Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 37 - Mencari Dayana


__ADS_3

Bab 37


Dayana dan Daniel terlibat perbincangan santai namun cukup panjang. Dokter cantik ini penasaran sebenarnya apa yang membuat Daniel tiba-tiba datang. Apa Papa Rayden yang langsung menghubunginya untuk membantu Dayana menyelesaikan perceraian? Tapi dilihat dari rekam jejak Daniel tidak ada satupun kasus perceraian ditanganinya, akhirnya dia urung bertanya pada Daniel.


“Daniel apa kamu mau coklat ini? Aku rela berbagi”, ujar Dayana sedikit tertawa.


“Ah, rupanya kamu ingin berbagi dan membuatku gendut bersama ya? Benar-benar keterlaluan”, keluh Daniel.


Tentu keduanya hanya saling bergurau satu sama lain, bagi Dayana pria baik hati yang berprofesi pengacara ini seperti kakaknya. Bersama Daniel, selalu merasa aman dan nyaman, rasanya ketika melangkah ada yang melindungi, namun tidak ada getar cinta di hati Dayana untuk Daniel.


“Ah ya Dayana nanti aku akan berkunjung lagi bersama Nenek, karena nenek merindukanmu, sering sekali menanyakan kabar dokter cantik idolanya”, ucap Daniel tersenyum dan menggelengkan kepala.


“Sampaikan terima kasih pada nenek, selalu menghargai ku padahal saat ini orang lain menganggap aku perempuan rendahan”, menundukkan kepala, ia ingat setelah video itu tersebar, banyak dari fans Kevin menyerang akun sosial media miliknya dan tidak jarang mengirim teror ke rumah Oma Nilla.


“Ehem”, Daniel membenarkan posisi dasi sebagai formalitas, “Dayana, dengar mereka salah dan akan meminta maaf padamu, tunggu saja. Kalau kamu mau, aku bisa menjebloskan mereka ke jeruji besi, tinggal kamu katakan saja setuju atau tidak”, mengacak rambut coklat dan lembut wanita pujaannya.


“Ish Daniel, aku sudah menyisir dan merapikannya , kenapa dengan jahat kamu merusaknya?”, ketus Dayana.


Selama satu jam Daniel bertamu, akhirnya pria itu memutuskan pulang. Walaupun ini rumah salah satu rekan Tuan Matthew tetap saja semakin lama berada di dekat Dayana, hatinya semakin kuat ingin memiliki wanita itu.


.


.


Tiga minggu kemudian


Setelah Papa Rayden mengetahui surat cerai yang dikirim oleh Kevin pada keponakannya, detik itu juga langsung mengutus pengacara keluarga menangani kasus perceraian Dayana dengan cepat dan tanpa bertele-tele, melewatkan pembagian harta gono gini. Toh Dayana datang hanya membawa pakaian bukan hal lain.


Perceraian pun akan dilaksanakan tanpa kehadiran Dayana, Papa Rayden tidak ingin keponakannya goyah. Tim pengacara mengatur sebaik mungkin agar prosesnya cepat.


Yang lebih mengejutkan lagi semua barang-barang milik Dayana diantar ke rumah Oma Nilla tanpa pemberitahuan apapun. Antara sakit dan kecewa bagi Dayana, seperti itukan Kevin, sikapnya langsung ingin menghapus jejak Dayana sebagai istri yang pernah tinggal satu atap dengannya.

__ADS_1


Lalu kabar pertunangan Kevin bersama model muda dan cantik santer dimana-mana, bahkan saat Dayana melihat acara televisi isinya tentang pertunangan Kevin. Media online pun ramai menjadikan pria itu di posisi teratas dalam pencarian berita negatif.


“Tidak, jangan. Kita jangan bersedih, aku yakin kamu bisa, kamu akan tumbuh menjadi sehat dan kuat”, Dayana berusaha tegar pada diri sendiri sembari menatap pada perutnya.


“Kamu melihatnya lagi? Bukannya sudah bunda bilang jangan gunakan ponsel kamu untuk hal tidak berguna seperti itu Dayana”, kesal Bunda Nayar beberapa kali memergoki Dayana masih saja melihat berita gosip tentang suami yang akan menjadi mantan.


“Tidak sengaja bun, ini mau lihat video yang lain tapi tiba-tiba muncul”, akui Dayana sedikit berbohong, ia ingin melihat hal lain tapi hati dan jemarinya begitu penasaran sampai memberanikan melihat sesuatu yang menyakiti hati.


