Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 38 - Sekejam Inikah


__ADS_3

BAB 37


“DAYANA, akhirnya kita bertemu”


Kevin tersenyum bahagia, wanita yang dia cari selama ini ditemukan di tempat yang tak terduga. “Dayana, aku......”, seketika semua kalimat yang ingin Kevin sampaikan terbang terhempas angin yang entah kemana.


“Ada apa mas?”, tanya wanita itu.


“Tolong lepas tangan anda dari istri saya”, hunus pria yang tidak Kevin kenali.


“Maaf, salah orang. Saya pikir istri saya”, jawab Kevin canggung, dari penampilan belakang perempuan ini sangat mirip dengan Dayana tapi ternyata bukan.


“Makanya mas, punya istri dijaga bukan ditutupi statusnya”, sindir seorang pengunjung.


Lihat kan kini seluruh dunia hanya memandang rendah dirinya, dahulu Kevin dielu-elukan tapi sekarang? Ya roda memang berputar, ia harap Dayana kembali ke sisinya.


Makanan yang dipesannya pun Kevin tinggal tanpa disantap lebih dulu, hanya membayar dan pergi begitu saja. Sepertinya rasa lapar saat ini lebih baik dibanding makan dengan lingkungan yang memojokkan.


Kevin putuskan malam ini menginap di rumah Mario, sahabatnya yang juga sibuk dengan aktor lainnya.


“Pulang ke rumah juga percuma”, gumam Kevin seraya menggunakan helmnya.


Ia tidak mengerti kenapa semua terjadi padanya, disaat telah menyadari kesalahan dan ingin memperbaiki diri tapi masalah lain muncul tak berhenti.


.


.


Kevin tiba di rumah Mario dan sambutan keluarga managernya ini sangat hangat, padahal Kevin tengah berada di posisi terburuknya. Tapi keluarga ini tetap menghargai dirinya, berbeda dengan Nyonya Martha, selalu menyalahkan Kevin atas apa yang terjadi.


Seandainya saja Nyonya Martha bisa hangat dan menopang tubuh Kevin yang tidak lagi seimbang, pasti pria muda ini akan sangat berterima kasih pada ibunya. Kevin kehilangan istri, karir, dan fans tidak ada dukungan atau hiburan dari pihak keluarga.


Kala senang dirinya sangat dibutuhkan, setelah mengalami kesusahan tidak ada yang menemani selain Mario, semua tetap menuntut Kevin kembali pada kejayaan semula. Tentu saja siapa yang tidak mau memiliki karir bagus seperti sedia kala.


Tapi tujuan utama seorang Kevin Nugraha untuk sekarang adalah kembalinya Dayana pada tempat yang seharusnya, dan hubungan antara dirinya, Nyonya Marta, serta Dayana menjadi lebih baik.

__ADS_1


“Vin, ada apa datang malam-malam?”, tanya Mario membuyarkan lamunan kosong Kevin yang menatap pada gelas teh manis hangat.


“Makasih bro”, jawab Kevin.


“Lo cari Dayana lagi? Harus cari cara Vin, supaya bisa masuk rumah Tuan Rayden. Nah, dan itu yang gue engga bisa bantu. Kalau kita menyusup bahaya banget, taruhannya penjara. Tahu sendiri keluarga besar istri Lo itu berkuasa dimana-mana”, oceh Mario seperti biasa.


“Iya gue paham, malam ini boleh gue numpang tidur? Malas banget pulang ke rumah”.


“Boleh Vin, Lo sahabat gue, gemana juga gue bisa kenal artis lainnya karena Lo”, ramah Mario yang selalu menjadi tempat Kevin mencurahkan segala kegundahan hati.


“Gue sebagai sahabat Lo, cuma bisa berharap kehidupan Lo balik lagi seperti sebelumnya dan bahagia dengan istri Lo”, batin Mario tulus.


Mario memberi Kevin kabar yang cukup mengejutkan yaitu terhentinya kontrak kerja sama antara Kevin dan G&B Farmasi. Tidak hanya itu saja, beberapa rencana iklan yang akan dibintangi Kevin pun gagal sudah.


Perusahaan tidak ingin rugi menjadikannya model serta bintang iklan, hanya beberapa saja yang bertahan tapi dengan bayaran tidak mahal .


Kevin membaca nanar kertas yang ditunjukan Mario semua berisi pembatalan kontrak kerjasama, rencananya akan Mario beritahu pada Kevin esok hari.


