Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 52 - Minta Restu


__ADS_3

BAB 52


Satu bulan berlalu Kevin semakin sibuk, karirnya mulai menanjak menuju puncak, setelah pemutaran film namanya tak henti menjadi bahan pembicaraan publik, banyak penggemar baru yang menyukainya, dari kalangan remaja sudah pasti.


Dua minggu yang lalu Kevin mulai menerima tawaran syuting satu judul drama televisi, namun ia tidak menerima peran utama melainkan hanya pemeran kedua, bukan masalah lagipula peran utama pria tidak cocok dengannya yang harus beradegan mesra, ingat Kevin tidak mau Dayana cemburu.


Kevin selalu menghubungi Dayana siang hari, memanfaatkan waktu istirahat. Sungguh ia rindu pada calon istri dan anak dalam kandungan Dayana.


Dapat Kevin lihat perut wanita itu mulai terlihat buncit dan tercetak jelas dibalik dress rumahan.


“Kamu semakin cantik”


Puji Kevin pada ibu dari anaknya, aura keibuan Dayana sangat terpancar, wajahnya bersinar dan semakin seksi dengan tubuh berisi.


“Aku bukan gombal, ini kenyataan. Apa anak kita sehat? Maaf aku belum sempat datang lagi”


“Dayana ingat, setelah kondisi mama pulih, aku jemput kamu ya, jangan jauh begini, rasanya berat”


“Jaga hatimu untuk ku Dayana, I love You Tante, ah maksudku aku mencintaimu Dayana Kei”


Kevin tersenyum melihat semburat merah muda pada kedua pipi calon istrinya. Lantas segera mengirim uang untuk anaknya disana, bagaimanapun itu tanggung jawab Kevin sebagai seorang ayah.


Hari-hari yang dilalui Kevin sangat sibuk, tiga kali dalam seminggu harus mengantar dan menemani Nyonya Martha terapi.


Dua minggu pertama proses penyembuhan itu gagal karena Martha selalu mengamuk dan menjatuhkan diri sampai terluka, baru di minggu ketiga benar-benar berhasil, wanita paruh baya itu mulai menerima keadaan, ibu Mario memiliki peranan penting untuk hal ini.


Kevin minta bantuan karena sudah kehabisan cara bagaimana membujuk dan menenangkan ibunya, membuat wanita itu sadar dan tidak memaki anaknya sendiri.


Setelah menghubungi Dayana, sekarang Kevin mulai menanyakan kabar mamanya, Nyonya Martha sangat senang mendapat perhatian manis dari putra sulungnya. Ia menyesal tidak memperhatikan Kevin dengan baik. Kondisi kakinya yang mati rasa semakin membuat sadar tidak bisa hidup sendiri apalagi dalam keserakahan.


Dua minggu ini juga Kevin lebih memilih kembali ke rumah orangtuanya, Nyonya Martha terlihat rapuh, tubuhnya menjadi kurus, tulang selangka kiri dan kanan nampak jelas, rambutnya semakin putih dan keriput mulai terlihat pada wajahnya.

__ADS_1


“Hari ini Kevin engga pulang malam mah, mamah mau Kevin bawa makanan apa untuk makan malam?”


“Oke ma siap, nanti Kevin bawa ya. Mama jangan lupa makan siang dan minum obatnya”


Rasanya damai dan tenang hati Kevin, Nyonya Nugraha tersenyum hangat padanya. Benar-benar seorang ibu yang menyayangi anaknya, bukan seperti sebelumnya hanya uang dan uang yang selalu diminta.


.


.


Sore hari Kevin telah menginjakkan kaki di rumah orangtua, ia membawa makanan sesuai pesanan sang ibu, meluangkan waktu bersama sangat penting karena ini cara Kevin untuk meraih restu dari Nyonya Martha.


Kandungan Dayana setiap hari semakin besar, Kevin harus mendapat restu secepatnya dan melamar wanita itu. Tapi sampai sekarang tidak ada sepatah katapun yang Kevin ucapkan pada Nyonya Martha.


Malam ini pelan-pelan Kevin mulai menyampaikan maksud dan niatnya, keluarganya harus tahu bahwa Dayana saat ini sedang hamil, bayi itu selamat dari kecelakaan.


