Tante CEO Love You

Tante CEO Love You
Perintah Dara


__ADS_3

Happy reading


🌺🌺🌺🌺🌺


Pagi menjelang siang itu tepat nya di Cafe yang mana di sana sudah ada dua pasangan entah apa status mereka.


"Kalian ga pesen makanan atau minum?" tanya Cinta kepada Karin dan pasangan yang di ajak temannya itu yang bernama Bima


"Ah ya,, bentar aku liat-liat buku menu nya dulu." ucap Karin lalu mengambil buku menu untuk melihat makanan apa saja yang ada di cafe itu, jika disana mereka fokus milih makanan, hanya Bima lah yang fokus melihat deretan angka harga yang menjauh ia menelan ludah nya dengan susah


Bima merogoh saku celana jeans yang ia pakai "jangankan uang, dompet pun gue ga punya." batin Bima mengeluh akan dirinya pengen punya pacar tapi tidak memiliki pekerjaan sedangkan bawa anak orang harus dikasih makan


"Ada apa kak Bima?" tanya Karin dan semua orang pun melihat dirinya termasuk Cinta juga Boy


"Emh... eh... kayaknya kakak lupa bawah dompet dek." ucap Bima sambil kembali memegang saku celana nya


"Biar gue yang bayar nanti." ucap Cinta tiba-tiba dengan wajah santai dan cuek nya


"Musuh terbesar adalah rasa malas dan mood yang ga jelas." sindir Cinta sambil melirik Bima sekilas


"Ngatain saya cantik?" tanya Bima


"Nggak." ucap Cinta kembali memainkan ponselnya

__ADS_1


Bima akhirnya memilih diam hanya bisa melihat dan mendengar percakapan ketiga anak sekolah di hadapannya itu


Bima hanya lah anak jalanan lebih tepatnya anak perantauan di ibu kota, karna sulitnya mencari pekerjaan membuat Bima tak menentu bahkan tak memiliki pekerjaan tetap, penampilan yang menarik dan ganteng tak memperlihatkan wajah kere nya dan dari itu banyak gadis yang tertipu oleh ketampanan seorang Bima


"Gimana tadi disekolah?" tanya Karin kepada kedua temannya itu


Cinta dan Boy pun saling tatap lalu mereka menampilkan wajah pasrah "Banyak banget soal pelajaran dan otak kita di kuras habis-habisan untuk berfikir." ucap Boy mengeluh


"Bener, rasanya capek banget jalani hidup." keluh Cinta kepada temannya itu


"Buat kalian yang capek jalani hidup, ngesot aja gak papa." ucap Bima tiba-tiba membuat ketiga orang dihadapan nya itu menatapnya


"Hehe.... bercanda, lagian kalian tu bukannya bersyukur malah ngeluh. udah di kasih hidup enak juga, mau apa-apa minta sama orang tua, sekolah tinggi tapi masih aja ngeluh, heran deh gue." ujar Bima lagi


"Pinter ngasih solusi tapi tolol dengan masalah sendirisendiri, liat penampilan loe." ucap Cinta seakan merendahkan Bima


"Bahkan kau pasti tidak punya pekerjaan." cicit Cinta lagi


"Kalian kapan tamat?" Bima malah bertanya


"Bulan depan." jawab Karin mewakili


"Bulan depan yang baru taman sekolah selamat datang di dunia pengangguran." jawab Bima santai dengan gaya cool penuh tato di tubuhnya

__ADS_1


**********


"Agggghhhhhh..... " Robby melempar ponselnya ke lantai karna berkali-kali nomor Dara tak bisa di hubungi


"Sial... " umpat Robby kesal


"Ini semua gara-gara kau." tunjuk Robby kesal kepada Meta yang sedari tadi hanya diam berdiri sambil mikir


"Aku juga ga tau jika Dara bakalan datang kantor lebih awal." Meta membela dirinya namun tak lama ponsel Meta pun berdering


"Dara nelpon." mata Meta melotot kaget didepan Robby


"Cepat angkat." perintah Robby lagi


"Hallo bu Dara." ucap Meta di balik telpon


"Undang seluruh karyawan kantor ku jika minggu depan aku akan MENIKAH." ucap Dara dengan tegas di ujung telpon


"Apa Me... menikah?"


bersambung...


Bantu support karya baru othor ini ya supaya makin berkembang dan rajin up karna dapat semangat dari pembaca setia πŸ™πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2