Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 56 - Lamaran (2)


__ADS_3

BAB 56


Prosesi lamaran malam ini diakhiri dengan makan malam antar dua keluarga besar, Kevin membawa Nyonya Martha serta beberapa saudaranya. Sementara Dayana, para sepupunya setia menemani dan memberi semangat padanya.


Dayana senang ternyata calon ibu mertuanya itu tulus dan benar-benar menerimanya sebagai menantu. Beberapa kali Nyonya Martha Nugraha meminta maaf pada ibu dari calon cucunya, bahkan sampai menangis di hadapan Dayana, memeluk wanita hamil itu dan mengelus perut buncit Dayana.


Nyonya Nugraha terharu mendapat respon dari cucunya, ia pun jatuh cinta pada cucunya.


“Maafkan oma ya sayang. Oma bersalah sama kamu, seharusnya kamu dapat perhatian dari papa kamu. Tapi oma........”


“Cukup ma, itu semua masa lalu, sudah berlalu, sekarang Dayana dan Kevin menata hidup yang baru. Mohon dukungannya dari mama”, Dayana tersenyum sembari menggenggam tangan Martha.


Benar-benar berbeda dari Selena, wanita itu selalu ketus dan kasar padanya meskipun mendapat dukungan penuh tetap tidak merubah sikap asli Selena, dan ya sekarang Martha menyesal pernah menginginkan mantan model itu menjadi menantunya.


Membuang Dayana dan membuatnya bercerai dari Kevin adalah pilihan yang buruk, dari situ karir putranya mulai turun dan dia sendiri mengalami kelumpuhan, walaupun tidak permanen tetap saja malu.


Malu pada diri sendiri dan juga keluarga calon menantunya, hanya bisa menunggu belas kasih dan rasa kasihan.


“Bagaimana keadaan kandungan kamu Dayana? Mama dengar dari Kevin kamu tidak boleh kelelahan ya?”, perhatiannya Nyonya Martha, kembali mengusap halus calon cucunya. “Dia laki atau perempuan?”.


“Iya ma semenjak kecelakaan itu aku harus bedrest total dan kalau pun menjalani kegiatan tidak disarankan banyak bergerak dan lebih sering istirahat. Perempuan ma, dari 3 kali USG hasilnya tetap sama perempuan”, terang Dayana sembari tersenyum hangat membalas mertuanya.


“Cucu oma yang cantik, pasti dia secantik kamu. Terima kasih Dayana, terima kasih kamu menerima Kevin apa adanya, padahal anak itu terlalu egois untuk mendapatkan kamu, Kevin juga harus menjadi tulang punggung mama dan adiknya”


“Mama harap kamu mengerti Dayana”, dan Nyonya Martha kelak tidak akan mencampuri rumah tangga anak-anaknya, ia pun tidak memaksa Kevin akan tinggal dimana dengan siapa, mau itu bersama Martha atau tinggal dengan mertuanya.


Nyonya Nugraha dan Bunda Nayra sama-sama sendiri tidak memiliki pasangan, sama-sama membesarkan anak seorang diri tanpa suami. Bedanya Bunda Nayra trauma pada pria karena dikhianati sedangkan papanya Kevin meninggal akibat mengidap penyakit tahunan.


“Apa yang mama katakan pada calon istriku ma?”, Kevin muncul ditengah-tengah kedua wanita yang ia cintai.

__ADS_1


“Ini rahasia perempuan, Vin. Kamu mau tau aja”, gurau mamanya mulai bisa mencairkan suasana.


“Oke, kali ini mama punya kesempatan dekat dengan Dayana tapi setelah menikah aku ingin Dayana dekat denganku ma”, Kevin tertawa lucu tapi bagi Dayana dan Martha itu sangat garing, hingga Dayana mendorong kursi roda ke ruang keluarga.


“Wanita mau tua mau muda sama-sama sulit dimengerti”, lirih Kevin mengikuti langkah pelan Dayana.


Bulan pernikahan Kevin dan Dayana telah ditentukan, tapi tidak dengan tanggalnya karena tergantung dari persalinan yang saat ini masih berupa perkiraan. Kedua keluarga menetapkan tanggal tetapi Kevin menolak, bagaimana kalau bayinya lahir lebih cepat dari dugaan? Kevin tidak mau menunda pernikahannya satu hari pun.


