Tante, I Love You

Tante, I Love You
Bab 33 - Marah


__ADS_3

BAB 33


Kevin yang hilang akal menghempas tubuh Dayana ke atas ranjang, mencengkram dan menahan pergelangan tangan Dayana di atas sisi tubuhnya. Dokter cantik ini meronta, kakinya pun bergerak lincah menendang Kevin.


“APA YANG KAU LAKUKAN KEVIN?”, teriak Dayana.


“PERGI KEMANA HARI INI, HAH?”


“Aku pikir tante-tante seperti mu berwajah polos, memiliki pendidikan tinggi dan karir bagus, etikanya juga baik, ternyata tingkah lakunya sama dengan wanita lain. Katakan berapa dia membayarmu”, Kevin tersenyum sinis.


“KEVIN DENGAR. Aku tidak pernah ikut campur masalahmu, kamu pergi dengan wanita yang tidak memiliki sopan santun itu pun aku biasa saja. Kenapa sekarang kamu ikut campur apa yang aku lakukan?”, Dayana merasa hari ini dia tidak melakukan kesalahan, toh selama ini ia selalu bersikap baik walaupun tidak mencintai suaminya.


“Berani sekali menghina Selena, kau dan dia sama saja. Apa pria itu membayarmu lebih, hah? Ah ya aku sadar, profesiku hanya aktor dan uang yang ku miliki tidak banyak. Sedangkan dia seorang pengacara terkenal, berasal dari keluarga terpandang dan kenalan pamanmu. Apa kamu berencana cerai dari ku Dayana, hah?”


Dayana yang ingin menangis seketika hilang semua rasa sedih, air matanya mengering dan berganti menjadi sakit dalam hati.


Apa-apaan Kevin, secara tidak langsung merendahkan harga dirinya. Sejak awal nasib wanita ini tidak berjalan mulus ketika mengenal Kevin pria yang digilai kaum remaja dan ibu muda.


“Kenapa kau tidak menjawab, hah? Tidak bisu dan tuli kan?”, tatapan tajam Kevin tak berkurang sedikit pun.


“Aku tanya padamu Kevin, apa alasanmu menutupi pernikahan ini?”, tanya Dayana dengan sisa tenaga di malam ini. Ia lelah, sudah bekerja lalu menjadi buah bibir rekan kerjanya, karena disangka hamil di luar nikah dan sekarang harus menghadapi sifat kenakan suami brondongnya ini.


“Sekarang kamu tidak bisa jawab, kalau alasannya karir, sebaiknya kita bercerai saja. Anak ini, kamu tidak perlu takut. Aku akan melahirkan dan merawatnya, aku juga tidak akan membebani mu dengan biaya apapun”, lirih Dayana.


Kevin menggelengkan kepala dengan lemah, semula ia memang berniat menceraikan Dayana. Tapi lubuk hatinya melarang itu, Kevin ingin anaknya, bagaimana pun ia seorang ayah, ia tidak mau anaknya memanggil orang lain ‘ayah’.


“TIDAK, kita tidak akan bercerai”


Menghimpit tubuh mungil Dayana, semakin dekat jarak keduanya. Kevin menarik paksa piyama sang istri sampai kancing tercecer, berhamburan ke lantai.


“Tidak , kau jangan gila Kevin”, seru Dayana tidak ingin disentuh oleh pria ini apalagi dalam keadaan marah, sudah cukup sekali Kevin menikmati tubuhnya dalam keadaan emosi. Dayana tidak mau itu terulang lagi.


Tubuhnya memberontak liar dibawah kuasa Kevin, ia seorang wanita terhormat bukan untuk dijadikan pelampiasan dari pria seperti suaminya ini.


“Kau tidak akan bisa pergi kemana-mana, anak ini mengikat kita, bukan?”, seringai licik Kevin, melabuhkan ciuman di bibir sang istri, sangat kasar dan cepat, menuruni ceruk leher dan menyesap hingga meninggalkan sebuah tanda.

__ADS_1


“LEPAS, BR3N9S3K”, teriak Dayana, menendang bagian vital milik Kevin.


“Akhhhhhh, tante sialan, akhhh”.


“Kamu tidak boleh pergi tante”, Kevin berusaha bangkit tapi rasa ngilu di bagian bawahnya tidak tertahan.


Pria ini ambruk di lantai, memegang miliknya. Dayana segera mengambil cardigan yang tergantung di kursi dan membawa tasnya.


