
Mohon maaf lahir dan dan batin🙏
Siapa tahu ada yang berkenan mampir 🤭
Cerita ini generasi ketiga Bradley dan Armend juga Generasi kedua Torres 😁
Surya yang tenggelam, udara dingin menusuk, bahkan jalanan licin tidak membuat anak-anak muda berdiam diri di rumah bergulung dengan selimut. Beberapa kelompok geng motor memenuhi arena sirkuit, mendukung perwakilannya yang siap di garis start.
Para ketua geng motor yang terkenal seantero Asia ini memperebutkan wilayah kekuasaan. Ditemani masing-masing grid girl yang melindungi prianya dari rintik hujan.
BRUM
__ADS_1
BRUM
Suara knalpot dari motor 1000 cc memanjakan telinga para pecintanya, seorang gadis berpakaian minim berjalan ke tengah sirkuit. Memberi aba-aba, melepas kelima ketua geng motor.
Sorak sorai anggota mendukung ketua mereka, masing-masing menyebutkan nama pemimpinnya
‘Ethan’
‘Romeo’
‘Arga’
‘Devano’
__ADS_1
‘Mario’
Kelima rider melaju dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Masing-masing memiliki teknik khusus, aksi salip menyalip pun terjadi, baik itu di tikungan atau jalan yang lurus.
Ethan Adrian Armend ketua gangster yang disegani dua tahun ini, dan selama itu juga dia menjadi panutan bagi anggotanya.
Mengelilingi sebanyak sepuluh kali lintasan sepanjang empat kilometer, pada akhirnya sang ketua; Ethan Adrian Armend memenangkan kompetisi.
Selepas balapan di sirkuit, Ethan juga mengisi waktu luangnya menerima drag race dari mobil yang telah dimodifikasi sedemikian rupa.
“Ck, masih sore. Untuk apa pulang ke rumah.” Serunya mulai menginjak pedal gas. Bagi Ethan pantang pulang sebelum pagi. Pemuda ini tidak peduli hidupnya rusak, lagipula memang tidak ada masa depan cerah untuknya.
Minuman beralkohol sudah menjadi bagian dari hidup, dia pun meneguk habis satu botol. Tingkat toleransinya tinggi, Ethan tidak goyah sedikitpun, ketika mulai memakai helm, tiba-tiba terjadi penyerangan dari geng lainnya. Hingga suasana panik dan mendebarkan, beberapa penonton terluka.
__ADS_1