
BAB 11
Pintu lift terbuka lebar, Dayana yang ingin segera pergi dari hawa panas yang menjalar sampai ujung jemari kakinya. Tanpa kata ia melangkah maju meninggalkan sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta itu.
“Ehem”, Kevin menarik pergelangan tangan Dayana, sampai dokter muda nan cantik itu memutar tubuhnya. “Terima kasih”, ucap Kevin pertama kali, sukses membuat Selena melongo heran. Tidak biasanya Kevin seramah ini pada orang asing.
“Memang tugas ku, selamat tinggal”, ucap Dayana berlalu pergi dan tidak menoleh ke belakang sedangkan Kevin menunggunya.
“Bee? Kamu kenapa sih?”, Selena yakin ada yang salah pada kekasihnya ini, dan ia tidak menyukai dokter yang membantu Kevin medical check up. Terlalu muda dan modis, takut pria ini jatuh hati pada wanita lain. “Huh”, selena mendengus sebal.
Kening Kevin berkerut, mata sipitnya semakin kecil memikirkan sesuatu yang di dengarnya beberapa menit lalu. “Apa maksudnya selamat tinggal? Apa dia akan pergi jauh?”, Kevin bertanya-tanya dalam kepalanya.
“Bee? Halo, ish kamu mikir apa sih?”, mencubit pipi mulus kekasihnya dan hal ini sangat dibenci Kevin.
“Selena? Cukup”, Kevin meraih tangan model ini dan membawanya ke area parkir, segera meninggalkan gedung GB Hospital.
Sedangkan Dayana menekuk wajah, benar-benar sial harinya. Kenapa ia harus bertemu Kevin dimana-mana? Apa kurang puas pria itu menyakitinya?. “Dasar anak kecil”, geram Dayana yang hampir membanting berkas ditangan.
“Eh Dokter Dayana, jangan...”, cegah perawat.
Dayana mendapat pesan dari pamannya
“Dayana, papa tunggu di rumah sore ini. Ada hal penting yang mau papa sampaikan”
Dayana mengulas senyum, membaca pesan singkat itu sejenak melupakan rasa kesalnya pada Kevin , ia pun memilih membeli jus di kantin, rasanya otak dan hati membutuhkan nutrisi yang sangat banyak.
__ADS_1
**
Sore hari Dayana tiba di kediaman Bradley, ia menghela napas menyaksikan pemandangan yang membuat hatinya sedikit nyeri, iya adik sepupunya tengah bersama dengan pria yang ia cintai. Menggendong dua bayi kembar, dan seorang anak laki-laki duduk ditengah. “Huh, lupakan Dayana, dia bukan jodohmu. Hilangkan semua perasaanmu padanya”.
Dayana turun dari mobil dan tersenyum hangat pada Dwyne juga Dokter Dewa, “Hi, Dwyne, Dokter Dewa, juga keponakan tante yang ganteng dan cantik”, memandang Denver serta kedua adik kembarnya.
“Kaka”, senyum Dwyne. “Papa sudah menunggu kaka di dalam, masuk saja”.
Dayana melangkah mantap kendati ingin sekali menoleh ke belakang, untuk apa ? Hanya akan menambah luka. Dirinya sungguh lemah jika melihat pria yang ia sukai, beberapa tahun berusaha membuangnya masih saja terasa sulit.
“Aku berharap segera menemukan penggantimu, Dokter Dewa”, lirih Dayana sebelum menemui pamannya dalam ruang kerja.
Tok...tok
“Papa, ini Dayana”, membuka pintu dan masuk, dilihatnya senyum hangat telah menyambut dari dalam, tante dan pamannya begitu menyayangi Dayana.
Papa Rayden mulai menyampaikan maksud dan tujuannya mengundang Dayana datang, rupanya akan menjodohkan Dayana dengan seorang pengacara muda, terkenal, juga kenalan keluarga Bradley.
“A-apa pah? Dijodohkan?”, Dayana tersentak mengingat statusnya saat ini adalah istri orang.
Dirinya bingung bukan main, apa yang harus dilakukan, haruskan mengakui bahwa telah menikah dan suaminya adalah pria muda arogan? Tapi Dayana tidak siap menerima semuanya, iya semua yang tak lagi sama.
