
Happy reading
Bantu vote ya 🙏🙏
🌱🌱🌱🌱🌱
Siang itu di kantor Dara sedang fokus nya bekerja bahkan berkas di mejanya pun begitu banyak membuat ia kewalahan bahkan terasa lelah dan pusing namun ia tahan demi cepat nya selesai pekerjaan tersebut.
"Mila, buatkan saya teh hangat dan antarkan ke ruangan saya." perintah Dara kepada OG dikantor nya melalui telpon yang ada di mejanya tersebut
Setelah selesai Dara kembali fokus untuk menyelesaikan tugasnya, namun lagi-lagi ia kembali memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Hueekkkk...." Ia langsung berlarian kearah kamar mandi, perut nya begitu mual dan kram
"Hueekkk... hueekkk... ehmmmmm." Dara menekan-nekan tengkuk lehernya
"Ehmmm... mules banget hueekkk.... " Kembali ia mual dan ingin muntah namun lagi-lagi tidak ada yang keluar dari dalam mulut nya.
"Permisi bu Dara." ternyata dari arah luar pi tu kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu seorang karyawan menggedor dan memanggil dirinya
Dara langsung mencuci mulutnya dengan air lalu mengambil tissue
__ADS_1
Ceklek...
"Ibu baik-baik aja?" tanya seorang OG yang di tugaskan mengantarkan minuman pesanan atasan nya itu.
"Aku baik-baik saja." ucap Dara sambil menutup kembali mulut nya
"Tapi muka ibu pucat?" OG semakin penasaran dan heran dan bertanya-tanya
"Mana teh nya?" Dara tidak memperdulikan ucapan OG tersebut, ia langsung meminta teh pesanannya
"Ini bu." OG itu pun memberikan minuman tersebut dan Dara langsung meminum nya .
"Aku mau pergi, tolong kasih tau bagian staf yang di tugas kan diruangan ku, bersihkan dan rapi kan kembali berkas-berkas yang ada dimeja itu." perintah Dara dan tanpa menunggu jawaban dari karyawan nya itu Dara langsung mengambil tas nya dan pergi dari ruangan nya itu.
********
Disisi lain tepat nya di proyek yang hendak di bangun tersebut Elizabeth seakan tak kehabisan ide dan peluang untuk mendekati Aditya.
"Kak Adit please,, aku hanya ingin bicara sekali saja." Eliza memohon dengan suara lembut nya yang seperti biasa dulu ia suka bicara dengan Adit lemah lembut.
"Maaf Eliza, aku tidak bisa." Adit tetap menolak dengan sopan agar tidak terjadi keributan atau kegaduhan yang mana membuat orang-orang bangunan di proyek tersebut menjadikan mereka berdua pusat tontonan dan berakhir dengan isu-isu tidak jelas.
__ADS_1
"Sekali saja."
"Apa tidak bisa?"
"Semudah itu kamu melupakan?" Eliza kembali mendesak dengan pertanyaan-pertanyaan seolah menjebak pikiran Adit agar kembali teringat kenangan mereka.
"Kita terlalu lama bersama dan terlalu mudah untuk melupakan nya, iya kan?" ucap Ekiza lagi dan Adit tak ingin melihat wajah wanita itu ia tetap mengalihkan pandangannya agar tidak terpengaruh
"Maaf eliza." Adit kembali mengatakan hal yang sama namun lagi-lagi eliza mematahkan nya
"Jangan mengucapkan hal seperti itu kak, karna kamu tidak salah, liza lah yang salah... " ucap wanita itu lagi
"Bisa kita menjauh sedikit dari sini dan berbicara berdua saja?"
"Please sekali ini saja." Eliza kembali memohon
"Maaf." Adit kembali menolak
"Please."kembali Eliza memohon dengan mengatup kan kedua tangan nya dihadapan Adit
"Kalau ga mau jangan maksa dong." Tiba-tiba Cinta datang bersama atasan nya yaitu pak Angga
__ADS_1
Bersambung...