“Maaf Mario karena gue, penghasilan Lo jadi berkurang jauh”, sesal Kevin membungkukkan wajah menempel pada meja.


.


.


Dua minggu kemudian


Selama satu minggu Kevin menginap di rumah Mario dan pikirannya pun menjadi lebih tenang, berangkat syuting iklan dan pulang syuting tujuan Kevin hanya rumah Mario. Kedua orang itu seperti kakak beradik yang sangat erat dan tidak terpisahkan.


Walaupun jadwalnya tidak sepadat dulu, Kevin masih bersyukur karena kontrak iklannya ada yang masih tetap berjalan, memerlukan waktu syuting tidak lebih dari 3 jam lamanya.


“Makasih bro, bersedia nampung gue”, Kevin tidak enak pada keluarga sahabatnya, dia pamit pada masing-masing anggota keluarga Mario.


Ini adalah hari keempat belas pasca Kevin meninggalkan rumah Nyonya Nugraha, rasa sayang Kevin sebagai anak masih ada untuk ibunya, walaupun kata-kata Martha sangat kejam untuk Kevin.


Jarak tempuh satu jam menggunakan motor cukup singkat untuk membelah jalanan ibu kota yang padat merayap .

__ADS_1


Tidak ada siapapun dalam rumah, dan hanya menyisakan seorang asisten rumah tangga yang telah bekerja sangat lama di kediaman ini.


“Mungkin mama pergi arisan”, pikir Kevin mengintip kamar ibunya, memastikan wanita yang telah melahirkannya baik –baik saja tapi ternyata tidak ada.


Mata sipit miliknya mengarah pada satu amplop besar yang tersimpan di atas ranjang, ragu dan penasaran Kevin ingin melihatnya. Dengan hati-hati dibukanya surat itu, sontak kedua bola Kevin nyaris keluar tidak percaya apa yang dibaca.


‘Putusan Cerai’


Tubuhnya gemetar dan napasnya pun tertahan di kerongkongan, kenapa tiba-tiba ada hasil keputusan cerai dari pengadilan. Padahal dirinya tidak pernah sekalipun menceraikan Dayana.


“Mamah”, geram Kevin meremas kertas bukti status baru yang disandangnya saat ini.


“Dayana”, tubuh Kevin luruh di sisi ranjang, memeluk surat yang ia remas sebelumnya, jika telah keluar keputusan seperti ini pastilah Dayana tahu akan perceraiannya dan pupus sudah harapan Kevin untuk kembali bersama wanita yang ia sayang dan cintai.


“KEVIN APA YANG KAMU LAKUKAN DI KAMAR MAMA?”, bentak Nyonya Martha, fokus matanya tertuju pada kertas dalam kepalan tangan putranya.


“Berikan itu pada mama, itu milik mama”, paksa ibu kandung dari Kevin Nugraha ini.


Kevin kini bersimpuh di depan kaki ibunya, ia yang tidak cengeng sejak ditinggal sang ayah. Untuk kali ini Kevin keluarkan air mata yang selalu di tahannya.


“Kenapa mama tega? Apa yang mama lakukan pada pernikahanku ma?”, teriak Kevin dengan suara yang bergetar.


Bukannya menjawab, Nyonya Marta hanya menatap sebal pada putranya,”Untuk apa kamu menangis? Bangun Kevin, mama tidak suka sikap kamu”


Kevin berdiri, menahan lemas kakinya, statusnya sebagai duda kini melekat erat padanya. Ia tidak menyangka Nyonya Marta bertindak sangat jauh dan dengan tega memisahkan Kevin dari wanita yang pernah mengandung darah dagingnya.


“Siapkan diri kamu, tiga bulan lagi kamu dan Selena akan bertunangan, jangan membantah mama Kevin. Mama tidak suka, kamu mama lahirkan untuk berbakti bukan menentang segala keputusan mama”, ungkap ibu dari Kevin ini dengan nada berapi-api.


Kini apa yang akan Kevin gunakan untuk membuat Dayana kembali padanya? Tidak ada hal yang mengikat diantara keduanya.


Tali pernikahan yang Kevin harapkan bisa membantu, putus sudah menambah luka dan beban pada diri. Sekejam inikah pembalasan yang diberikan padanya?.


...TBC...


 

__ADS_1


 


__ADS_2