
Happy reading
πΏπΏπΏπΏπΏ
Siang itu setelah perdebatan konyol antara Mama Lala dan anak satu-satunya itu tiba-tiba mereka pun kedatangan tamu lainnya dan memencet bell rumah itu.
Ting... tong....
"Tamu lagi?" gumam Adit pasrah dan berdoa dalam hati kali ini tamunya yang ia harapkan sedikit lebih waras dalam artian sejalan dengan dirinya agar tak seperti mama Lala yang selalu menghajar mental nyajika bertemu.
"Adit buka pintu dulu ma, pah." ucap Adit kepada Mamah dan Papahnya lalu berjalan kearah pintu depan apartemen nya itu
Cek lek...
"Assalamu'alaikum.. "
"Waalaikumsalam.... Mama mertua.. papa Dev."Adit langsung menyapa kedua mertuanya itu lalu menyuruhnya masuk .
" Kalian sibuk?"Tanya Mama Mentari kepada Adit
"Nggak Ma." ucap Adit
"Dih... kita ga janjian ya, kalian ngapain kesini juga?" tanya Mentari kepada Mama Lala
"Lah... aku kesini mau lihat menantu dan anak ku, lah kalian ngapain kesini?" Mama Lala balik bertanya
__ADS_1
"Sama... kami juga mau liat anak dan menantu kami." ucap Mama Tari tak mau kalah dan langsung duduk bersebrangan dengan besan nya itu sedang papa Dev hanya geleng-geleng kepala melihat dia sahabat itu.
"Dara mana dit?" Tanya Mama Tari
"Ada.. ada mam dikamar, lagi tidur." jawab Adit cepat
"Jangan segini masih tidur?memang benar-benar ya anak itu." Mama Tari hendak berdiri karna kesal akan sikap anaknya yang sudah punya tanggungjawab sebagai seorang istri malah belum tidur, padahal Mama Tari tidak tau apa yang sebenarnya terjadi hingga anaknya tertidur pulas seperti itu.
"Ah.. tidak-tidak Mam, biar Adit yang panggil Dara, tadi malem kita berdua begadang
.. ehmm... priksa berkas-berkas yang ada di kantor jadi kita bangunya kesiangan.. hehe... gitu. " Adit beralasan
"Owh begitu,,, ya baik lah." jawab Mama Tari percaya saja
"Apaan sih mah,,, udah duduk aja sini ngbrol sama Mam Mentari." ucap Adit
"Kalian kan suka buat drama." gumam nya pelan
"Apa kau bilang?" Mama Lala masih bisa mendengarkan ucapan putranya itu
"Nggak ada, bercanda doang kok." Adit langsung berlarian menuju kamar nya.
"Dasar anak mu itu mas," ketus Mama Lala
"Tapi dia juga anak mu sayang." balas papa Vano
__ADS_1
"Saya dateng kesini bukan mau nonton drama drakor ya." sindir Mama Tari kepada dia sahabat nya itu
"Cih... kau pun sama, tapi belum aja." cicit papa Vano
"Tunggu aja sebentar lagi, pasti keluar jalur." ujar Mama Lala ikut menyindir besan nya.
"Udah-udah." Hanya papa Dev yang bisa menengahi ketiga orang itu.
"Dev... apa kamu masih tetep waras ngeladeni sifat istrimu?" tanya papa Vano kepada Dev sumi Mentari
"Ehmm... aku rasa istri ku dan istri mu sebelas duabelas deh." ucap Papa Dev, sejauh ini yang ia ketahui mereka sama gesrek nya.
"Ya kau benar sih, kau lelaki baik yang mempertahankan satu wanita mu dengan sejuta kesabaran,, bagi tips nya dong,, soalnya istriku suka ngancem orangnya." bisik papa Vano di telinga Dev sedangkan Mentari dan Lala yang sudah memasang telinga untuk menguping tetap tidak kedengaran.
"Mengancam?" Dev bingung juga kaget, masa iya seorang istri mengancam suami sendiri yang sudah pasti mereka saling cinta.
Vano kembali berbisik di telinga Dev
"Iya mengancam, aku kalau kemana-mana dia selalu ngingetin gini, jangan selingkuh ya sayang, inget!! pisau di rumah kita tajam-tajam loh." bisik Vano kepada Dev dan menceritakan aib istrinya
"Puppppsssstt..... sabar."
Bersambung.....
Bantu support dan dukungannya terus ya buat karya othor yang satu ini ππππ₯°
__ADS_1