
Happy reading
πΊπΊπΊπΊ
Pagi itu kehebohan dua keluarga atau lebih tepatnya sahabat lama yang tak pernah berjumpah kini dipertemukan karna anak mereka.
"Anak ini ngomong nya kerja di DETA GROUP membuat mamanya ini sangat bangga sama dia, eh ternyata." umpat mama Lala menatap sinis Adit yang tak lain adalah anaknya sendiri
"Tunggu dulu, waktu itu Adit belum selesai bicara mama udah duluan aja berasumsi. dan memang benar kok Adit kerja di DETA GROUP tapi sebagai sopir pribadi buk presdir, iya kan bu? " ucap Adit menjelaskan sambil menatap Dara yang memandang aneh keluarganya dan keluarga sopir nya itu
"Iya bener tante, Adit kerja sama saya sebagai so.. sopir he... tapi karna memang dianya ngelamar di bagian sopir bukan staf atau yang lainnya di kantor Dara. " ucap Dara seakan menyudutkan Adit
"Memang sayang anak ini ni ga bisa di percaya dan sekarang kenapa kau tidak menjemput mama pagi tadi? dan jangan alasan tidak ada kendaraan." ucap mama Lala lalu bertanya dan langsung menyeka apa yang akan di berikan alasan oleh anaknya itu
"Aiss... Adit memang belum ada kendaraan Ma." ucap Adit lagi memang benar adanya
"Kenapa tidak bilang sama papa? kan nanti bisa di transfer uangnya." ucap Papa Vano menimpali
"Adit tu pa udah berencana mau beli motor dan udah posting di lapak lapak jual beli motor tapi belum ada yang nawarin motor mereka." jawab Adit dengan wajah lesu
"Kok bisa?" mama Lala bertanya
__ADS_1
"Iya,, kenapa belum ada?" Mama Tari pun ikut penasaran
"Jangan bilang kau nawar dengan harga murah kendaraan orang?" selidik papa Vano kepada anaknya itu
"Gimana Adit mau nawar murah sedangkan postingan Adit aja belum ada yang komen." ucap Adit membela dirinya karna tuduhan-tuduhan yang tidak benar dari papa nya itu .
"Emang Adit mostingnya gimana nak?" tanya Papa Dev ikut penasaran kenapa bisa tidak ada orang sama sekali yang menawarkan kendaraan mereka
"Adit bilang gini, dicari motor gigi tapi usahakan yang ada gingsulnya hehe." jawab Adit sambil nyengir
pletakkk...
********
Disisi lain tepat nya di kantor DETA GROUP, pagi itu seorang pria muda berpakaian rapi bahkan dipadu dengan jas hitam yang ia pakai menambahkan kesan tampan juga keren nya pria itu masuk ke dalam kantor.
"Selamat pagi pak." sapa karyawan yanga da disana tak asing dengan pria yang baru datang itu
"Aku mau menemui Dara." ucap nya
"Bu Dara hari ini akan datang setelah jam makan siang Pak." ucap karyawan itu lagi
__ADS_1
"Biar aku menunggu diruangan nya saja." ucap nya lagi
"Baik, mau saya antar pak?" tanya karyawan itu dengan sopan namun pria itu menolak dan berjalan sendirian menuju ruangan Dara
saat keluar dari lift yang mana lantai itu adalah lantai ruangan Dara juga sekertaris pria itu langsung saja berjalan
"Sayang.... " seorang wanita langsung berlarian memeluk laki-laki itu dan menciumi bibir nya sekilas
bersambung....
Sambil nunggu othor up mampir yuk ke karya temen othor ππ
Tak saling kenal, tak pernah bertemu. Namun Semesta yang menuntunmu. Itulah takdir, tak pernah ada yang tahu bagaimana kedepannya. Soal jodoh ada yang berwarna, ada yang kelam, ada yang penuh keseriusan dan ada juga yang penuh dengan canda tawa.
Shazfa Aiysha Humaira atau sering dipanggil Sasa , seorang mahasiswi yang memiliki tiga orang sahabat yaitu Safia (Sapi), Fathulila (Patul), dan Fifa (Pipa). Bukan sahabat namanya , jika tidak mengganti nama sahabatnya.
Shazfa pernah jatuh cinta dengan seorang Ustadz bernama Sakha. Tapi sayang, takdir berkata lain karena Ustadz Sakha dijodohkan dengan Patul. Mengikhlaskan adalah hal yang sulit sampai akhirnya datang seorang lelaki dengan gagahnya ingin menikahinya. Lelaki yang sebelumnya tidak ia kenali, tidak bertegur sapa namun ternyata ia lah takdirnya.
Ya, Begitulah Takdir. Lalu, siapakah lelaki gagah itu?
__ADS_1