
Happy reading
♥♥♥♥♥♥
Pagi ini rapat dengan perusahaan Angga mengenai membuat acara keberhasilan proyek mereka yang kedua ini, bahkan perusahaan Angga kembali bekerja sama dengan baik akan perusahaan milik Adit dan Dara. Mereka sepakat akan mengadahi pesta besar-besaran di sebuah room besar untuk karyawan di kedua perusahaan itu, bahkan mereka akan menaikan beberapa jabatan karyawan yang memang bagus kinerjanya selama ini.
"Deal, pak Aditya?" ucap Angga sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Adit
"Deal." Adit pun mengambil tangan Angga dan menjabat nya.
"Dua proyek yang berjalan mulus dan lancar, tak sia-sia kerjasama kita ini." Angga begitu semangat nya, begitu antusias karna proyek nya selama ini dengan perusahaan lain selalu gagal dan dua proyek hanya beberapa bulan di DETA GROUP mereka bisa melakukannya dan berhasil.
"Selamat pak Angga atas menang tendernya." Elizabeth langsung mendekati dua CEO muda itu dan mengucapkan selamat kepada bos nya itu.
"Terimakasih... Eliza." Angga pun bahagia mendapatkan sanjungan dari sekertaris pribadinya itu.
__ADS_1
Lalu eliza membalas dengan senyuman nya kemudian gadis itu kembali menatap Aditya selalu CEO utama di DETA GROUP atau bisa di bilng suami dari CEO wanita di DETA GROUP dan lebih tepatnya adalah Aditya orang atau masalalu Eliza.
"Pak Adit, Congratulations." Eliza dengan suara lembut nya mengucapkan selamat kepada Aditya partner kerja bos nya itu.
Adit pun menatap Eliza lalu tersenyum kecil "Thanks ya, Za." seru laki-laki itu bersikap formalitas menganggap biasa saja, seakan memang mereka hanya lah sebatas pekerjaan.
"Bagaimana kalau siang ini untuk merayakan keberhasilan CEO berdua, saya sebagai karyawan yang ikut andil dalam tender ini mentraktir kalian, bagaimana pak? apa kalian mau?" tanya Liza dengan wajah menggoda dan bahkan terlihat dengan jelas wanita itu sedikit memaksa.
"Sekali-sekali loh ya, ayo lah pak Angga pak Adit... ini hanya merayakan hal kecil-kecilan dari saya.,, gimana? bisa nggak?" ucap wanita itu lagi sambil memasang wajah sok imut nya.
"Gimana pak Adit, bisa nggak? please.... " Kali ini Eliza sedikit lebih memaksa dan tanpa sadar mendekat ke arah mantan nya itu
"Tapi... " Adit belum selesai bicara gadis itu lebih dulu menotongnya kembali
"Please...pak sekali ini aja, ga usah makan deh.. minum juga gak papa atau kita ngemil cake."
__ADS_1
"Seperti dulu." antara sadar dan tidak sadar atau disengaja Eliza mengungkit masa-masa dimana mereka dulu sering menghabiskan waktu berdua dengan hal-hal kecil namun terkesan dan bahagia contohnya yang seperti gadis itu tadi ucapkan yaitu CAKE.
"Tapi Eliza... aku nggak."
"Please pak, sekali-kali doang. lagian bapak kan ga ada jadwal lagi kan setelah ini?jangan tanya aku tau dari mana ya pak Adit, benerkan? ayolah pak." kali ini gadis itu sedikit mereka di hadapan dua laki-laki itu
"Liza, jika pak Adit tidak bisa makan kita batalkan. lain kali kan bisa, mungkin pak Adit mau makan siang di kantor saja atau di rumah nya." ucap Angga menengahi
"Maaf Eliza, maaf ya.. istriku." ujar Adit ingin menjelaskan namun Eliza memasang wajah tidak suka
"Istrimu tidak mungkin tau juga pak, kan kita hanya partner kerja, lagian bapak belum makan kan?" ucap gadis itu namun.
"Hubby... istrimu datang."
Bersambung....
__ADS_1