
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Siang itu Adit dan Dara terpisah karna mereka menyesuaikan baju mereka masing-masing Dara di bagian tempat ganti wanita sedangkan Adit khusus pria.
Ada lebih tiga kali Adit mengganti pakaian yang menurutnya kurang sesuai namun menurut karyawan disana apapun yang di pakai Adit sebenarnya pas semua karna tubuh yang mendukung juga wajah tampan nya.
********
Disisi lain tepatnya di sebuah gedung mewah yang sudah di booking keluarga Adit dan Keluarga Dara, dua keluarga itu sekarang sedang mengecek keseluruhan perlengkapan di gedung tersebut takut ada yang kurang atau dekor yang kurang pas.
Mama Lala dan Mama Tari tak henti-hentinya menjadi nyonya besar yang cerewet ini dan itu semua harus sesuai selera mereka karna ini pun pernikahan bagi putra putri mereka untuk yang pertama kalinya.
Sedang papa Dev dan Papa Vano mengatur semua kolega yang akan mereka undang juga memperketat penjagaan juga semua tim nya agar aman akan permasalahan diluar dari perkiraan mereka nanti nya.
"Kau yakin semua aman?" tanya Vano papa nya Adit kepada Dev
"Ya aku yakin dan semua yang ku undang pun memiliki kartu pengenal terlebih dahulu supaya bisa masuk dengan undangan khusus yang sudah kita buat." ucap Papa Dev lagi
"Ehmm..."
"Ada apa?" tanya Papa Vano melihat temannya itu hendak bicara namun ia tahan
"Apa ada masalah? ceritakan pada ku Dev." ucap Papa Vano lagi, Papa Dev sempat berfikir sejenak dan kembali menatap wajah Vano
"Katakan." gumam Papa Vano lagi
"Ini masalah Dara dan Adit." ucap papa Dev menarik nafas nya panjang
Papa Vano mendekat lalu menepuk-nepuk bahu temannya itu "Jangan khawatir aku tau siapa putra ku dan dia sudah dewasa, kita cukup mensupport mereka. yakin aja mereka bisa menyelesaikan semua nya nanti." ucap Vano lalu meninggalkan papa Dev sendirian disana
*****
Disisi Lain tepat nya didalam butik Dara sedang melihat penampilan nya memakai gaun pengantin yang memang indah dan pas di tubuh nya dan ia memutar-mutar tubuhnya hanya untuk melihat gaun indah itu.
"Ceklek...." Tiba-tiba pintu ruang rias itu terbuka yang di pikiran Dara saat itu adalah Adit
__ADS_1
"Adit kau kenapa tidak ketok pintunya dulu." ucap Dara lalu memutar tubuhnya mengarah ke arah pintu.
"Robby." Dara kaget dan memundurkan langkahnya sedangkan Robby sedari tadi menatap wajah nya tak henti-henti
"Kenapa kau kesini Robby?" tanya Dara kaget akan kedatangan pria yang baru beberapa hari ini menyakiti hati nya itu.
"Apa maksudnya ini Dara?" tanya Robby tanpa menjawab pertanyaan Dara
"Maksudnya apa?" Dara pura-pura tidak tau akan semua ucapan pria itu
"Aku tidak sedang bercanda Dara." ucap Robby lagi dengan suara membentak lalu melangkah maju mendekati Dara yang berdiri di meja rias itu
"Cih... tidak perlu berteriak, kau bertanua? bukannya kau sudah melihat semuanya? itu lah yang terjadi." ucap Dara lagi dengan membuang arah pandangannya ke arah lain
"Kau marah pada ku, oke aku minta maaf dan aku khilaf. sudah cukup batalkan pernikahan konyol ini Dara." ucap Robby lagi dengan tegas
"Siapa kau memerintah aku." ucap Dara dengan wajah datar nya
"Oke... kau balas dendam dengan ku kan?" tanya Robby dihadapan Dara dan tanpa sadar oleh kedua orang itu Adit pun ada di depan pintu melihat semua keributan itu
"Ya aku balas dendam dengan kau, puasss." teriak Dara
"Kau hanya memanfaatkan sopir mu itu saja kan untuk balas dendam dengan ku? kau tidak mencintai nya kan Dara?" tanya Robby
"Ya kau benar, namun setidak nya aku puas paham kau." cicit Dara menatap tajam Robby
"Kau akan menyesal Dara." Robby langsung pergi dari ruangan itu tanpa sadar melewati Adit yang sedang berdiri menyamping
Dara mengusap usap wajah nya dan ada bulir air mata di pipinya sedangkan Adit hanya bisa diam menyaksikan itu semua, saat Adit hendak meninggalkan tempat itu.
"Adit, kamu disini?" tanya Dara kaget karna ada Adit
Aditya diam berdiri tanpa membalikan tubuhnya
"Adit apa kau dari tadi disini?" tanya Dara dan Adit mengangguk kan kepalanya
__ADS_1
"Kau mendengarkan semuanya?" tanya Dara lagi panik dan lagi-lagi Adit menganggukan kepalanya
"Adit please maafkan aku jangan batalkan pernikahan ini please Adit." Dara langsung memohon dengan terduduk di lantai dengan wajah menunduk
Adit langsung memutar tubuh nya menghadap Dara dan duduk sambil menatap wajah wanita yang akan ia persunting itu.
"Adit please maafkan aku." ucap Dara lagi, air mata nya berlinangan
"Kau menyukainya, Rayu Allah di sepertiga malamnya, karna doa adalah senjata kita untuk bertarung dengan takdir. setelah itu berusaha dan ikhlas pada ketetapan nya."ucap Aditasih menatap wajah wanita cantik di hadapan nya itu
" Jangan gunakan seseorang untuk melupakan masalalu mu Dara, tapi aku siap kok jadi badut mu di saat kau gabut. " ucap Adit berusaha tersenyum dengan ikhlas
Bersambung....
Bantu support komen dan like juga votekarya othor ya 🙏🙏☺
salam
Lubuk linggau menyapa 😘
sambil nunggu othor up mampir ya di karya temen othor 🙏
Salahkah aku apabila jatuh cinta pada gadis yang usianya sebaya dengan anakku ?
Dia bernama Karin Shalina, pesona lugunya membuatku jatuh kedalam pesonanya.
Rumah tanggaku yang sudah berada diujung tanduk membuat ku berani bermain api dibelakang istriku.. Aku tak takut di cap pengkhianat atau pria bajingan, nyatanya Istriku yang telah membuat aku bertindak mengkhianati nya. Dialah yang membuatku dari setia menjadi pria pengkhianat...
* Antoni Conte..
Salahkah aku bila mencintai dia yang ternyata suami orang ?
Cap pelakor melekat padaku, bukankah hati tak bisa dipaksa kepada siapa akan berlabuh. Aku yang tak pernah jatuh cinta, tak ku sangka sekali jatuh cinta langsung pada suami orang..
* Karin Shalina.
__ADS_1