“Dayana, aku pulang. Mulai sekarang libatkan aku semua yang akan kamu lakukan, ingat periksa anak kita juga aku harus ikut. I love you tante cantikku”, bibir Kevin mulai lancang mengecup singkat pipi merona Dayana.


“Kevin, kamu anak engga tahu malu, dasar”, gerutu Martha.


.


.


Hari ini Dayana menemani calon suaminya syuting, untung lokasinya dekat rumah dan tidak pindah ke tempat lain, Kevin sengaja memperkenalkan Dayana pada rekan kerjanya.


Seperti biasa semua bertanya-tanya kenapa Kevin tidak malu membawa pacarnya yang sedang hamil ke hadapan publik dan berani memposting wajah cantik ibu hamil itu. Hanya segelintir orang yang tahu hubungan Kevin di masa lalu, hal ini pun ia ungkap hingga tidak ada lagi orang yang memandang rendah ibu dari anaknya.


“Suami siaga Kevin”, celetuk seorang kru yang tersenyum melihat sikap Kevin yang memanjakan calon istrinya, pasti membuat iri para fans wanita di luaran.


Dayana membawa bekal makan siang dan cemilan, tapi aktor tampan itu selalu memaksa makan berdua dan menyuapi Dayana makan, Kevin tidak mau hanya makan sendirian. Dengan menggunakan satu sendok yang sama , Kevin menyuapi Dayana, dan sesekali menghapus noda makanan di sudut bibir wanitanya.


“Kalau setiap hari begini, gue milih makan di warung nasi aja, Vin. Kalian berdua keterlaluan, apalagi Lo semenjak ada Dayana jadi cuek sama gue. Emang ya orang jatuh cinta, suara gue aja engga kedengaran”, keluh Mario. Tapi dalam hati dirinya turut senang atas kebahagiaan Kevin dan Dayana.


“Maaf Mario”, lirih Dayana merasa tidak enak hati.


“Santai Dayana, kapan-kapan kita masak bareng ya”, ajak Mario yang gemar makan ini dan itu.

__ADS_1


“Aw”


“Kamu kenapa? Mau melahirkan? Sekarang kita ke rumah sakit”, Panik Kevin, ia sangat buta akan pengetahuan itu.


“Bukan Vin, tapi bayinya bergerak. Kamu pegang aja disini”, menyimpan telapak tangan Kevin di sisi perutnya dan benar, janin itu bergerak aktif sampai gerakannya terlihat dari luar dress.


Pemilik PH, sangat tertarik dengan kisah Kevin dan Dayana, berencana menjadikan sebuah film genre romance, entah kapan rilisnya tetapi sejak beberapa hari yang lalu seorang penulis naskah telah di perintahkan menggali informasi darinya dan Dayana.


Kevin sendiri tidak keberatan kegagalannya dalam membina rumah tangga di jadikan sebuah film, dengan begitu Kevin berharap semua orang yaang menonton filmnya memetik sebuah pembelajaran.


“Dayana, royalti dari film nanti kita tabung ya untuk anak kita. Itu sepenuhnya milik kamu dan putri kita nanti”


“Iya terserah kamu aja , Vin. Nanti sore temani aku ke toko perlengkapan bayi ya, ada sesuatu yang harus dibeli”


“Oke”


Kevin kembali pada aktifitasnya, sebagai aktor muda tampan pasti banyak dipasangkan peran bersama aktris cantik dan tidak jarang harus berakting mesra. Tentu Dayana cemburu, kendati masih bisa menahan diri ia hanya takut saja karena terlalu sering mendengar kabar miring dunia publik figur.


“I Love You”, Ucap Kevin tanpa suara, tangannya membentuk tanda hati ditujukan untuk Dayana.


“Gila itu anak”, celetuk Mario


Dayana tertawa melihat tingkah Mario dan calon suaminya, terkadang akur tapi tidak jarang bertengkar.


Wanita ini merasa sedikit pegal pada bagian punggung dan kakinya, bergerak gelisah dalam duduknya, mencoba tenang karena tidak terasa apapun selain pegal dan haus.


“Aw”, ringis Dayana pelan.


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2