Hah mungkin memang sudah naluri wanita yang selalu ingi tahu pada kebenaran kendati sakit diakhir.


“Bun, kapan kita pergi?”


“Setelah sidang cerai kamu selesai, sementara oma tinggal dengan Tante Nayla, dan bunda temani kemana kamu pergi”, tutur Bunda Nayra.


“Makasih bunda”


**


“Aduh Kevin, mau apa lagi? Kamu kenapa jadi begini? Ikut casting yang lain pasti kamu dapat peran lagi”, Nyonya Martha Nugraha tidak terima karena karir putranya yang semula berada di puncak kejayaan kini menukik tajam ke bawah, kiriman uang bulanan untuknya semakin berkurang dan tersendat.


Tidak hanya itu Selena, kekasih Kevin mendadak mendapati job berlimpah dan penghasilannya tidak main-main.


Wanita itu tetap setia bersama Kevin, kendati mulai menjaga jarak, Selena tidak lagi meminta uang jajan pada kekasihnya, menghabiskan waktu akhir pekan masing-masing, hanya sesekali mengunjungi Kevin, tidak lama, cukup absen saja.


“Dari pada kamu pikir terus wanita itu lebih baik kamu curahkan semua perhatian untuk Selena, lihat sekarang dia banyak uang Kevin, ketenarannya bisa bantu karir kamu”, papar Nyonya Nugraha.


“Aku dan dia putus mah, jangan paksa Kevin lagi”, berdiri dan meninggalkan Martha di ruang keluarga. Menyambar kunci motor sport kesayangan yang selalu menemaninya belakangan ini.


“Heh, Kevin, kamu mau kemana? Jangan cari wanita itu lagi !!!!”


“Cari saja sana sampai ketemu, mama yakin kalau kalian bertemu pun perempuan itu menolak kamu Kevin, sebentar lagi kalian tidak akan terikat apapun”, sinisnya dalam hati.

__ADS_1


Semenjak karirnya turun Kevin kembali tinggal satu rumah bersama ibunya, dan Mario pun sama tinggal di tempat masing-masing.


Untuk apartemen Kevin disewa pihak lain yang mampu membayar dengan harga sesuai, Kevin benar-benar butuh pemasukan untuk hidupnya.


Keperluan adik serta mamanya selalu membengkak, sedangkan honor dari iklan tidak seberapa. Hidupnya pun tidak semewah dulu, bahkan kini kemana Kevin pergi seakan publik tidak peduli, tidak ada yang minta foto atau tandatangan.


“Kamu dimana Dayana?”, lirih Kevin dalam hati.


Kepalanya menoleh ke kiri dan kanan, mencari sosok istri yang dirindukannya, Kevin belum sempat minta maaf pada wanita itu.


Hampir setiap hari ia keluar siang hari dan pulang ketika tengah malam, Kevin pun mengunjungi rumah sakit besar, berharap menemukan sang istri. profesi Dayana sebagai dokter tentu tidak akan jauh dari rumah sakit.


“Kemana lagi aku harus cari kamu, tante?”, keluhnya sangat lemah.


Rasa lapar yang mengganggu membuat Kevin singgah di salah satu pedagang kaki lima. “Eh Mas Kevin apa kabar? Mau pesan apa?”.


“Pecel ayam satu mas”, jawab Kevin, matanya melirik pengunjung yang sedang makan, pandangannya seketika terkunci pada wanita berambut panjang yang duduk membelakangi dirinya.


Benar-benar mirip Dayana, mungkin saja itu dia. Tapi ada pria yang tidak Kevin kenali, dan tidak pernah bertemu sebelumnya.


“Siapa yang bersamanya? Apa hubungan mereka? Kenapa pria itu sampai berbagi minuman dengan Dayana?”, kesal Kevin di dada.


Penasaran serta tidak ingin buang waktu, Kevin melangkah maju menahan sesak di dada, melihat kemesraan wanita itu dengan pria asing.


Tangannya pun cepat menyambar bahu kiri wanita yang ia yakini Dayana, dengan cepat Kevin tarik hingga nyaris terjatuh dari posisi duduknya.


“DAYANA, akhirnya kita bertemu”


...TBC...


 

__ADS_1


__ADS_2