
Happy Reading
πππππ
"Kamu itu ngomong apa sih?" tanya Dara lagi
"Ah udah lupakan, danau nya bagus ya?" ucap Adit kembali menatap Danau yang begitu indah di hadapan mereka
"Iya, eh...btw kalau di luar ga usah panggil saya ibu panggil saja Dara." ucap Dara kembali memiringkan tubuh nya menatap Aditya, Aditya pun langsung menatap kembali Dara dan meletakkan tangannya di kening gadis itu
"Aku tidak demam." ucap Dara cemberut dengan mengerucutkan bibirnya
"Kirain tadi sakit hehehe....jangan gitu bibir nya gemes tau.'' ucap Adit tersenyum melihat tingkah Dara lebih ke manja
"Biarin." jawab Dara sambil melipatkan kedua tangan di dada nya .
Namun seketika Adit mencubit pipi Dara karna gemes dan lucu "Awsss.....Sakit tau." cicit Dara dengan melototi matanya ke arah Adit
Adit kembali menatap danau "Cewek kalau di cubit pipinya pura-pura marah,sakit padahal senengnya luar dalem." sindir Adit
"Hahk....Adit..." teriak Dara lalu mencubit pinggang Adit berkali-kali
"Sorry Sorry ampun Dara ampun."ucap Adit menghindari Dara lalu berlarian menjauhi Dara di taman itu namun gadis itu langsung mengejar Adit tanpa peduli ampunan nya
"Kau mengatai ku apa tadi? Adit kemari kau."ucap Dara lagi sambil mengejar Adit
"Hahahaha....ampun Dara ampun please ucap Adit berhenti mendadak membuat Dara menabrak punggung nya dari belakang
Bruukk.....
"Awss...." ringis Dara memegang jidat nya
__ADS_1
"Cie...sengaja ya nabrak,awas nanti jatuh cinta loh." goda Adit entah kenapa pipi Dara merah merona namun secepat kilat gadis itu membuang pandangannya .
"Aku mau karaokean." rengek Dara
"Nyanyi gitu? di room?" tanya Adit serius
"Iya aku lagi bosen." rengek Dara lagi lalu menarik tangan Adit menuju mobil
"Iya iyaa sabar."
Mereka pun menuju tempat karaokean langganan Dara biasa karaoke dan setelah tiba Adit langsung memesan satu room untuk berdua .
Setelah sesi pembayaran selesai mereka pun menuju room . "Mau nyanyi apa?" tanya Adit
"Apa ya?" Dara mikir
"Giliran sampai sini ga tau kan mau nyanyi lagu apa? makanya sering nonton film azab." ucap Adit kepada Dara
"Ya aku sih setiap nonton film nya bukannya taubat malah hafal lagunya." jawab Adit
"Apa hahahaha....kamu bisa aja....hahahaha." Dara tertawa puas seakan lupa jati dirinya sebagai bos dan bawahan
β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘
"Beneran ni sayang kita berangkat hari ini ke Indonesia nya?" tanya Papa Vano pada istrinya itu
"Iya mas,,,,kita tu juga harus tau putra kita itu ngapain aja disana? Adit tu bandel ga bisa di bilangi dan di percaya." ucap Lala lagi
"Ah yaa sudah baiklah,,kopernya udah selesai semua. ayo kita berangkat ke bandara."ucap Papa Vano lagi
__ADS_1
Mereka pun akhirnya sudah tiba di bandara tanpa memberitahukan anaknya mereka langsung berangkat aja .
Dan tak lama semua orang sudah masuk kedalam pesawat termasuk juga Mama lala Dan Papa Vano
"Mas kenapa sih bidadari turun dari langit." tanya mama Lala pada suaminya sambil melihat ke luar jendela pesawat
"Kalau turun dari panggung itu namanya biduan, sayang."
Bersambung....
Tinggalkan jejaknya ya πjangan jadi ghost readers udah baca ngilang πππ
Vano sama Lala ke Indonesia? π±please jangan buat rusuhπ
Sambil nunggu othor up mampir yuk dikarya temen othor πππ
Ini cuplikannya
Saat pagi menjelang, Sevia terbangun dari tidurnya. Perlahan dia melepaskan tangan kekar yang membelit perutnya. Sevia membalikkan badannya dan mendapati Dave yang sedang tertidur pulas.
Bagaimana nanti jika aku punya anak, apa dia akan bertanggung jawab? batin Sevia.
"Jangan melihatku terus, nanti kamu terjebak dalam pesonaku!" Dave langsung membuka matanya dan mendapati Sevia sedang menatapnya dengan tatapan kosong. "Dengar! Meski kita sudah menikah, tapi kamu jangan berharap banyak padaku, karena aku sudah memiliki seseorang yang aku cintai."
"Kamu bicara seperti itu setelah mendapatkan semuanya dariku? Aku tidak keberatan jika kamu menceraikan aku sekarang juga. Lagipula pernikahan kita hanya siri." Sevia langsung bangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi.
Hatinya hancur berkeping-keping mendengar apa yang suaminya katakan. Meskipun benar tidak ada cinta di antara mereka, apa seharusnya Dave mengatakan hal itu setelah dia mengambil harta yang paling berharga dalam hidupnya.
Tidak Sevia! Kamu tidak boleh lemah! Sudah cukup kamu dipermainkan oleh lelaki! Apapun yang terjadi dengan Dave jangan pernah memakai perasaan. Anggap saja semua itu sebagai kewajiban kamu sebagai seorang istri," batin Sevia
__ADS_1