
BAB 46
“Kevin, lakukan saja yang mau kamu lakukan”, sahut Dayana, memutuskan untuk memberitahu semuanya pada Kevin Nugraha, kehamilan yang semula diketahui keguguran itu hanya salah satu cara agar Kevin mampu berubah, tapi ternyata pria ini malah mengirimkan surat perceraian.
Tiba di ruangan dokter kandungan , Kevin tertegun untuk pertama kali mendengar suara detak jantung dan sesuatu yang bergerak pada layar.
Nalurinya sebagai seorang ayah memang tidak dapat dibohongi, sejak mendengar kabar beberapa jam yang lalu bahwa calon istrinya ini sedang hamil, Kevin tetap menganggap itu anaknya dan lihat benarkan memang anaknya.
Dokter menjelaskan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan Dayana sampai melahirkan, lalu memberitahu Kevin bahwa usia kandungan ini 17 minggu.
Kevin mulai menghitung menggunakan jemarinya, ia tertegun mendapat satu lagi bukti jika anaknya masih hidup dan tetap bertumbuh dalam kandungan calon istrinya.
“Tolong di jaga Pak, istrinya jangan sampai kelelahan”, pesan Dokter.
Bahagia yang dirasakan Kevin ia sembunyikan cukup rapat karena perlu membicarakan banyak hal bersama Dayana, ya banyak sekali. Sampai semua ini terjadi dan kenapa dirinya pergi jauh.
“Sekarang kamu sudah tahu kalau anak itu masih ada, tinggalkan kami berdua dan jangan ganggu putriku lagi”, pinta Bunda Nayra, sebagai ibu ia tidak tega melihat putrinya selalu mendapat luka setelah menikah dengan Kevin.
“Tapi bunda, Kevin mohon. Ada beberapa hal yang kami perlu selesaikan, banyak hal buntu yang belum jelas ujung penyelesaiannya”
“Ck, untuk apa Kevin? Kamu mau buat Dayana sakit hati lagi? Cukup kamu mengirim surat cerai sudah membuatnya terluka, aku tidak mau putriku menangis lagi”
Sontak Kevin terbelalak mendengar bahwa dirinyalah yang mengirimkan surat cerai, padahal sama sekali ia tidak memiliki niat untuk berpisah dari Dayana.
Tapi seseorang dengan tega melakukannya dan sudah pasti orang itu adalah Nyonya Nugraha, sangat membenci Dayana dan ingin Kevin bersama Selena.
“Tante, ini salah paham, aku tidak pernah mengirimkan surat apapun”, sanggah Kevin.
“Cukup Kevin, urus saja pertunangan kamu dengan model itu, jangan dekati Dayana lagi”, Bunda Nayra mulai mendorong kursi roda Dayana, tapi dengan cepat Kevin mencegahnya.
Harus ada penjelasan tentang semua ini, tidak akan ia sia-siakan pertemuannya dengan Dayana begitu saja.
__ADS_1
Mario yang biasanya tidak ikut campur, kini memilih membantu Kevin, kerena tahu bagaimana kerasnya mencari Dayana.
“Tante saya mohon tolong biarkan Kevin menjelaskan semuanya”, tutur Mario.
“Dayana, mari kita bicara. Tidak, bukan hanya kita tapi bunda juga. Aku harus menjelaskan sesuatu padamu. Aku mohon Dayana”, iba Kevin yang tertekuk disisi kursi roda.
“Baiklah, aku hanya memberimu waktu untuk menjelaskan semuanya, tapi jangan paksa aku kembali”, lirih Dayana yang begitu lemas dan mudah sakit saat menerima tekanan.
Disinilah Kevin, Dayana, Bunda Nayra serta Mario, duduk dalam ruang perawatan. Tak ada basa-basi, Kevin langsung menjelaskan semua kejadian dimulai dari kecelakaan yang menimpa Dayana malam itu.
Semua tidak lain karena ia yang mulai memiliki perasaan istimewa dan terbakar api cemburu, Kevin yang syok tidak bisa mengambil keputusan untuk segera membawa ke rumah sakit melainkan malah meratapi perjalanan hidup.
Cerai pun bukan dirinya yang mengajukan melainkan Nyonya Nugraha, tanpa sepengetahuan Kevin. Hal ini tentu saja membuat Keluarga Bradley meradang sampai mengutus pengacara untuk membereskan semua dengan cepat.
