
Happy reading
♥♥♥♥♥
Adit meninggalkan Angga sendirian berdiri disana dan Adit masih diposisi yang sama menggendong Dara dan membawa nya tepat di depan mejanya tadi dan langsung menurunkan Dara disana.
"Aku pergi memang sama wahidah namun aku di kawal Langsung sama adik ipar ku, sudah jelas?" tanya Adit kepada Dara yang menatap wahidah sedari tadi
"Hay... " Cinta melambai-lambaikan tangannya di hadapan kakak nya sendiri dengan wajah cengengesan nya alah remaja baru beranjak dewasa
"Cinta? ngapain disini?" tanya Dara seakan tidak terjadi apa-apa
"Cinta nemenin kak Adit makan ice cream bujuk nih temennya supaya kak CARMUK." ucap Cinta dengan santai lalu menekan kata terakhirnya dengan jelas membuat Adit bingung di buatnya
"Carmuk apa nyamuk dek?" tanya Adit kepada Cinta yang tidak paham maksud ucapannya itu
Cinta langsung berdiri dan membisikan ke telinga kakak iparnya itu "Kak Adit carmuk itu artinya cari muka hehe." cicit cinta sambil terkekeh
"Owh iya jika kak Adit ada kesibukan dengan kak Dara tinggalkan saja kami disini berdua nanti biar Cinta yang temenin kak Wahi disini, tinggalin aja bon nya sama ongkos taksi." ucap Cinta santai sambil menatap Wahi dengan wajah selugunya ia.
sedangkan wahi hanya bisa mengepalkan tangannya melihat kakak dan Adit tersebut.
"Cinta kau memang adik ipar terbaik." ucap Adit sambil mengeluarkan uang didalam dompet nnya lalu memberikan sejumlah uang kepada adik iparnya tersebut.
"Kami tinggal dulu ya karna ada urusan yang harus diselesaikan,,, dah." ucap Adit langsung meninggalkan tempat itu lalu menggenggam tangan Dara dan membawa nya pergi dari sana.
"Kau." wahidah lagi-lagi menunjukan jarinya kepada Cinta
"Berhenti menunjukan jari mu itu di wajah ku kak wahi, lebih baik kau habiskan makanan mu itu karna hari sebentar lagi sore dan kita harus segera pulang ke apartemen kak Dara dan kak Adit." ucap Cinta dengan santai nya.
*****
Disisi Lain setelah menempuh perjalanan menuju apartemen baru mereka alias Adit dan Dara akhirnya mereka sampai juga dan hari pun mulai sore.
Dara sama sekali tidak memperdulikan Adit yang sedari tadi masuk apartemen memperhatikan dirinya, ia langsung membuka sepatu lalu masuk kedalam kamar dan langsung menghempaskan tasnya di atas ranjang dan Dara pun langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Adit memilih mandi di kamar lain.
Setelah selesai membersihkan diri masing-masing Dara pun kini sedang duduk dimeja rias yang ada didalam kamar nya sambil mengeringkan rambutnya dengan hair dryer dan tak lama Adit pun masuk kedalam kamar
__ADS_1
"Dara aku mau bicara." ucap Adit sambil berjalan menuju meja rias dimana Dara sekarang duduk
"Katakan." ucap Dara meletakan kembali hair dryer ditempatnya lalu berdiri memposisikan dirinya menghadap Adit
"Siapa laki-laki tadi?" tanya Adit
"Dia partner kerja ku." jawab Dara jujur namun nada suara nya cuek membuat Adit sedikit tidak suka
"Kenapa harus makan bersama? aku tidak suka Dara." ucap Adit lagi mengeluarkan unek-unek nya
"Kau dengan wahidah?" Dara balik bertanya
Adit langsung diam
"Bahkan kau pergi dari hadapan ku tanpa pamit dan ternyata kau menemui wanita itu." ucap Dara lagi
Adit langsung berlutut tepat di hadapan Dara "Kau benar aku salah." ucap Adit sambil menunduk dengan berlutut didepan Dara sedangkan wanita itu hanya dia menunggu penjelasan dari suaminya itu
"Aku tadi hanya khawatir saja dia berbuat nekat, percayalah aku tidak ada apa-apa dengan nya." ucap Adit lagi
Dara sedikit mengukir senyum dibibirnya melihat pria berusaha membujuk hatinya dan ini kali pertama ia selalu di hargai sebagai seorang wanita
"Maafin aku." ucap Adit menengadah kan wajah nya menatap Dara
Dara tadinya hendak tersenyum karna Adit menatapnya dengan cepat ia langsung bersikap biasa saja
"Ya.. aku maafkan." ucap Dara lansung berjalan menuju atas ranjang mereka lalu menutup tubuhnya dengan selimut , Adit langsung berjalan dan ikut naik ke atas ranjang
"Benar kau mau memaafkan suamimu ini?" tanya Adit sambil memaksa membuka penutup di wajah Dara
"Hemmm." jawab Dara berdehem
"Buka dulu wajah nya?" pinta Adit
__ADS_1
"Apa lagi sih?" ucap Dara membuka sedikit penutup di wajah nya sambil menahan tawa
"Bener maafin?" tanya Adit lagi
"Ya." jawab Dara
"kalau udah di maafin, minta jatah boleh?" tanya Adit sedikit menyunggingkan senyum manisnya
Dara langsung membuka setengah penutup wajahnya dan memasang cemberut "Jangan memanfaatkan keadaan ya." ketus Dara
Adit melirik Dara dengan wajah penuh arti dan saat Adit bangun dari tidurnya tanpa sadar Dara pun tersenyum
Namun saat Adit berdiri
"Awssss.... " Dara meringis
"eh.. eh... eh... "
"Hubby kau... " Ketus Dara emosi karna dirinya terjatuh dari atas ranjang ulah Adit yang menarik selimut yang dipake Dara
"Walaupun ribut walaupun ada masalah,Suami minta jatah ga di kasih tu DOSA, paham." ucap Adit kepada Dara
Bersambung...
Yuk bantu othor mengembangkan karya receh ini supaya semakin semngat untuk update setiap hari 💪💪🙏♥🥰
__ADS_1