mu, hah?”, Dayana tidak terima Kevin merendahkannya dan ia menantang Pria itu melalui sorot mata yang tajam.
__ADS_1
“Jangan berlaga polos kamu, aku tahu tujuan mu kesini apa. Dengar ya pernikahan ini selamanya tidak akan pernah ada yang tahu, paham”, bentak Kevin tepat di depan wajah cantik istrinya.
“Siapa juga yang mau selamanya menjadi istri pria tengil dan menjijikan seperti kamu, baru jadi artis saja sudah belagu”, cibiran Dayana mengusik sisi lain Kevin, tak terima mendapat hinaan dari wanita yang baru dikenalnya. Kevin menggendong Dayana di pundak seperti karung beras, menghempas tubuh Dayana di atas ranjang.
“Kamu salah berurusan dengan ku dasar wanita murahan”.
Dayana semakin tidak terima, kalimat Kevin terlalu jahat merendahkan martabatnya sebagai wanita. Terlalu emosi Dayana membuang ludah di wajah Kevin dan semakin membuat pria itu berang bukan main.
“Argh sialan”, pekik Kevin merobek pakaian Dayana, membuka semua tak bersisa, perlawanan Dayana yang cukup kuat tak sebanding dengan Kevin. “Ini kan yang kamu inginkan? Tidur dengan ku”, seringai licik Kevin.
“LEPAS, AKU BILANG LEPAS, DASAR BOCAH TIDAK TAHU DIRI DAN ATURAN”, teriak Dayana tidak terkontrol, sampai ia kelelahan kehilangan banyak energi.
Tidak ada aba-aba, Kevin menghentak kuat miliknya melesak masuk pada Dayana, ia yang menyadari begitu sempit dan berbeda langsung terbelalak, melihat tangis Dayana dan sorot kebencian padanya. Tapi ia tidak munafik, keindahan tubuh polos di bawahnya sangat menggoda.
“Bukankah kamu ini seorang istri? jadi harus melayani suaminya?”, bisik Kevin serius.
Kevin bergerak pelan, perlahan dan pasti menikmati setiap inchi istri dadakannya, “Aku tidak menyangka kamu masih pe*****”, bisik Kevin. Ia segera melepaskan diri usai mendapat titik puncak kenikmatan.
Setitik rasa bersalah merayap dalam dada, secara langsung ia merusak masa depan wanita yang menangis serta menatap benci padanya.
“Kevin lagi-lagi perbuatanmu merugikan”, bisik hatinya.
“Enyah dari hadapanku, dasar pria gila”, Dayana memaki suaminya tanpa henti, ia jijik pada dirinya sendiri, semudah itu kah menyerahkan apa yang telah dijaganya sampai direnggut paksa oleh pria tak bertanggung jawab seperti Kevin.
“AKU MEMBENCIMU KEVIN”, desis Dayana.
...TBC...
__ADS_1