Barang-barang yang dikirimkan ke rumah pun dilakukan oleh Nyonya Martha Nugraha, mengeluarkan semua pernak pernik milik Dayana, hingga bersama Selena melakukan teror.
“Maafkan aku Dayana, aku tidak bermaksud menyakitimu. Maafkan aku”
Mario dan Bunda Nayra menangis haru mendengar penuturan Kevin, benar-benar tidak menyangka pada sikap ibu yang seharusnya mendukung dan melindung putranya, justru Marta semakin menambah Kevin frustasi.
“Bolehkah aku memberi perhatian dan mencurahkan kasih sayang pada kalian, kamu dan anakku disini?”, menunjuk pada perut Dayana yang ingin ia sentuh.
Dayana hanya mengangguk pelan, Kevin juga sudah mengetahui keberadaan anaknya dan Dayana memutuskan akan membesarkan anak ini bersama Kevin.
Dengan atau tanpa adanya ikatan pernikahan, karena ia tidak ingin kelak anaknya merasakan seperti dirinya yang tidak pernah merasa kasih sayang seorang ayah.
“Terima kasih Dayana, aku janji aku akan menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, aku tidak akan mengecewakanmu, aku pastikan itu Dayana”, bahagia Kevin, senyum pun mengembang sempurna pada bibirnya.
Sedangkan Dayana mengernyit heran mendengar mantan suaminya ini mengatakan ‘Kesempatan’, jelas Dayana tidak memberikan kesempatan pada Kevin untuk kembali bersama.
“Aku tidak memberi kesempatan”, timpal Dayana.
__ADS_1
“Tante, mau engga kita keluar cari kopi?”, ajak Mario pada Bunda Nayra dan langsung mendapat persetujuan.
Kevin menampakan wajah tidak senang, “Bukankah jelas tadi kamu bilang kalau aku diizinkan untuk memberi pehatian pada kalian? Bukankah itu kesempatan kedua? Benar kan?”, lantang Kevin.
“Hey kamu itu masih sembarang bicara mana mungkin, keduanya memiliki arti yang berbeda Kevin. Kamu harus tahu.”, tegas Dayana.
“Tante manisku ini masih sama pemarah”, hati Kevin merasa senang bukan main.
.
.
Hari-hari terus berjalan dan pemutaran film yang dibintangi oleh Kevin meledak di pasaran, karirnya mulai bergerak perlahan menuju puncak.
Kevin juga masih tetap tinggal di Singapore, ia menghabiskan banyak waktu bersama Dayana. Sementara Mario telah kembali ke Jakarta dan sesuai keinginan Kevin, mengatur jadwal kosong selama satu minggu ini.
Pagi hari Kevin bangun lebih awal dari Bunda Nayra dan Dayana, pria ini setidaknya memiliki kemampuan untuk mengolah makanan.
Menyiapkan sarapan untuk Dayana dan calon ibu mertuanya, dia juga selalu menemani Dayana. Bahkan ketika tengah malam ibu dari anaknya ini menginginkan sesuatu dengan cepat dan seribu langkah Kevin mencari makanan yang diinginkan Dayana.
Semua ia nikmati, bukankah ini keinginannya? Kevin akan menebus waktu yang telah lalu menjadi hari-hari manis bagi Dayana. Agar kandungannya sehat, tidak mengalami masalah apapun.
“Ayo minum lagi Dayana, ini bagus untuk kesehatan tulang dan gigi anak kita”, paksa Kevin supaya ibu dari anaknya ini mau menghabiskan susu.
“Aku kenyang Kevin, kamu masih saja memaksa”, ketus Dayana lalu cemberut.
“Untuk hal baik aku akan memaksa bila perlu mengancam, bukan masalah kah?”, tawa Kevin mengundang pukulan dari mantan istrinya.
“Sakit Dayana, kamu ini jangan mengajari anakku untuk bertengkar sejak dalam kandungan”.
Kevin telah berjanji dalam diri bahwa ia akan bersama Dayana menemani wanita ini dan melangkah bersama-sama menatap masa depan. Suatu saat ia akan pastikan Dayana kembali dalam pelukannya dengan statusnya sebagai istri.
__ADS_1
...TBC...