Tante CEO Love You

Tante CEO Love You
Cinta dan Wahidah


__ADS_3

Happy reading


"Jaga bicara mu Cinta, kk tidak suka kamu bicara tidak sopan kepada orang yang lebih tua." ucap Dara lagi menegur adiknya dengan harapan pelan namun penuh arti sedangkan Cinta hanya memutar bola mata jengah akan ucapan kakak nya itu


"Udah... gak papa, Cinta juga masih remaja nanti juga di paham sendiri kalau udah waktunya." gumam Adit berbisik pada Dara dan Dara pun hanya bisa pasrah


Mereka kembali memakan makanan mereka yang ada di meja sedangkan Cinta hanya melongo melihat ketiga orang di hadapan nya itu yang sedang makan.


"Cinta kenapa diam saja, mau makan juga?" tanya Adit membuat Dara dan wahi melihat Cinta bersamaan


"Cinta mau di pesan kan makanan juga?" tanya Wahidah dengan lembut


"Tidak perlu, Cinta sama temen kan tadi? ya sudah balik ke tempat temen Cinta lagi gih." gumam Dara sambil melototi Adik nya


"Ah ya bener Cinta ke sini sama temen tapi kalau kak Adit mau bayarin bolehlah Cinta makan disini ikuta gabung." ucap gadis itu lagi lebih ke cengengesan membuat Dara mendengus kesal


"Boleh, pesan lah." gumam Adit


Setelah pesannya Cinta tiba mereka kembali makan dengan sunyi tak ada yang bicara hanya suara sendok dari masing-masing punya mereka lah yang bersuara. walapun semua orang sibuk dengan makanan mereka masing-masing tidak dengan Cinta, mata nya sedari tadi fokus menatap tajam penuh selidik kepada Wahidah. entah apa yang ada difikiran gadis putih Abu-Abu itu seakan ia mempunyai firasat buruk akan rumah tangga kakak nya.


"Cinta apa kamu sudah selesai ujian di sekolah?" tanya Adit yang baru selesai makan


"Udah kak, makanya tadi Cinta sama temen-temen merayakan terselesaikan nya ujian kita dengan makan-makan." ucap Cinta dan memfokuskan pandangannya kepada lawan bicaranya itu


"Kalau kalian setelah selesai makan pulang kemana?" Cinta ikutan bertanya

__ADS_1


"Owh... kita nanti pulang ke apartemen baru kakak dan Kakak mu Dara." ucap Adit


"Lalu dia?" tunjuk Cinta kepada wahi


"Dia akan mengindap di apartemen seminggu setelahnya dia akan pulang." ucap Adit menjelaskan


Cinta tampak berfikir "Ehm... apa boleh cinta nginep juga di apartemen kakak seminggu ini? kan Cinta juga libur 2 minggu setelah ujian ini., boleh ya please." rengek Cinta di hadapan kakak iparnya itu


"Tidak boleh, nanti mama siapa yang temenin?" Dara terlebih dahulu menolak adik nya


"Papa kan ada kak gak usah lebay deh." ucap Cinta dengan malas nya karna lagi-lagi kakak nya itu selalu menjadi batu penghalang dirinya ingin apapun


"Ya sudah gak papa nanti sampai di apartemen kakak kabarin mama Mentari dulu ya biar ga be carian nanti." ucap Adit kepada Cinta membiarkan adik ipar nya itu menginap di tempat nya selama libur sekolah ini


Setelah selesai makan mereka semua kembali ke mobil dan menuju pulang ke apartemen baru yang dibelikan langsung oleh papa Vano setelah tiba di apartemen.


Adit hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adik ipar nya itu


"Norak." gumam Wahidah pelan


"Cinta, berhubung kamar di apartemen ini ada dua cinta sama Wahi tidur nya satu kamar gak papa ya?" tanya Adit


"Iya gak Papa. " jawab Cinta cepat


"Tapi kak.. ah ya sudah gak papa." jawab wahi dengan malas

__ADS_1


"Dara, aku mau bicara sama kamu ber dua di kamar bisa?" Adit melihat istrinya sebentar


"Ayo.. " Dara langsung berjalan bersamaan dengan Adit menuju kamar mereka.


Dan disana tinggalah Cinta dan Wahidah yang saling tatap dengan tatapan permusuhan


"Kalau mau nikung jangan lupa nyalahin lampu sen." Ucap Cinta sambil berjalan menuju kamar tamu namun seketika tangannya di tahan oleh Wahidah


"Apa kau bilang?" ketus wahi


"Nikung." jawab Cinta santai


"Kau." Wahi langsung menunjukan jari telunjuk nya tepat di wajah cinta dengan marah


Cinta menggenggam telunjuk Wahi sampai wanita itu sedikit meringis "Hey mba, papa ku selalu berpesan, jika ada orang yang menyakitiku atau membicarakan aku biarkan saja. "


"Tapi ingat papa ku juga berpesan jika jari telunjuknya mengarah ke wajahku patahkan jarinya."


Krak...


Cinta memelintir jari itu lalu menghempaskan nya.


"Paham." ketus Cinta langsung meninggalkan wahi sendirian disana


Bersambung...

__ADS_1


like komen dan bantu support karya othor receh ini ya supaya makin berkembang 🙏🙏☺


__ADS_2