
Happy reading
♥♥♥♥♥
Pagi pun tiba Adit dan Dara pun masih menginap di hotel dan pagi ini mereka akan pergi ke kantor karna Dara akan ada konferensi pers juga akan bertemu dengan kolega nya sesama pebisnis muda.
Namun saat Adit hendak bangun Dari tidur nya ia kaget yang awal nya mereka tidur berjauhan namun pagi ini terasa berat sekali dirinya untuk bangun seakan dihimpit benda berat
Adit pun mendongkakan kepalanya menengadah kan ke bawah "Dara." panggil Adit pelan dan ternyata wanita yang sekarang menjadi istrinya itu tidur memeluk Adit dengan sangat erat
"Owh astaga jangan seperti ini Dara, kau bisa membangunkan adik kecil ku. aku tidak mau memaksa mu sebelum kaus sendiri yang meminta nya karna ketampanan ku.* batin Adit ngedumel sambil berpongah
Adit pun mengangkat tangan Dara dan menggeserkannya agak jauh dari tempat ia dan tak lama Adit pun berdiri dan melihat jam di ponsel sudah menunjukan pukul tujuh pagi.
Adit melirik istri nya sekilas lalu tanpa Dara ketahui Adit mencium kening nya sekilas lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dengan air hangat pagi itu.
Lama Adit di dalam kamar mandi dan ternyata Dara pun juga bangun dan berdiri berjalan seperti orang ngantuk menuju kamar mandi namun karna hotel itu terlalu besar kamar juga kamar mandinya membuat Dara tidak taun jika Adit sedang mandi, Saat Dara mau masuk ia bertabrakan dengan Adit yang baru selesai mandi dengan melilitkan handuk di pinggang nya
"Aaaaaaaaaaa....." sontak Dara langsung membalikan tubuhnya dan menjerit kaget
Apa yang tak pernah ia lihat selama ini beberapa detik tadi terlihat jelas sedangkan Adit menaikan satu alisnya aneh melihat tingkah Dara
__ADS_1
"Kau kenapa?" tanya Adit
"Aku mau mandi, kenapa kau tidak berpakaian dan kenapa seperti itu?" tanya Dara masih menutup matanya
Adit tersenyum smirk melihat tingkah konyol perempuan dihadapan nya itu dan Adit pun berjalan mendekati Dara dan menarik tangan wanita itu agar menghadap dirinya dan Adit pun mendorong Dara agar menyandar di wastafel di depan kamar mandi itu .
"Eh... Aaaaa... kau mau apa? minggir, jangan macam-macam ya." ucap Dara masih menundukan pandangannya karna Adit menyandarkan dirinya dan membuat Dara tidak bisa kabur dari sana
"Apa yang kau lihat?" tanya Adit dekat sekali di depan wajah Dara bahkan aroma mint dari dalam mulut Adit sangat terasa di hidung Dara
"Aku... aku...." Dara langsung menatao mata Adit
"Aku tidak melihat apa-apa, minggir." Dara dengan sekuat tenaga nya menarik tangan Adit yang satunya dan Dara langsung melarikan dirinya masuk kedalam kamar mandi sedangkan Adit hanya bisa diam melihat tingkah aneh Dara yang baru ini ia lihat.
"Mulut nya judes, wajah nya sangar. apa lagi kalau saat di tempat kerja kek mak Lampir marah terus,, giliran tidur meluk orang,tapi liat da da telanjang ketakutan hahaha... wanita emang aneh." pikir Adit mengingat kembali tingkah aneh Dara
Dara dan Adit pun akhirnya selesai dengan pakaian masing-masing dan sudah memakan sarapan mereka yang memang sudah disiapkan dari pihak hotel breakfast nya.
"Ayo kita berangkat." ajak Adit dan Dara pun menggelengkan kepalanya
Didalam mobil pun Dara sibuk membaca ulang apa saja nanti agenda yang akan ia bahas sedangkan Adit fokus menyetir dan tak lama mereka pun tiba di depan area kantor dengan sigap Adit turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk istrinya
__ADS_1
Saat mereka turun semua camera tertuju pada pasangan pengantin baru tersebut dan mereka tidak ingin menyia-nyiakan moment tersebut untuk tidak mengambil gambar kedua nya.
"Ayo." Adit mengajak Dara masuk karna wanita nya itu melihat dirinya terus dari tadi
Setelah tiba diruangan konferensi pers Dara dengan tegap jenuh wibawa seorang wanita didampingi langsung oleh Adit suaminya siap emnajwab seluruh pertanyaan yang akan di tanyakan pada dirinya.
Acara yang ditayangkan langsung di TV itu pun membuat Dara fokus agar tidak salah bicara
"Benar anda sudah menikah bu Dara dan anda tidak menikah dengan pacar anda?" tanya Wartawan
"Benar, saya sudah menikah dan bisa anda lihat pria di samping saya ini adalah suami dari DARA PRATIWI." ucap Dara dan sebagian kamera menyorot wajah Adit semakin dekat
"Kenapa Bu?" seorang wartawan itu lagi seakan ingin mengulik kisah pribadi Dara sedangkan Adit hanya diam mendengarkan
"Kenapa? karna cinta tidak bisa dipaksa kan, terkadang mereka hanya singgah bukan untuk menetap." jawab Dara dengan bijak
"Ah ya sekalian saya juga akan mengumumkan bahwa suami saya juga adalah CEO pendamping saja di perusahaan DETA GROUP mulai hari ini." jawab Dara membuat Adit langsung menatap wajah nya.
Bersambung...
Like komen dan support terus ya 🙏🙏😘
Sambil nunggu author up mampir ya ke karya teman othor 🙏
__ADS_1
Hanna, seorang gadis bertubuh besar dan berpenampilan tidak menarik, selalu tidak dianggap dan tersisihkan oleh ibu dan juga saudaranya, begitupun dengan orang-orang disekitarnya. Hingga keadaan berbalik, orang-orang yang dulu mencemoohnya kini mencoba mengambil hatinya, begitu juga dengan pria yang dulu sangat membencinya. "Kau harus menjadi duchess of Claymore, suka atau pun tidak!" - Alexander Davlin Claymore, Duke of Claymore - "Bukan kah kau tidak suka dengan gadis berlemak yang suka meneteskan air liurnya saat melihat makanan?" - Lady Hanna Jhonson - Tidak cukup dihina, Hanna pun menjadi taruhan oleh teman-temannya dan juga pria yang sangat dia sukai. Hingga suatu hari, Hanna tersedot masuk ke dalam novel yang sedang dia baca, dan menjadi pemeran utama yang hidupnya juga sama menyedihkannya. Merasa mendapat kesempatan kedua, Hanna mencoba mengubah takdir nya, dengan melawan siapa saja yang ingi menyingkirkan nya