Dayana mencoba menolak halus perjodohan itu , ia tidak mau membuat keluarga besar kecewa padanya. Lagipula ia tak suci lagi, apa iya pantas mendapatkan jodoh sehebat deskripsi Papa Rayden. Ingin sekali Dayana menangis saat ini menumpahkan semua kegundahan hidup.
Rasanya waktu berjalan lambat dan dunia berhenti berputar saat ini juga, Dayana masih saja terbelenggu dalam kungkungan masa lalu dan meratapi takdir hidupnya.
__ADS_1
“Dayana, setidaknya saling mengenal dulu, mama yakin kalian akan cocok. Dia pria yang bertanggung jawab dan dewasa untukmu”, kata-kata Mama Nayla ini berbanding terbalik dengan suaminya, Kevin yang manja, arogan, kekanakan, dan tidak bertanggung jawab. Sungguh Dayana membenci pria seperti itu, kenapa bisa hidupnya terikat dengan aktor muda yang disanjung banyak kaula muda.
Alam bawah sadar Dayana mengatakan ‘ya’, dia menginginkan sosok dewasa sebagai pendamping hidupnya. Seperti pria yang kini ada dalam hatinya, sosok sempurna tapi sayang takdir berkata lain.
Dayana mengangguk perlahan menyetujui bahwa tidak ada salahnya kan mengenal, tidak apa jika hanya saling mengenal, mereka bisa berteman untuk selanjutnya.
“Ini baru anak papa, besok kita adakan makan malam dan Daniel akan datang bersama kedua orang tuanya”, Papa Ray menyampaikan dengan girang. Akan ada dua keluarga besar ternama yang terikat oleh pernikahan, pria paruh baya ini yakin Daniel adalah pria yang tepat selain telah mengenalnya sejak dalam kandungan, sepak terjang dalam dunia hukum pun Papa Rayden tahu Daniel yang terbaik.
Saat ini kepala Dayana rasanya berputar, ia takut bagaimana jika menikah dengan Daniel tapi statusnya masih istri Kevin. Kenapa juga bocah itu tidak mau menceraikannya dengan alasan menjijikan, ya setelah apa yang dilakukan bagaimana bila sampai ada anak dari pria lain yang dikandung Dayana sedangkan dirinya menerima perjodohan dengan Daniel.
Rasa pusing merasuki kepala Dayana, pandangannya pun buram. Sampai akhirnya tubuh mungil ini di rangkul Mama Nayla, “Eh Dayana, sayang tolong aku”, Papa Rayden membantu istrinya untuk membawa Dayana ke kamar tamu dan memanggil Dewa memeriksa kondisi Dayana.
Hanya faktor kelelahan dan stress, “Sepertinya Dayana terlalu banyak berpikir, apa yang mama dan papa katakan?”, tanya Dokter Dewa.
“Kami akan menjodohkannya dengan Daniel. Dayana setuju tapi kenapa dengannya? Apa ada masalah di rumah ?”, selidik Papa Ray menatap wajah Mama Nayla.
Dewa yang hendak keluar kamar tidak sengaja menjatuhkan jas putih Dayana dan melihat sesuatu menyembul dari kantong, diliriknya sepintas seperti sebuah kartu debit. Mungkin Dayana lupa memasukan kartunya lagi, pikir Dewa tanpa memeriksa lebih lanjut.
**
Sementara Kevin yang kembali sibuk dengan proses penggarapan film terbaru, duduk sembari membaca naskah tapi pikirannya menerawang jauh memikirkan Dayana, iya satu nama yang belakangan mengganggunya. Kevin merasa bodoh karena sudah bertindak tanpa berpikir hingga memiliki ikatan suci dengan Dayana, wanita asing yang baru dikenalnya.
Ia khawatir kalau sampai karirnya hancur, dan ia juga mengingat bagaimana jika istrinya itu hamil, semakin kacau sudah dunia Kevin. Berbeda dengan Selena, Kevin tidak ambil pusing karena tidak bertanggung jawab sepenuhnya pada kekasihnya itu. Kevin pun memeriksa ponsel dan membuka m-banking, tidak ada transaksi sekecil apapun dari kartu yang ia berikan pada Dayana. Semoga kartu itu cukup untuk membuat Dayana menyembunyikan pernikahan mereka.
“Heh, Kevin kamu engga fokus”, seru manager gemulai Kevin.
__ADS_1
“Maaf bro, lagi banyak pikiran”, adu Kevin, begitu banyak masalah yang ia buat belakangan ini.
...TBC...