Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 18 - Kalah Langkah


__ADS_3

BAB 18


Pagi ini Kevin telah rapi dan menyamar serapat mungkin agar para penggemar diluar sana apalagi kamera tersembunyi tidak mendeteksi keberadaanya. Masker, topi dan kacamata hitam telah lengkap ia gunakan. Kevin menyewa mobil, tidak mungkin menggunakan mobilnya pasti mudah terendus oleh media.


Dirinya datang sepagi mungkin menunggu Dayana tiba, karena menurut jadwal, pukul 8 pagi istrinya mulai praktik sampai pukul 12 siang.


Kevin pun telah siap dengan alat tempur dalam mobil. Makanan, minuman dan camilan, serta teropong, karena mengintai istri memerlukan tenaga baginya. Dadanya semakin berdebar saat melihat banyak dokter dan perawat masuk melalui pintu utama. Mata sipit Kevin mengawasi bagai elang, menanti Dayana.


10 menit


15 menit


20 menit


2 jam


Masih tidak ada juga istrinya itu datang, Kevin bertanya-tanya kemana Dayana pergi apa tidak praktik pagi ini. Akhirnya ia putuskan bertanya pada bagian informasi, betapa terkejutnya Kevin mendapat kabar jika istrinya itu sedang sakit menderita flu lebih tepatnya. Kevin lantas meminta alamat rumah Dayana dengan dalih sebagai salah satu pasiennya.


Matanya berbinar menemukan alamat rumah sang istri, itu artinya Kevin akan bertemu dengan mertuanya juga. “Sial, kenapa jadi serumit ini”, geram Kevin mengeluarkan mobil dari pelataran rumah sakit.


Sebelum pergi menyambangi rumah Dayana, Kevin lebih dulu membeli aneka buah, tidak ini bukan perhatian tapi salah satu tanggung jawabnya pada istri. Ya Kevin meyakini itu, ia akan melakukan tugasnya sebagai suami semampunya. “Tapi kehidupan pernikahan apa yang dijalankan terpisah seperti ini?”, gumam Kevin


Tanpa ragu lagi Kevin berani mengunjungi rumah istrinya, ia mematung kala melihat mobil mewah terparkir di depan pagar rumah Dayana. “Argh, kenapa harus pakai mobil ini segala, harusnya gue kesini pakai mobil sendiri bukan sewa”, kesalnya memukul setir berkali-kali.


Dirinya hanya berharap itu mobil Tuan Dariel bukan pria lain, ya bukan, jangan sampai pria lain datang menjenguk istrinya.


Tetapi pria tampan yang digandrungi banyak perempuan segala usia ini terpaksa menelan pil pahit, saat melihat Daniel Matthew keluar dari rumah Dayana. Diantar seorang wanita cantik yang Kevin yakini adalah ibu mertuanya, karena kemiripan Dayana dengan wanita itu.


“SIALAN”, kenapa juga ia harus kalah start dari pengacara terkenal itu, tidak terima Kevin turun dan menekan bel di pagar.


Tidak menunggu lama, Bunda Nayra membuka pagar dan menatap penuh tanya pada sosok tertutup di depannya.


“Permisi, tante. Apa Dokter Dayana ada? Saya dengar sedang sakit...... saya salah satu pasiennya”, alasan Kevin.

__ADS_1


“Oh, ya Dayana ada, silahkan masuk”


Mata sipit pria tampan ini menelisik pada rumah Dayana, walaupun tidak mewah tapi sangat nyaman dan damai juga asri dengan aneka tanaman di halaman rumah. Kevin yakin istrinya ini tumbuh penuh kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Dayana berhenti melangkah ketika melihat tamu yang datang, ia hapal penampilan seperti itu. Tentu bukan pasiennya, untuk apa memakai masker sampai menutup seluruh wajah, juga kacamata hitam dan topi.


“Untuk apa kesini?”, ketus Dayana.


Kevin mematung melihat penampilan istrinya, sangat manis dengan dress rumahan sepanjang lutut dan sendal salah satu tokoh kartun anak-anak, juga bandana yang menghiasi rambut Dayana, hidungnya pun merah karena flu, rasanya disini Kevin yang berusia lebih tua.


“Apa kamu tidak bisa mendengar? Aku tanya untuk apa datang kesini?”, ulangi Dayana, bukannya istirahat tapi harus terganggu dengan kehadiran Kevin.


“Tentu saja menjenguk istri”, suara datar Kevin lalu duduk tanpa dipersilahkan tuan rumah.


