Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 25 - Perhatian


__ADS_3

BAB 25


Tak kunjung terbuka pintu kamar, Kevin memutuskan mengambil kunci cadangan tapi dengan cepat Mario mencegahnya. “Bro”, menggerakkan sedikit dagunya ke arah pintu, dan Kevin mengerti waktu istirahat yang ia dapatkan telah habis.


“Ok, Lo tunggu di basemen”, Kevin kembali mengetuk pintu untuk terakhir kali.


“Dayana, aku berangkat. Sebaiknya saat aku pulang nanti kau sudah membuka pintunya”, teriak Kevin masih tetap tidak mendapat jawaban apapun.


Tiba di basemen, Kevin langsung masuk mobil dan kendaraan itu melesat cukup cepat membelah jalanan ibu kota. Kevin mengepal tangan kiri, pandangannya lurus ke depan memikirkan sesuatu. Ia tidak tega membuat kekasihnya menangis tapi diwaktu bersamaan menyakiti Dayana dengan kata-katanya.


“Argh”


“Santai bro, sekarang fokus pemotretan dulu, nanti kita selesaikan lagi, yang jelas mulai hari ini Lo harus ganti sandi apartemen. Gue harap Lo tegas sama Selena, saran gue akhiri hubungan kalian Vin, mulai belajar terima istri Lo, ingat Vin anak Lo lebih membutuhkan Lo dibanding Selena, jangan sampai Lo menyesal di belakang”, petuah Mario yang mengganggu Kevin.


“Kalau gue putus, Lo tahu mama merestui hubungan gue dan Selena. Gue belum siap kasih tahu mama kalau menikah dengan perempuan yang usianya lebih tua dari gue”, tutur Kevin masih menyembunyikan istrinya. Kini hanya berharap Nyonya Nugraha tidak menyambangi apartemennya secara mendadak.


Mendengar pernyataan Kevin, Mario hanya menghela napas pelan, ia pun bingung sekaligus kasihan pada Dayana. “Semua ini salah Lo juga Vin, makanya sebelum bertindak berpikir panjang ke depan”, pikir Mario.


Di lokasi syuting pun Kevin sedikit tidak konsentrasi akibat masalah satu jam yang lalu, belum lagi Selena menerornya, memaksa Kevin malam ini datang ke apartemen miliknya. Semakin pusing pria muda ini menjalin hubungan bersama dua wanita.


“Vin, kenapa lagi ribut sama Selena? Bawa santai aja, mumpung belum nikah. Biasa kalau masih pacaran memang selalu bikin pusing, nikmati aja Vin”, celetuk kru yang sedang merapikan penampilan Kevin.


Kevin menanggapi dingin kalimat yang masuk telinga kiri dan keluar lagi melalui telinga kirinya.


“Vin, setelah ini kita lanjut syuting di perumahan XX. Lo bawa tas keperluan syuting kan? Hari ini banyak take adegan berbahaya”, tutur Mario melihat agenda aktornya.


“Mario? Di apartemen tidak ada bahan makanan apapun, hari ini Dayana libur tolong kirim makan siang untuknya, aku tidak mau kalau dia sakit dan menyusahkan”, sahut Kevin datar.


Mengundang secercah senyum pada bibir Mario, “Bisa juga dia perhatian, benar-benar beruntung kamu Dayana”, terkekeh dalam hati.


“Ok, makan apa, Vin?”


“Makanan sehat dan bergizi Mario, aku tidak mau anak itu kekurangan nutrisi”, pungkas Kevin.


**


Apartemen Selena


Dara muda ini masih terus menangis, kesal, patah hati dan lelah, ia menunggu dan mengejar cinta Kevin tapi kekasihnya malah menikah dengan wanita lain. Lebih parah lagi wanita itu sedang hamil saat ini, Selena merasa di bohongi selama beberapa bulan.


“JAHAT KAMU KEVIN, JAHAT”, melempar ponsel ke atas meja.


Drt

__ADS_1


Seketika Selena menoleh dan mengambil benda itu kembali, melirik nama seseorang yang menghubunginya.


“Om”, semula wajahnya penuh kesedihan dan amarah sekarang dengan sangat cepat berubah, tersenyum sendiri.


“Halo Om, aku?..... Aku di apartemen, ada apa? Om dimana?”, suara manja Selena begitu mendayu dan menggoda.


“Oke Om tunggu aku satu jam lagi sampai”


“YES”, teriak Selena lalu melompat, ia bahagia mendapat telepon yang telah lama ditunggunya.