“Capcay seafood-nya enak Kevin, lain kali beli lagi ya atau ajak mama makan disana”, ujar Nyonya Martha serius menuang satu sendok sayur capcay ke dalam piring.


Seketika Nyonya Martha mengernyitkan dahi, seingatnya Kevin tidak dekat dengan wanita lain setelah gagal tunangan dari Selena. Apa aktris pendatang baru atau dari kalangan biasa bukan publik figur?.


“Siapa? Atris atau model juga?”, selidik ibu dua anak ini.


Kevin mengulum senyum, ingat wajah ketus Dayana sekaligus sikap manja calon istrinya terakhir kali.


“Perempuan cantik yang juga suka sama capcay seafood ini ma. Mamah kenal sama orangnya, dia juga dari keluarga baik-baik ma”, jelas Kevin semakin membuat Nyonya Martha berpikir keras dan mengingat siapa teman perempuan putranya yang ia kenal selain Selena.


“Apa adiknya Mario?”, tatap Nyonya Nugraha.


“Mama , adik Mario masih kecil ya memang perempuan tapi masih sekolah, apa iya Kevin mau menikah sama anak kecil ma”, kelakar aktor muda itu.


Semakin penasaran Nyonya Martha dan ia terus mengingat siapa teman Kevin, lagi-lagi tidak kenal, dirinya tersenyum masam tidak mengikuti pergaulan putranya, sampai siapa teman Kevin pun tidak tahu.

__ADS_1


“Maafkan mama Kevin, mama terlalu acuh sama kamu”, lirihnya dalam hati.


Menyadari ibunya diam seolah memikirkan sesuatu, Kevin langsung memegang tangan dan merangkul bahu Nyonya Martha. Tidak bisa ditunda lagi, malam ini harus Kevin bicarakan niatnya melamar Dayana.


“Ma, perempuan itu Dayana. Mantan istri Kevin”


Sontak Nyonya Martha menjatuhkan sendok dari tangan, berdenging nyaring pada lantai keramik.


“APA? DIA? Kenapa bukan perempuan lain Kevin?”, tolak Nyonya Martha, meneguk satu gelas air dan menarik tuas penggerak pada kursi roda.


Tidak suka mendengar nama itu disebut, bukannya sudah jelas kalau dia tidak menyukai Dayana karena wanita itu lebih tua 6 tahun dari Kevin.


“Cari wanita lain Kevin, mama tidak mau dia jadi menantu mama”


Kevin mencegah mamanya masuk kamar dan menahan lengan keriput yang memegang tuas penggerak. Bersimpuh di hadapan Nyonya Marta, meminta restu untuk jalannya meminang Dayana.


“Ma, Mama tahu anak Kevin, cucu mama masih hidup dan sekarang kandungan Dayana semakin besar ma, usianya 5 bulan. Kevin engga mau anak itu lahir dari ibu dan ayah yang bercerai, anak Kevin harus dapat kasih sayang utuh kedua orang tuanya, mah. Apa mama tega mengetahui darah daging mama hidup di luar keluarga kita dan...........dan lebih parah lagi kalau anak Kevin memanggil orang lain dengan ‘ayah’, dimana posisi Kevin sebagai ayah kandungnya ma? Tolong mama mengerti, buka sedikit hati mama”


Kevin menghapus air matanya dan pipi Nyonya Martha yang basah.


“Tolong mama pikirkan sekali lagi. Dayana perempuan baik-baik ma, dan Kevin menyesal baru sadar sekarang. Kevin harap mama merestui Kevin”


“Antar mama ke kamar Kevin, mama mau istirahat”


Akhirnya malam ini tidak sesuai harapan dan bayangan Kevin, mamanya masih menolak kehadiran Dayana hanya karena wanita itu usianya lebih matang. Harus terus bersabar untuk meraih restu dari Nyonya Nugraha yang keras kepala.


Tapi, meskipun tanpa restu Kevin akan tetap melamar calon istrinya itu sebelum anak mereka lahir ke dunia.


“Maafkan Kevin ma, tapi Kevin tidak mau kehilangan Dayana dan anak Kevin untuk kedua kalinya, semoga mama mengerti”, batin Kevin kembali menelan kecewa.  


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2