Kaki jenjang nan putih itu melangkah pasti, begitu cepat keluar dari apartemen. Isak tangis Dayana tak bisa terbendung lagi, hatinya sungguh sakit, tidak ia tidak akan bertahan lagi hanya karena kasihan pada anak dalam kandungannya. Lagi pula Kevin tidak layak menjadi seorang ayah, ya sikapnya sangat egois dan kekanakan.


“Eh Dayana, kamu mau kemana?”, tanya Mario yang baru saja selesai mandi.


“Pergi”, menahan suaranya yang bergetar hebat.


“Mario, maaf selama di sini aku merepotkan. Besok mungkin ada seseorang yang akan mengambil barang-barang ku”.


“Dayana, kenapa kamu bicara seperti itu? Jangan pergi Dayana, aku tidak merasa direpotkan”, Mario yang lemah pun turut menangis


“Maaf Mario”, Dayana memeluk pria gemulai ini sebagai salam perpisahan.


Sementara Kevin yang mulai berkurang rasa sakitnya, keluar kamar sedikit tertatih sembari memegangi sesuatu yang terkena tendangan sang istri.


“Mana Dayana?”


“Kalian berantem? Jangan Vin, Lo harus bisa menahan emosi”, petuah Mario.


“Berisik Lo”


Kevin tidak ingin kehilangan istrinya begitu saja, mengejar Dayana, menyusuri lorong hingga menunggu lift yang lama terbuka. Tak ingin menunggu lagi Kevin menggunakan tangga darurat turun ke bawah.


Rasa pegal pada kaki tidak ia hiraukan. Kevin menyusuri lobby, berusaha menemukan wanita yang sukses membuat dirinya marah hari ini.


“Dimana tante itu? Cepat sekali menghilangnya”, akhirnya Kevin putuskan menyusul Dayana menggunakan mobil.


Civic Turbo miliknya mulai keluar dari basemen, dan sedikit menahan laju sebelum benar-benar meninggalkan pelataran apartemen.

__ADS_1


Sampai Kevin melihat wanita yang ia cari berdiri di pinggir jalan menunggu sesuatu. Betapa terkejutnya Kevin, Dayana memasuki mobil.


"Ah tapi dilihat dari jenis dan type itu adalah taksi online", ucap Kevin.


Kevin langsung menancap pedal gas, menghadang mobil itu sebelum semakin menjauh. Dirinya yang tanpa penyamaran tidak menggunakan penutup wajah apapun, turun dari mobil. Mengetuk kaca taksi online yang ditumpangi sang istri.


“KELUAR DAYANA”, ketukan itu semakin keras dan brutal.


“Lho itu kan Mas Kevin, artis terkenal”, ujar sopir taksi.


“Iya, Pak, ayo Pa cepat jalan mobilnya”, pinta Dayana berharap.


“Mba, tapi mau lewat mana? Mobil saya terhalang dari depan dan ini mepet ke trotoar”, melihat kondisi yang memprihatinkan karena terjebak.


“TURUN DAYANA, KALAU TIDAK JANGAN SALAHKAN AKU BERBUAT KASAR”, teriak Kevin terus mengetuk kaca.


Dayana tidak ingin menjadi pusat perhatian pun keluar dari dalam mobil yang ditumpanginya, kedua tangan wanita bertubuh mungil ini terkepal kuat menahan rasa marah.


“Pulang, cepat ikut aku pulang sekarang !!!!”, tanpa perasaan dan kelembutan Kevin menarik paksa tangan istrinya.


“Tidak mau”, menahan sekuat tenaga namun tetap terseret mengikuti langkah kaki Kevin.


“Kamu mau menjadi bahan tontonan publik Dayana?”, sinis Kevin. Melangkah tanpa menghiraukan istrinya yang kesulitan berjalan.


Jalanan ini memang cukup sepi dan jarang dilalui mobil karena terletak di kawasan permukiman mewah.


“Berani sekali kamu melawan suamimu Dayana”, menghentak kuat tangan agar Dayana lebih rapat dengan tubuhnya.


Tapi sayang istrinya ini menghempas kuat tangan Kevin hingga terlepas dan tubuh Dayana terhuyung ke tengah jalan karena kehilangan keseimbangan, di saat yang bersamaan sebuah mobil melaju cukup cepat.


BRUK


“DAYANA”,pekik Kevin melihat tante cantik miliknya tergeletak di tengah jalan.


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2