“Kamu lihat Kevin aku bisa mendapatkan pria yang lebih kaya dari kamu dan royal tentunya”, tawa nyaring menggema dalam apartemen ini.


Selena berdandan secantik mungkin, menggunakan pakaian dengan baik sesuai permintaan seorang pria yang menghubunginya.


“Ah aku punya ide untuk memisahkan kalian berdua”, senyum licik wanita muda ini, “Rasakan kamu tante menyebalkan, Kevin hanya milikku dan tidak akan ku bagi sedikitpun”, desisnya.


Keluar unit apartemen hanya menggunakan pakaian minim, stiletto, sling bag peach, dan kacamata sunglasses, mengendarai mobil menuju tempat tujuannya siang ini.


**


Apartemen Kevin Nugraha


Suara lapar dalam perut tidak dapat Dayana tahan, memang beginilah hunian para pria hanya ada mie instan, roti gandum, oatmeal, tidak ada llagi jenis bahan makanan yang bisa diolah dan Dayana tidak ingin makan itu semua.


Mengganti pakaian, merasa perlu membeli beberapa keperluan.


Bersamaan dengan membuka pintu, seorang petugas apartemen membawa makanan untuk Dayana.


“Permisi, Mbak ini unit apartemen Kevin ya? Ada kurir restoran antar ini, katanya untuk Dayana”, menyerahkan satu goodie bag berukuran sedang.


“Oh ya, terima kasih Pak”


“Apa ini untukku, makan siang?”, Dayana mengurungkan langkah kakinya dan memutar kembali tubuh memasuki apartemen.


“Dimakan"


"Dihabiskan"


"Aku tidak mau melihat sisa sebutir nasi pun ketika pulang nanti”


Isi pesan singkat yang Kevin kirim.


“Terima kasih masih mengingatku, tapi lain kali tidak perlu repot”, balasnya.

__ADS_1


Wajah Dayana sangat senang setelah membuka satu kotak makanan, beef teriyaki, ayam goreng mentega dan capcay seafood, “Dari mana dia tahu makanan kesukaanku? Rasanya tidak mungkin kalau bertanya sama bunda”, pikir Dayana.


Tak mau ambil pusing, Dayana menyantap makan siang miliknya tapi tidak terasa kenapa semua makanan itu habis dalam waktu singkat.


“Yaaaah”, menekuk wajah, menopang dagu dengan satu tangan.


.


.


Untuk mengusir rasa jenuh, Dayana berkeliling di gedung apartemen, memasuki mall yang ada di kawasan ini, menikmati live music yang disuguhkan pengelola mall. Tidak sadar jika waktu berjalan cepat, karena terlalu larut menikmati musik, Dayana terkejut jam di pergelangan tangannya menunjukan pukul 7 malam.


“Hah, c-cepat sekali. Aku keluar apartemen jam 3 tapi sekarang jam 7 malam”


Bergegas meninggalkan pusat perbelanjaan, tapi ketika melewati pintu utama, indra penciuman Dayana menangkap sesuatu yang sangat harum, menggugah selera dan cacing dalam perutnya langsung memberontak.


“Waaah”, binar Dayana menyambangi food court di sisi gedung apartemen.


“Bu, kebabnya satu ya, extra large”, pesan Dayana dan mengantre menunggu pesanannya siap.


Setelah mendapat makanan yang ia sukai, Dayana segera duduk di kursi kosong, mengigit kecil bagian kulit, menikmati pelan-pelan makanan ini, ditemani satu cup orange juice.


Pandangan Dayana teralih pada banyaknya orang berkerumun di area parkir depan food court.


“Ini mobil Kevin”


“Iya Kevin Nugraha, aktor tampan itu”


“Katanya dia tinggal di sekitar sini”


“Dimana dia?”


Suara para remaja putri dan ibu muda saling bersahutan, mengganggu pendengaran Dayana.


“CK, bocah ingusan seperti dia saja menjadi rebutan, mereka pasti menyesal menjadi fansnya”, ucap Dayana tersenyum miring.


Wajah dan matanya kembali beralih pada makanan di atas meja, dan dokter cantik ini tercengang karena minumannya tersisa sedikit serta kebab yang hanya bungkusnya saja.


“Apa-apaan ini?”, pekik Dayana, lalu menoleh pada pria di sisinya yang menutupi diri dengan masker dan topi, juga jaket tebal.


...TBC...


 

__ADS_1


__ADS_2