
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
"Maafkan adik ku mas Angga." ucap Dara tak enak hati kepada partner kerjanya itu karena ulah Cinta yang ke kanak-kanakkan
"Udah gak papa, biasa aja." gumam Angga memaklumi
"Memalukan di suruh istighfar malah nyeleneh." Cibir Wahi kepada Cinta
"Iri bilang bos pale pale." cicit Cinta menjulurkan lidah nya
"Sudah.. sudah... habiskan makanan kalian." ucap Adit lagi menyudahi perdebatan kedua gadis itu
"Dara apa besok kita akan membahas proyek yang akan kita luncurkan dua hari lagi? apa kau perlu bertemu dan bicara langsung sama asisten pribadi ku?" tanya Angga
"Ehm... boleh." jawab Dara
"Baiklah besok kita atur jadwalnya." jawabnya lagi
Namun dengan bersamaan telpon Adit pun berdering "Maaf aku permisi sebentar mau angkat telpon." ucap Adit
"Hubby." panggil Dara
"Sebentar, oke."gumam Adit langsung menjauh dari sana
" Hallo joe sudah dimana kau?" tanya Adit di telpon
"Sore nanti aku sampai di Indonesia, apa aku langsung menemui keluarga nya terlebih dahulu?" ucap dokter joe di balik telpon
__ADS_1
"Ya ide bagus, kabarin saja aku jika sudah sampai oke." gumam Adit lagi dan mereka pun menyudahi panggilan tersebut, saat Adit hendak balik lagi ke meja nya ia melihat sebuah toko dan ia langsung menghampiri toko itu.
Namun di sisi lain tiga wanita dan satu pria di meja itu sibuk dengan makanan masing-masing.
Wahi hendak mengambil tissue namun Angga melihat dirinya dan tersenyum kecil dan seketika wanita muda itu ikutan tersenyum.
"Disenyuminya sedetik, kepikiran nya seabad." sindir Cinta karna melihat pesaingnya itu senyum malu-malu
"Apa sih?" ucap Wahi salah tingkah dan langsung mengambil minumnya
"Dara kamu cuma dia bersaudara?" tanya Angga membuka obrolan
"Iya mas." jawab Dara
"Selain sekolah kegiatannya apa aja Cinta?'' Angga bertanya
"Saya?" tunjuk Cinta pada dirinya
"Nggak ada sih." jawab Cinta
"Owh nggak ada." Angga
"Pengen nikah biar ada kegiatan sih om hehe." cicit Cinta sambil cengengesan
"Ya.. om lagi." gumam Angga geleng-geleng karna ia masih saja dipanggil om sama anak remaja itu
"Mas Angga aku nyusul suami ku bentar ya." Dara pamit nyusul Adit dan tinggal tiga orang itu saja di meja itu
"Jangan deh nikah cepet kamu itu perjalanan nya masih panjang Cinta." nasihat Angga sebagai orang yang lebih dewasa dari gadis itu
__ADS_1
"Iya om.. cuma pacaran aja, kan mubadzir om punya hati ngga di isi."Lagi-lagi Cinta selalu memiliki alasan untuk menjawab pertanyaan apapun itu
" Pinter ya masalah begituan kalau masalah pelajaran pinter ga?" tanya Angga sambil mengangkat alis nya
"Pinter lah om," bangga Cinta kepada dirinya
"Contohnya? pelajaran apa yang di inget?" tanya Angga menguji wanita itu .
"Pelajaran IPA, membeku, menguap, mencair, dan mencintai tanpa di cintai Hehe.. " ucapnya dengan lantang dan bangga
"Apaan itu kalimat terakhir? Ada-ada aja." Angga tak habis pikir melihat sifat adik Dara yang jauh berbeda itu.
"Jadi sebatas pacaran aja kan?" Angga bertanya
"Hampir bahagia om tapi kepeleset." ucapnya dengan wajah murung
"Njirr.. dicuekin saya." gerutuk Wahi merasa dinyamukan oleh kedua orang dihadapan nya itu.
"Kalau eahi gimana? udah ada pasangannya?" tanya Angga tersenyum kecil melihat Wahi membuat Cinta sedikit cemburu
"Belum kak masih menunggu jodoh, siapa tau jodohnya ada didepan sekarang." ucap wahi dengan bangga dan maksud hati menyinggung Angga namun Angga tak memahami perkataannya
"" Semangat yah Wahi, Teman-teman kakak banyak yang masih single nanti kakak kenalin yah."ucap Angga membuat Wahi bermuka murung
"Haha... momen lucu itu ketika disuruh nyari pacar sama orang yang disuka,, nyesek... bestie." celoteh Cinta mengejek Wahi
"Sialan loh."
Bersambung...
__ADS_1
Support terus ya author gesrek ini yang menulis cerita receh 🤣🙏🙏🥰