“Aku baik-baik saja, silahkan pergi, dan terima kasih”, senyum kecut Dayana, membalik tubuh tapi tangan kekar Kevin cepat menariknya hingga posisi keduanya berpelukan.


“Lepas, kamu tidak tahu ini dimana? Lepas”, berontak Dayana.


Sontak Dayana mendorong pria ini, dadanya naik turun, selalu saja emosi jika berhadapan dengan Kevin Nugraha.


Masker yang digunakan Kevin sedikit merosot dari tempatnya, dan Dayana dibuat tercengang melihat lebam di bagian bawah mata. “Kamu kecelakaan?”, tanya Dayana, ia memang membenci Kevin tapi setidaknya masih memiliki rasa kemanusiaan.


“Oh ini, ehem,.... ini hadiah dari seseorang yang menyayangimu”, jawab Kevin benar adanya, dihujani pukulan dari Dariel Bradley.


“Apa kalian bertengkar?”


“Ya, Tuan Dariel tahu hubungan kita”,  jawab Kevin santai.


“HUBUNGAN APA DAYANA?”, suara Bunda Nayra tiba-tiba muncul membawa aneka makanan dan secangkir teh untuk tamu kedua yang datang hari ini.


“Ummm, itu Bunda, hubungan....... hubungan....”, gugup Dayana, sungguh belum siap ia menjelaskan semua yang terjadi. Dayana menghela napas, memejamkan kedua mata beberapa saat, sampai mendengar suara lantang Kevin menjawab pertanyaan Bunda Nayra.


“Kami teman dekat, bun....bunda, apa boleh saya memanggil bunda?”, pungkas Kevin, sebenarnya sangat ingin membuka masker dan mengatakan kalau dia adalah suami dari Dayana tapi lidah Kevin terasa kelu mengucapkannya.

__ADS_1


“Oh teman, tentu panggil saja bunda. Tapi kenapa kamu memakai masker dan topi, ini dalam ruangan?”, penasaran Bunda Nayra, baru kali ini teman Dayana datang dan itu seorang pria. Ada rasa senang juga gelisah, karena sepertinya hubungan keduanya lebih dari sekedar teman dekat.


“Nama kamu siapa? Bunda baru lihat, apa kalian satu fakultas kedokteran?”, selidik Bunda Nayra.


“Iya”


“Bukan”


Jawaban berbeda Dayana dan Kevin berikan, sontak keduanya saling melempar tatapan tajam dan mengintimidasi masing-masing.


“Oke, Bunda permisi, silahkan diminum nak....... siapa namamu?”, ulangi Bunda Nayra.


“Ehem, Kevin”


“Oh, tapi bukan Kevin Nugraha ya? Bunda ngefans sama aktor itu”, jujur Bunda Nayra tersenyum membayangkan wajah tampan anak muda itu padahal nyatanya Kevin Nugraha saat ini ada di depannya berstatus sebagai menantu.


Kevin merasa di atas angin, ia yakin jika jujur tidak akan sulit baginya mendapat hati mertua, hanya saja apa mungkin keluarga dari istrinya yang tahu hubungan ini? Tidak mungkin kan, Nyonya Nugraha pasti menentang mengingat dengan tegas mencuci otak Kevin. Bahwa putra sulungnya itu tidak boleh menjalin hubungan atau sampai menikah dnegan wanita yang lebih tua.


Kevin selalu mengingat peringatan dari mamanya, menggelikan memang tapi nasi sudah menjadi bubur.


“Apa pria itu tidak menjagamu dengan baik sampai terserang flu begini!”, Kevin mulai berani bersuara setelah memastikan mertuanya pergi dari ruang tamu.


“Maksudnya Daniel?”


“Ya, pengacara itu. Rupanya kamu bukan istri yang baik, bisa-bisanya diantar pria lain pulang”, cibir Kevin, melupakan niat datang ke rumah ini untuk menjenguk bukan menabuh genderang perang dengan sang istri.


“Lalu, bagaimana dengan suami yang masih menjalin hubungan dengan pacarnya? Apa itu dikatakan baik? Jangan berlagak menjadi suami yang baik. Jelas-jelas aku melihat kalian bermesraan, ck menjijikan”, telak Dayana.


Kevin mendengus kesal mendengar kalimat istrinya, “Kau harus dengar, Selena tidak ada kaitannya dengan semua ini”, bela Kevin.


Sontak Dayana tertawa sinis dan menunjuk Kevin dengan jari telunjuknya “Ingat, sebaiknya kita jalani kehidupan kita masing-masing”.


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2